September 19, 2017

Sang Tawanan, Si Nona Bayangan, dan Si Pendorong

“For every mother who ever cursed God for her child dead in the road, for every father who ever cursed the man who sent him away from the factory with no job, for every child who was ever born to pain and asked why, this is the answer. Our lives are like these things I build. Sometimes they fall down for a reason, sometimes they fall down for no reason at all.”

image courtesy : drewrowsome.blogspot.com

September adalah bulan bacaan yang cukup menyenangkan buat saya. Terbukti setelah menganugerahkan lima bintang penuh untuk Lockwood & Co, saya melempar lima bintang penuh lagi pada THE DRAWING OF THE THREE - THE DARK TOWER #2 (PENARIKAN TIGA UNSUR) buah karya dari oom Stephen King, penulis gaek rock n roll legendaris yang hits berat di tahun 2017 ini.

Melanjutkan kisah Roland Deschain, sang gunslinger terakhir dalam seri THE DARK TOWER, buku kedua berjudul PENARIKAN TIGA UNSUR ini muncul lebih apik, rapih, dan tentu saja tebal. Buku pertama yang cukup absurd dan memusingkan, yang meninggalkan banyak tanda tanya akhirnya berlanjut dengan epik dan kesan yang memuaskan.

September 16, 2017

Rutabaga !!!

"...Some readers might even think that I’m just making this story up. You might think that everything in this book is dreamy silliness..."
- Alcatraz Smedry -
Seorang bocah lelaki abege bernama Alcatraz Smedry mendapatkan hadiah misterius berupa sekantung pasir dari sang ayah kandung yang entah dimana keberadaannya. Lantas, kantung pasir itu malah hilang dicuri entah siapa. Ulang tahun ketigabelasnya yang harusnya meriah, malah menjadi kelewat 'meriah' dengan kehadiran seorang pria tua, Leavensworth Smedry, yang jelas mengakui bahwa dirinya adalah kakek kandung Alcatraz. Kemeriahan ini tidak berhenti begitu saja, petualangan Alcatraz berlanjut. Melibatkan keluarga kandungnya yang muncul entah darimana, serta optimalisasi kemampuan terbaiknya, yakni merusak sesuatu.

September 14, 2017

L

“The most intelligent people disguise the fact that they are intelligent. Wise men do not wear nametags. The more people talk about their own skills, the more desperate they are—their work should speak for itself.”


Bagi anda yang membaca/menonton kisah fenomenal dalam manga/anime/live action dari DEATHNOTE, pastinya tidak akan melewatkan kisah spin off ini. Ditulis dengan apik oleh novelis Nisi Oisin bekerja sama dengan manga-ka aslinya, Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, DEATHNOTE : ANOTHER NOTE - THE LOS ANGELES BB MURDER CASE hadir cukup mengobati rasa kangen.

Saya mengenal DEATHNOTE saat kuliah, pertama kali menonton animenya dari sumbangan teman-teman cowok otaku dan gamers. Saya suka, jelas kisah fenomenal ini menjadi suatu ikon tersendiri yang tidak dapat dilupakan oleh pecinta anime. Sebuah buku milik Shinigami alias dewa kematian yang turun ke bumi, yang mana siapapun nama yang tertulis di Deathnote akan mati.

L, Do you know Shinigami loves apple ?

September 10, 2017

Tengkorak Sial

“Making tea is a ritual that stops the world from falling in on you.”


TENGKORAK SIAL. Dua kalimat ini muncul begitu saja dari saya setelah menyelesaikan buku keempat dari seri LOCKWOOD & CO karya oom Jonathan Stroud. Buku berjudul asli THE CREEPING SHADOW ini baru mucul edisi Indonesianya di awal September, dengan judul terjemahan : BAYANGAN MENGENDAP.

Nah, saya telah curhat mengenai tiga buku sebelumnya dalam seri yang direncanakan akan terdiri dari lima buku ini (bisa dicek di sini). Setelah George ga jadi memotong kue cokelatnya di buku ketiga (THE HOLLOW BOY/PEMUDA BERONGGA), saya dengan sabar menanti lanjutan kisah horor-kocak-seru ini, dan taunya setelah kelar, saya malah digantung lagi dengan sukses oleh om Stroud. KZL ZBL.

September 7, 2017

Palu dan Isi Kepala Thor

"...I'm called Glad-of-War, Grim, Raider, and Third. I am One-Eyed. I am called Highest, and True-Guesser. I am Grimnir, and I am the Hooded One. I am All-Father, and I am Gondlir Wand-Bearer. I have as many names as there are winds, as many titles as there are ways to die..."
- Mr Wednesday, American Gods -
Mitologi hadir seiring tuanya jejak kehidupan manusia di dunia fana ini. Nah, mitologi adalah sumber tulisan menarik untuk berbagai kisah fantasi. Dan jelas, mitologi Yunani dan Romawi yang mendominasi, ditambah kemagisan mitologi Mesir. Belakangan, mitologi Nordik booming kembali dalam kisah-kisah fantasi kekinian, sebut saja MAGNUS CHASE AND THE GODS OF ASGARD bikinan oom Rick Riordan (buku ketiga belum terbit, nanti cecurhatannya kalau udah baca lengkap), AMERICAN GODS nya om Neil Gaiman, dan pilem superhero Avengers  dalam Marvel Universe, THOR.

Pengetahuan mitologi Nordik saya tidak sehapal Yunani-Romawi atau Mesir. Kurang familier. Namun, oom Gaiman, penulis idola saya tetiba mengeluarkan sebuah ensiklopedi mitologi yang beliau buat dari hasil riset berjudul NORSE MYTHOLOGY / MITOLOGI NORDIK yang baru terbit tahun ini. Buku yang tumben tidak tebal ini, hadir sebagai referensi dan memberikan pemahaman mengenai kelakuan para Dewa-Dewi Nordik yang pernah muncul dalam novel-novel yang telah saya baca sebelumnya.

August 31, 2017

Harga Sepotong Daging

"...Menulislah, agar hidupmu tak seperti hewan ternak, sekadar makan dan minum sebelum disembelih..."




Jadi sejak akhir tahun 2016 lalu, jagat dunia fiksi fantasi dihebohkan dengan kehadiran sebuah novel lokal berjudul RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI. Novel dengan judul yang tidak biasa ini ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom, penulis lokal yang cukup produktif. Kisah Raden Mandasia ini telah menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa for Prosa (2016), Anugerah Pembaca Indonesia Nominee for Buku dan Penulis Fiksi Terfavorit - Shortlist (2016). Namun, saya yang biasanya abai dan tidak terlalu mementingkan masalah penghargaan, merasa lebih baik bertanya pada rombongan orang dalam grup saya, Penggemar Novel Fantasi Indonesia.

August 27, 2017

Petaka Ponsel

“...Man has come to dominate the planet thanks to two essential traits. One is intelligence. The other has been the absolute willingness to kill anyone and anything that gets in his way...”



Sepertinya belakangan, nyaris setiap bulan saya membaca novel bikinan om Stephen King. Anggaplah mengejar ketertinggalan. Kali ini saya menyelesaikan novel berjudul SELULER, dari edisi asli berjudul CELL yang terbit aslinya tahun 2004 dan edisi terjemahannya oleh Gramedia Pustaka Utama sekitar tahun 2007 (diterjemahkan dengan kece oleh BundEs -- sekarang adalah ibu suri editor Mizan Media Utama).

Awal mulanya, saya menonton pilem berjudul CELL di Fox. Dibintangi oleh John Cusack dan Samuel L.Jackson, pilem dengan durasi sekitar satu setengah jam ini membuat saya emosi dengan akhir cerita yang membuat banting kulkas. Sebenarnya saya sudah mewanti-wanti diri sendiri, ini based on Stephen King's novel gitu lho. Jadi semacam kelumrahan kalau kisahnya bakal menyebalkan. Pasca kelar menonton pilem ini, saya curcol ke mba Nagare, pemilik kedai buku langganan saya. Tau-taunya beliau berhasil menemukan edisi kolpri mulus dari novel SELULER ini. Dan setelah petualangan bacaan klasik, saya kembali ke om King lewat kisah naas ini.