January 21, 2018

Bara dalam Abu, Obor dalam Kelam

"...Most people are nothing but glimmers in the great darkness of time. But you are no swift-burning spark. You are a torch against the night -- if you dare to let yourself burn..”
- Cain -


Melirik kepada genre young adult yang memang sedang hits beberapa tahun belakangan dalam dunia perbukuan, saya juga ikut-ikutan membaca beberapa buku dari penulis debut dalam ranah genre tersebut. Ada beberapa yang bagus, namun ada juga yang mengecewakan -- kalau mau baik, bisa dibilang yah begitu-begitu aja. Sebagai pembaca nan nyinyir, fenomena ini belakangan sering menghampiri saya. Tidak mudah menyenangkan diri ini dalam ranah fantasi young adult kekinian. Untungnya, trilogi AN EMBER IN THE ASHES (baru nongol dua buku) bikinan Sabaa Tahir sepertinya cukup memuaskan.

Berkisah di negeri yang dikuasai oleh kaum yang disebut Martial, dengan kekuasaan dalam ranah kerajaan diktator yang disebut Imperial, seperti biasa benih-benih pemberontakan terjadi di antara kaum pinggiran - budak - marjinal yang disebut kaum Scholar. Memiliki latar campuran gaya arab-persia ditambah hawa padang pasir, benteng, pemukiman dan perang, serta drama pendidikan prajurit, plus perebutan kekuasaan, kisah AN EMBER IN THE ASHES menawarkan konflik yang cukup menarik untuk disimak.

January 11, 2018

The ButTearling Effect

“...Hell? Hell is a fairy tale for the gullible, for what punishment could be worse than that we inflict upon ourselves? We burn so badly in this life that there can be nothing left..”
- Erika Johansen -

Di era kebebasan literasi dengan berbagai genre, saya masih setia dengan fantasi. Meskipun kadang suka selingkuh, namun yah tidak dapat dipungkiri, genre ini menjadi dasar kecintaan saya pada dunia perbukuan. Nah, ruang lingkup fantasi yang luas ini sudah diakomodir dengan kehadiran buku-buku dengan jalur fantasi yang lebih rumit, gelap, dan dewasa. Salah satunya adalah trilogi THE QUEEN OF THE TEARLING, debut dari Erika Johansen.

Buku pertamanya berjudul THE QUEEN OF THE TEARLING menyuguhkan sensasi fantasi campuran antara perang kerajaan, distopia, sihir, dan kekacauan realitas. Tokoh utama, sang Ratu bernama Kelsea Glynn, mesti menyelamatkan Kerajaan Tearling dari ancaman invasi Ratu Merah dari Kerajaan Mortmesne. Ya memang ini pertarungan cewek-cewek, tapi percayalah, level kebrutalannya tidak kalah mengerikan. Ada kengerian mental dan fisik yang pekat dalam kisah ini. Namun dalam curhatan kali ini saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai buku pertama, soalnya udah pernah dicurhatkan (coba liat di sini).

January 5, 2018

Cro-Magnon

"...modern language exploded onto the planet with a big genetic bang, the result of a fortuitous mutation that blessed the Cro-Magnon with the gift of tongues..."
- Christine Kenneally -



Apa yang terpikir dalam benak anda ketika mendengar istilah Magnon ?
Saya yang ingat adalah pelajaran sejarah manusia purba jaman dulu, ada disebut tentang spesies pendahulu manusia yang disebut Cro-Magnon. Spesies ini adalah jenis Homo sapiens dengan volume otak lebih besar dari pada kita sekarang. Ditemukan di daerah Prancis dan diduga berasal dari zaman Paleolitikum, kemudian berkaitan erat dengan evolusi manusia model kita, Homo sapiens sapiens.

Setelah tanya mbah Gugel, istilah Magnon juga didefinisikan sebagai gerakan spin dari elektron dalam suatu struktur atom elektromagnetik. Nah segitu saja, saya pusing. Urusannya apa ini Magnon ? Bukan merk eskrim yang jelas.

January 2, 2018

Kesatria Ladang Gandum

“Among other things, you'll find that you're not the first person who was ever confused and frightened and even sickened by human behavior. You're by no means alone on that score, you'll be excited and stimulated to know. Many, many men have been just as troubled morally and spiritually as you are right now. Happily, some of them kept records of their troubles. You'll learn from them—if you want to. Just as someday, if you have something to offer, someone will learn something from you. It's a beautiful reciprocal arrangement. And it isn't education. It's history. It's poetry.”
- JD Salinger -

courtesy : dusk.wordpress.com

Yeaay, curhatan pertama di tahun 2018 !!

Nah, awalnya kan seperti biasa suka bingung lihat timbunan. Setelah guling guling cap cip cup, akhirnya saya melipir ke sebuah novel klasik yang aslinya diterbitkan tahun 1951 berjudul THE CATCHER IN THE RYE karya JD Salinger. Nggak kenal dan nggak familier. Beberapa orang di grup cukup mengapresiasi novel ini. Novel yang katanya penuh amarah dan sumpah serapah.

Mengapa buku ini disukai para pembunuh ?

December 31, 2017

The Greatest 2017

"..nobody ever makes a difference by being like somebody else...and a million dreams keep me awake..."
- Phineas T Barnum -

bang Maman sebagai Phineas T Barnum



What do you exactly want in your single beat of life ?

Saya menulis ini sedang dalam ranah ikut-ikutan postingan para seleb blogger lain yang udah duluan membuat ripiu tentang apa yang paling baik di tahun ini. Nyatanya, tahun 2017 diakhiri dengan liburan yang cukup banyak (saya di rumah saja, ogah macet -- alibi, padahal sibuk natap timbunan dan ditinggal jaga kandang). Alhamdulillah seperti gambar pelem THE GREATEST SHOWMAN yang dibintangi bang maman Hugh Jackman, 2017 udah ngasih warna yang ramai. Bukan tahun yang biasa saja sepertinya.

Jadi apa yang paling menarik di 2017 ini bagi saya ?

1. The Ups and Downs

Saya mencoba peruntungan saya dalam beberapa hal tahun ini. Sayangnya untuk masalah kelanjutan pendidikan, saya masih belum berhasil. Untuk masalah hati (eaaakk, mencret), kayaknya juga belum berhasil. Namun, kalau nggak ada ups and downs, berarti nggak hidup kan ya. Kalau soal ups nya alhamdulillah banyak sekali. Malu kalau disebutkan. Tapi yang terbaik justru hadir di penghujung tahun, yakni kelahiran bayi lelaki pertama dalam keluarga, Ghazi, ponakan saya yang bikin serumah deg deg an karena dia menolak nongol tepat waktu. Keliatan banget ngerjain. Alhamdulillah dia baik baik saja. Yuk menghadapi dunia bersama.

Pembelajaran paling besar adalah amat sulit memaafkan kegagalan diri sendiri. Ikhlas itu susah, belajarnya sampai mati. Memaafkan diri sendiri itu lebih repot daripada urusan lain, dan memang butuh waktu tersendiri.

2. The Journey and The Meetings

Saya punya pengalaman perjalanan yang menyenangkan di tahun ini. Pergi ke tempat yang tak disangka-sangka, mengalami bebrapa kisah sederhana yang malah berkesan. Dan jelas saya ketemu banyak orang. Kenal maupun tidak kenal. Menariknya ini bikin saya sedikit lebih mengenali diri saya sendiri. I'm nearly enter my third decade of life, but still the kid in me plays the main role of my daily life and emotions. Nah, disinilah letak kedodolannya. Dan membuat heran, orang-orang punya luas kesabaran yang luarbiasa dalam menghadapi saya. Harusnya bersyukur banyak-banyak, bukannya nyinyir.

Nabawi

3. The Books

Bentuk kebahagiaan rutin saya adalah buku. Dan tahun ini adalah tahun yang menarik. Saya mengalami perubahan genre, mulai sering baca klasik, sering baca thriller, dan menyingkir dari bacaan saya yang biasa. Buku-buku keren juga banyak muncul tahun ini dalam daftar bacaan saya. Bisa dicek di link ini, apa saja yang sudah saya lahap setahun belakangan, ada 109 untungnya. Year of The King's sih ya (karena banyak baca buku om King). Namun kalau dibikin TOP FIVE gitu kayaknya ini deh....(e tumben nyelip buku lokal..hohohoho).

Kosmos oleh Carl Sagan
Raden Mandasia oleh Yusi Avianto Pareanom

 
sekuel Reckless, Fearless oleh Cornelia Funke


Bayangan Mengendap oleh Jonathan Stroud


IT oleh Stephen King


Kalau mau subjektip sih pasti aja isinya bikinan om King semua. Hhahahaha, namun ya boleh silakan ubek-ubek blog ini kalau tidak keberatan dengan keriweuhannya. Yang jelas memang 2017 berbahaya banget untuk dompet. Lemari butuh tambahan teman sekaligus isinya. Apa daya ada dompet yang tertinggal menganga.


5. The Movies

Ciyee bisa bikin beginian. Semenjak adanya bioskop yang lumayan di kota ini, jadi rajin bertandang menonton pilem-pilem bagus. Nah, pilem apa yang membuat terkesan sepanjang 2017 ? (ripiu bisa juga dicari di blog ini untuk lengkapnya..)

soal psikopat ganteng
musikal nari-nari dan Gaston nan hebat


bapak, anak, kakek yang kesian banget




pilem animasi yang bikin dehidrasi karna nangis

mas mas baper yang ditipu oomnya sendiri


bang Maman nari n nyanyi dengan luarbiasa keren




Udah ? ahahaha. Tambahan serial tipi favorit : Sherlock sisen 4, the Good Doctor sisen 1, Stranger Things sisen 2, dan Game of Thrones sisen 7. Sejatinya karna cuma nonton empat serial itu aja, sok sibuk dan malesin nonton banyak-banyak. Lebih baik menghabiskan timbunan yang tiada akhirnya.

So, what's next ?
2018 mau ngapain ya, hmmm. Rencana mungkin banyak. Resolusi sih nggak ada. Cukuplah mengingat-ingat kalau bumi udah makin tua. Kurang-kurangin berantem ga penting, tolak persekusi, belajar terus biar pintar, dan sering pakai fungsi otak supaya tidak nyakitin orang dan nambah drama. Yah, smoga Sang Maha selalu sabar sama kita semua.



“...Dark times lie ahead of us and there will be a time when we must choose between what is easy and what is right..."
- Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore -

December 26, 2017

The Origin of Species

“...May our philosophies keep pace with our technologies. May our compassion keep pace with our powers. And may love, not fear, be the engine of change...”
- Edmond Kirsch -
Darwin's
Topik mengenai kapan alam semesta di mulai dan kapan berakhirnya masih menjadi hits di kalangan banyak ilmuwan. Yah, meskipun sebagian besar populasi manusia sibuk dalam dunianya masing-masing dan cenderung abai akan hal tersebut, sesungguhnya pertanyaan ini secara konstan terus mengemuka seiring berjalannya peradaban. Bila mengulik sejarah, kita tahu bahwa manusia adalah makhluk yang pantang menyerah untuk berevolusi dan terus mencari. Apa ? Bagaimana ? Kemana ?

Ketuhanan adalah area sensitif yang masih menjadi sumber perang dan perdebatan tiada akhir sampai kiamat. Agama yang beragam di dunia nyatanya tetap mengemuka entah karena ajarannya atau karena pertentangan antar umatnya. Belakangan, perseteruan antara sains dan agama semakin meruncing. Dianugerahi otak dengan kemampuan luar biasa, manusia mulai menemukan batas-batas yang dulunya hanya khayalan menjadi semacam penjelasan ilmiah berdasar yang dapat dibuktikan. Tidak ada lagi yang percaya soal Teori Geosentris, dimana bumi adalah pusat alam semesta. Copernicus yang dulunya diberangus oleh Gereja karena dianggap kurang ajar dan membangkang dengan mengajukan Teori Heliosentris, kini malah amat dihargai karena kebenarannya. Sejarah tidak melupakan tentang masa-masa gelap dimana sains ditekan sedemikian rupa karena takhayul yang dibela mati-matian.

December 24, 2017

You'll Float Too

“...What you fear most of all is - fear..."
- Prof Remus John Lupin -



Sebagai makhluk yang amat penakut, saya secara ofensif menolak semua anjuran dan ajakan teman-teman untuk menonton sebuah film adaptasi dari bukunya om Stephen King, berjudul IT, September lalu. Bukan apa-apa, liat trailernya aja udah bergidik. Namun pertahanan saya goyah karena suatu adegan dalam serial favorit saya secara implisit seolah menyinggung Pennywise, wujud badut dari makhluk bernama IT ini. Saya sudah tau kalau bukunya luarbiasa tebal, namun waktu ke ibukota tempo hari saya memutuskan untuk khilaf membelinya. Buku setebal 1376 halaman ini akhirnya bisa saya selesaikan beberapa jam lalu. Dan saya sudah menonton pilemnya sebelum membaca (ternyata pilemnya masih Chapter One, ga heran sih).

Sampai di sini bagi yang nggak mau kena spoiler, silakan menyingkir. Curhatan berikut mengandung perbandingan antara buku dan pilem. Jadi kalau nggak mau teracuni, huss, get out of here !