October 22, 2017

Lapar Tiada Akhir

“There are things that are too terrible to remember, and there are things that are almost too wonderful to recall.”


Judul curhatan ini bukan mengindikasikan kelakuan saya sehari-hari. Kelaparan saya tidak ada hubungannya dengan kisah kali ini. THE MONSTRUMOLOGIST - 2 : THE CURSE OF THE WENDIGO (judul terjemahan : KUTUKAN WENDIGO) adalah bacaan anyar terbaru yang saya selesaikan. Lantas apa hubungannya dengan rasa lapar ?
Saya sudah membaca buku pertama dari seri keren bikinan Rick Yancey ini tahun lalu (bisa dicek di sini), dan jelas saya suka. William James Henry, tokoh bocah malang dengan sang mentor- monstrumolog ternama yang terkenal bernama Dr Pellinore Warthrop, kali ini berhadapan lagi dengan jenis pemangsa manusia yang lain. Namun, kekelaman kisah ini entah kenapa memunculkan sisi romantis dan sedih yang berkelindan satu sama lain. Jelas saya jadi kepincut.

October 18, 2017

Bumi Berbadai

“In fact, ecological turmoil might endanger the survival of Homo sapiens itself. Global warming, rising oceans and widespread pollution could make the earth less hospitable to our kind, and the future might consequently see a spiralling race between human power and human-induced natural disasters. As humans use their power to counter the forces of nature and subjugate the ecosystem to their needs and whims, they might cause more and more unanticipated and dangerous side effects. These are likely to be controllable only by even more drastic manipulations of the ecosystem, which would result in even worse chaos.”
 -  Yuval Noah Harari -


Ketika kolega saya ingin nonton pilem Geostorm yang baru rilis di bioskop lokal, saya yang sedang dirundung kejenuhan dan butuh hiburan akhirnya ikutan. Pilem yang baru saja rilis ini syukurnya tidak membludak dan gampang diakses. Saya tidak perlu bergabung dengan para kids jaman now yang kehabisan tiket pilem remaja dan juga pilem horor kekinian. Maka jadilah nonton Geostorm dalam durasi kurang dari dua jam.

Nah, bagi yang tidak suka spoiler, silakan menyingkir. Saya ini penulis egois, jadi curhatan ini muncul dengan membabat batas-batas spoiler. Begitu kira-kira.

October 16, 2017

The Theory Of Everything

“We are just an advanced breed of monkeys on a minor planet of a very average star. But we can understand the Universe. That makes us something very special.”
- Stephen Hawking -



Reading slump adalah masalah cukup serius bagi penikmat buku macam saya. Maka dari itu setelah beberapa bundel Donal Bebek, saya mulai membaca lagi. Namun saya melakukan sesi bacaan paralel yang diisi berbagai buku. Akhirnya dari empat buku yang sedang on going, saya akhirnya berhasil menyelesaikan buku tipis berjudul RANCANG AGUNG, karya Stephen Hawking feat. Leonard Mlodinow. Jenis buku yang sepertinya bukan bacaan saya yang biasa.

Jadi, udah pindah ke fisika kuantum ?

September 28, 2017

Bebek Nomor Satu

"...Buku adalah pengetahuan, dan pengetahuan berarti kekuasaan dan kekayaan..."
- Gober Bebek -


Sejak bisa membaca sekitar umur 5-6 tahun, saya sudah dikenalkan kepada keluarga besar para bebek yang hidup di Kota Bebek. Setelah seuzur ini, kecintaan saya tidak berubah terhadap rombongan bebek unyu ini. Idola saya tentu saja Paman Gober, bebek terkaya plus terpelit sedunia, kemudian Donal Bebek, ponakannya yang sial, dan Kwak Kwik Kwek, tiga keponakan Donal yang lucu dan pintar.

Curhatan ini jadi semacam kontemplasi uneg-uneg saya karena sering berhadapan dengan komentar nyinyir dari berbagai kalangan, mulai dari mbak-mbak karyawan toko buku ternama, sampai teman-teman yang menganggap saya kekanak-kanakan karena masih membaca dan mengoleksi kisah para bebek ini. Bila anda membaca kisah apik Paman Gober secara keseluruhan, nilai sejarah, nasehat, dan segala ke-epik-an petualangannya akan membuat anda berpikir dua kali dalam mengambil kesimpulan singkat kalau kisah ini hanya untuk anak-anak.

September 23, 2017

Ular, Osiris, dan Horus

“...As far as I can tell, it doesn't make any difference to adults how clever children are. They always stick together. Unless you are sick or dying or mortally wounded, they will always side with the other adult...”

Topeng emas Tutankhamun

Peradaban Mesir Kuno telah menjadi sumber misteri berabad-abad dengan level antusiasme nyaris konstan tidak hanya bagi para arkeolog. Tidak mengherankan, dalam beraneka novel fantasi dan mitologi, kebudayaan Mesir ini selalu diajak ikut serta. Bukan hal yang tak lazim kalau berbagai barang magis, sihir, dewa-dewi dari kebudayaan Mesir ini terlibat dalam berbagai dongeng, novel, fiksi historis, dan berbagai karya lainnya.

Arkeolog kenamaan, Howard Carter, sekitar tahun 1900an telah berhasil mengungkap keberadaan Firaun termuda, Tutankhamun. Penemuan besar Carter ini menandai era emas penjelajahan Lembah Raja-Raja, tempat kebudayaan Mesir Kuno yang terus menerus dieksplor. Kisah Howard Carter dan Tutankhamun ini lantas dimodifikasi dengan lihai oleh James Patterson dalam novel THE MURDER OF KING TUT, yang cukup menarik dan menimbulkan tanda tanya. Belakangan, saya teringat kembali akan kisah novel ini pasca membaca sebuah seri middle grade dengan judul besar THEODOSIA THROCKMORTON.

September 19, 2017

Sang Tawanan, Si Nona Bayangan, dan Si Pendorong

“For every mother who ever cursed God for her child dead in the road, for every father who ever cursed the man who sent him away from the factory with no job, for every child who was ever born to pain and asked why, this is the answer. Our lives are like these things I build. Sometimes they fall down for a reason, sometimes they fall down for no reason at all.”

image courtesy : drewrowsome.blogspot.com

September adalah bulan bacaan yang cukup menyenangkan buat saya. Terbukti setelah menganugerahkan lima bintang penuh untuk Lockwood & Co, saya melempar lima bintang penuh lagi pada THE DRAWING OF THE THREE - THE DARK TOWER #2 (PENARIKAN TIGA UNSUR) buah karya dari oom Stephen King, penulis gaek rock n roll legendaris yang hits berat di tahun 2017 ini.

Melanjutkan kisah Roland Deschain, sang gunslinger terakhir dalam seri THE DARK TOWER, buku kedua berjudul PENARIKAN TIGA UNSUR ini muncul lebih apik, rapih, dan tentu saja tebal. Buku pertama yang cukup absurd dan memusingkan, yang meninggalkan banyak tanda tanya akhirnya berlanjut dengan epik dan kesan yang memuaskan.

September 16, 2017

Rutabaga !!!

"...Some readers might even think that I’m just making this story up. You might think that everything in this book is dreamy silliness..."
- Alcatraz Smedry -
Seorang bocah lelaki abege bernama Alcatraz Smedry mendapatkan hadiah misterius berupa sekantung pasir dari sang ayah kandung yang entah dimana keberadaannya. Lantas, kantung pasir itu malah hilang dicuri entah siapa. Ulang tahun ketigabelasnya yang harusnya meriah, malah menjadi kelewat 'meriah' dengan kehadiran seorang pria tua, Leavensworth Smedry, yang jelas mengakui bahwa dirinya adalah kakek kandung Alcatraz. Kemeriahan ini tidak berhenti begitu saja, petualangan Alcatraz berlanjut. Melibatkan keluarga kandungnya yang muncul entah darimana, serta optimalisasi kemampuan terbaiknya, yakni merusak sesuatu.