November 6, 2015

Hujan Inspirasi

Sang Maha Kreator memang super sekali...
Setelah segala sumpah serapah menyalahkan si anu, si itu, dan lain sebagainya terhadap azab asap, akhirnya doa-doa banyak orang dikabulkan juga, dengan cara yang amat manis dan ngangenin sekali. Hujan hadir di belahan bagian Indonesia yang terkurung asap berbulan-bulan dan selanjutnya membawa percikan langit biru serta bau petrichor yang khas di sela kemunculannya..
Makanya, belajar bersyukur.. Tuhan itu tau, tapi mungkin dia memilih menunggu, menunggu kita supaya kembali mengingat Dia..
Jadi di antara derasnya hujan di luar, saya kembali menulis...

Entah ada kesambet apa atau sekedar ikut-ikutan massa (alasan paling logis), saya mendaftarkan diri di situs penulisan internasional yang happening banget di kalangan teman-teman dunia maya. Dengan target 40.000 kata dalam satu bulan. Dan hingga detik ini, saya belum menuliskan sebentuk hurufpun.
Menunggu inspirasi ?
Ah, betapa amatirnya. Saya ingat bilang hal ini pada seseorang : inspirasi itu dijemput, bukan ditunggu. Tapi ironisnya, saya sendiri malah malas. Hanya berharap hampa pada kedalaman otak saya untuk mulai menggerakkan jari-jari dan memulai debut penulisan acakadul saya. Yah itulah, saya malah memilih menengok blog ini, dan menuliskan apa yang terlintas di pikiran saya selama beberapa waktu belakangan.
Ada yang baru dalam hidup saya, amanah baru tepatnya. Sekelompok makhluk mutan aneh menunjuk saya menjadi bagian baru dari mereka. Senang ? Banget. Excited ? Of course. Takut ? Jelas. Karena saya punya kerjaan menyampah di dunia maya secara terorganisir. Tidak acakadul semaunya seperti yang selama ini saya rasakan. New job ini. Begitulah.
Selanjutnya, mungkin keberuntungan Untung Angsa nempel sedikit di saya. Menang undian buku, menang lomba ini itu. Kecil dan sederhana mungkin. Tetapi anda harus tau, saya senangnya luar biasa. Entah mengapa saya rasanya pengen melonjak setinggi-tingginya saat tau saya jadi pemenang segala lomba dan undian itu. Norak sih saya, banget. Tapi saya bahagia, Tuhan tau sekali caranya bikin saya tersenyum.
Terakhir, dengan tidak sopannya, saya berharap hujan inspirasi segera hadir, dengan cara mengejutkan supaya otak saya jauh lebih berwarna. Hah, alangkah pemalasnya. Tapi Tuhan Maha Tahu, selalu dan selalu.

Dan sekarang, mari menantikan hadiah-hadiah manis dan buku-buku baru.
Bahagia itu sederhana, you choose to be happy, you choose happiness, and you'd be happy..^^



No comments:

Post a Comment