December 24, 2016

Demi Takhta Besi (Spoiler Alert !)

"..there are two sorts of people, the player..and the pieces.."
- Lord Petyr Baelish -

The Westeros' Houses
Kadang saya heran sendiri, half amazed sebenarnya. Kok bisa Opa G.R.R. Martin yang chubby dan endut itu bikin rancang bangun cerita sekompleks ini. Lihat aja ke-27 klan di atas. Sebagian besar turut andil dalam perang --yang ga terlalu penting-- untuk berebut takhta besi di King's Landing. Padahal jelas-jelas di utara sana ada bahaya non-manusia yang lebih mengancam (utara mana ? Cek aja peta Westeros ya, saya pusing, ga pandai baca peta).

Jadi akhirnya saya kelar juga baca novel terjemahan setebal 1200-an halaman lebih, berjudul Amukan Baja. Disadur dari A STORM OF SWORDS sebagai buku ketiga dari seri A SONG OF ICE AND FIRE yang sejatinya sudah booming duluan dalam serial tipi A GAME OF THRONES di HBO yang baru kelar musim keenamnya tahun ini (dan tetap bikin banyak orang bersumpahserapah, ckckck that b*tch).

December 16, 2016

Rogue Onie : Not A Star Wars Story

PNFI Goes To IRF 2016

Haloooo..
Tepat seminggu yang lalu, si Oni kabur liburan ke ibukota demi bertemu dengan rombongan orang-orang di foto tersebut dalam acara Indonesian Readers Festival alias Festival Pembaca Indonesia 2016 di Museum Gajah Jakarta Pusat, 10-11 Desember 2016.
Pertanyaannya kenapa segitunya sih nik ?

November 25, 2016

Mawar Berduri (Spoiler Alert !)

"..once upon a time, a girl had a father, a prince, and a society of friends...then they betrayed her...so, she destroyed them all.."
 
gambar dicomot dari deviantart


Kadang saya heran, kenapa agak suka masokis gitu baca buku yang nyakitin hati. Tapi ya itu, I can't help it. Setelah menyelesaikan buku ini kemarin, saya yang kebetulan lagi ada free time dan sedang malas membaca lagi, akhirnya kembali curhat. Harusnya saya bisa bikin review yang rapih kayak punya mas Raafi (bibliough.blogspot.com), atau bentuk model curhatan perbukuan yang lebih sistematis. Sayang aja kemalasan dan otak saya sinkron untuk ga sepakat bikin begitu.

November 21, 2016

Brain is The New Sexy : Lelaki dengan Otak Memikat

Halo, abaikan judulnya yang genit, hahahahaha.
Sebenarnya kenapa bikin judul begitu, ya standar kelakuan saya sih ya, abis baca buku yang agak membawa perasaan, pastilah kepikiran untuk nulis. Seperti biasa, ini curhat, bukan review sistematis. Cuma buat bikin diri sendiri bahagia aja (meluapkan kesenangan pasca baca buku bagus).
Jadi kalimat brain is the new sexy saya comot dari Irene Adler dalam episode A SCANDAL IN BELGRAVIA dalam Sherlok-BBC musim kedua. Ga usah ikutan dibahas (meskipun saya ingin), karna pastinya akan melenceng jauh dari topik (ga juga sih).
Sebagai cewek normal, cowok ganteng memang bikin gimana gitu, tapi, kalo otaknya juga ganteng, maka bakal berlipatgandalah pemujaan itu. Gak tau ya, di tengah badai heroine dalam buku-buku jaman kini, saya jadi cari-cari tokoh hero yang bisa diandalkan. Yang manusiawi, nggak flawless, tapi punya kecerdasan, bukan bekal otot atau look. Dan yep, buku menjawabnya. Buku-buku bikin kita jatuh hati sama karakter, yang muncul lewat kata-kata saja. It's amazing, yet amusing. Makanya buat kita pembaca, bisa banget fangirling-an histeris sama tokoh-tokoh cowok dalam buku.
Nah, setelah manjang-manjangin mukadimah, jadi saya baca apa sampai selebai ini ?

November 18, 2016

Dibalik Hati Perempuan : Curhatan Perbukuan dengan Tokoh Wanita Kesepian

Halo, kembali lagi bersama saya yang sok sibuk.
Kembali menulis curhatan random tentang buku-buku yang dibaca di bulan ini, yang nyatanya cukup mengusik pikiran dan perlu ditulis kemudian (ini semacam alasan supaya blog ini ada isinya gitu).
Sebenarnya saya masih dalam era kemalasan membaca, fluktuatif bangetlah. Tetapi, karena sudah dikasih buku gratis oleh Mommy Selvi (Ratu Kucing yang doyan nyodorin saya buku-buku bagus), daripada dicakar akhirnya saya membaca buku pemberian beliau dengan seksama.
foto dicomot dari gugel, semacam batu bekas pemenggalan di Islandia
Gambarnya jauh amat, yah ini karena buku yang saya baca ini berlokasi di Islandia, tahun 1800an. Berjudul BURIAL RITES (Ritus-Ritus Pemakaman), ditulis oleh Hannah Kent. Buku ini direkomendasikan oleh Mommy, PapaGent, NekRifda, dan MasPuji, dimana menurut mereka ceritanya begitu dalam dan bikin hampa. Lalu setelah membacanya apakah saya merasakan hal yang sama ?
Ini cover versi Indonesianya, oleh GPU

November 6, 2016

Dibalik Beraneka Keganjilan : Ketika Ada Kubah, Himpitan Semesta, dan Segala Hal Yang Tak Masuk Akal

Akhirnya saya menulis lagi di minggu pertama November yang cukup melelahkan ini. Bukan hanya karena aktivitas harian, tetapi juga bacaan melelahkan yang barusan saya selesaikan. Still, chill ran on my spine.
Jadi saya baca apa ?
Begini, tahun lalu (tepatnya akhir tahun), saya mendapatkan dua buah buku berjudul Di Bawah Kubah, bikinan om Stephen King yang tersohor itu. Buku ini udah dibikin serial tipi (ga niat nontonnya tapi), dan tergolong buku sukses om King seperti yang lainnya. Di Bawah Kubah alias Under The Dome adalah suatu novel panjang yang terpaksa dibagi dua, menceritakan suatu keganjilan mengerikan yang terjadi di sebuah kota bernama Chester's Mill, yang tiba-tiba ditutupi oleh kubah gigantis transparan di tengah terang benderangnya hari.
Ini Kubahnya, saya googling
Sekitar empat ribu penduduk terkurung di dalam, nggak bisa keluar. Dan semuanya mencoba menghancurkan kubah dari luar maupun dari dalam. CHAOS, jelas saja. Kubah antah berantah ini gak bisa dirudal, ga bisa ditembakin, yang ada malah memantul. Membentang menutupi keseluruhan kota. Semacam tudung saji raksasa.

October 22, 2016

Panas Membara dan Demam Semesta : Humanity Isn't Human (Spoiler Alert !)

"..the hottest place in hell are reserved for those who, in time of great moral crisis, maintain their neutrality.."
- Dante Alighieri -
Hai..
Melanjutkan edisi pundungan dan menyingkirnya si Oni, maka kali ini saya akan curhat lagi mengenai kelakuan beberapa hari ini. Tidak ada yang signifikan, hari-hari yang biasa, buku-buku, dan semacam kejutan hadirnya wahana sinema gede di kota ini yang update dan kekinian. Maka, di tengah mood swing yang luar biasa, saya memutuskan untuk mendatangi tempat tersebut di hari pertama pembukaannya, dan nonton film adaptasi dari buku yang sudah saya baca di Oktober 2013 lalu.
Ini bukunya, sama embel-embel tiket nonton pilemnya (sendirian lah)

October 19, 2016

Sehangat Sayap Malaikat

Flame feather by Anonimous Artists
Have you asked yourself : Do monsters make war or Does war make monsters ?
Monster mungkin menjadi tema besar bulan Oktober ini. Entah saya sok menyamakan dengan Halloween atau apalah, but still, bacaan saya kayaknya muter-muter disana aja. Kalau mau curcol sedikit (kapan sih nggaknya), saya juga masih melawan sesuatu dalam diri yang bikin badan saya ga enak beberapa hari belakangan (do not forget, the mind, my mind also included). Maka baru beberapa jam lalu, saya akhirnya menuntaskan buku ketiga sekaligus terakhir dari seri DAUGHTER OF SMOKE AND BONES karya Laini Taylor. Semacam paranormal romance katanya, tapi sih buat saya kadar romansanya tidak bikin iyuh muntah darah, malah saya lebih berfokus pada nilai-nilai filosofis dan selipan religius yang dengan lihai dijahitkan oleh penulisnya. But please, bagi yang kebetulan baca curhatan ini, jangan berdebat panas yah, mengingat situasi negeri yang mendadak penuh dengan segala keanehan ironis.

October 16, 2016

Monsters Are Inside Us : Another Life's Joke

Bulan penuh hujan, dingin, dan kelam..yah, Oktober ini kayaknya gak perlu ramalan cuaca. Cek aja siluet langit. Abu-abu seperti kata mas Tulus : Langit Abu-Abu (semacam lagu favorit saya bulan ini dan bulan kemarin).
Oke, sesuai judul, saya akan semacam curhat pertengahan bulan mengenai beberapa hal. Terkait dengan judulnya, seperti biasa, ada buku yang akan saya bahas, sekalian cerita lain dalam hidup saya belakangan. Kalau ga mau baca, yaudah skip, ga usah repot (saya anaknya pundungan, tapi kalo disodorin makanan favorit biasanya luluh -- receh gitu ya..).
Jadi saya kehilangan hasrat membaca yang lumayan di awal Oktober. Pasca kelar bikin ripiu seadanya soal bukunya mas Haditha (Nagaraga itu..), saya gegulingan ga jelas di kamar, melukin boneka panda, mengabaikan rintihan timbunan dalam lemari. Lalu ga tau yah, setelah susah payah menyelesaikan CANDY MAKERS-nya Wendy Mass, buku manis-hangat, akhirnya saya tergerak untuk membaca lagi. THE MONSTRUMOLOGIST - Rick Yancey. Buku terjemahan yang nongol akhir bulan kemarin.
Nih, Ini buku pertama ya

October 5, 2016

Pencarian NagaAksara

Yeaayy..sudah Oktober..
Baiklah kali ini saya akan mencoba menyinyirin sebuah novel lokal (masih belum resmi di-published) yang ditulis selama setahun setengah lebih oleh sohib geng admin PNFI/geng absurd Dreamland Fantasy/geng apalah lagi yang penting seru. Sebut saja namanya Didit, alias Haditha. Beliau ini udah nulis beberapa buku, yang resmi diterbitkan baru satu, yaitu Anak Pohon (saya baca duluan sebelum diterbitkan, dan suka, meskipun perlu banyak revisi).
Buku yang tebal dan terdiri dari dua volume ini totalnya memiliki 90 bab (buseett), dengan mengambil setting semesta alternatif dari lima kerajaan yang berburu Naga. Yep, naga-naga era baru dengan berbagai macam kelebihan. Naga ini berhubungan dengan pengendalinya, dengan ikatan sumpah darah, disebut sebagai Nagawana. Sepintas mungkin teringat suatu novel berseri karya Christoper Paolini. Tapi jangan skeptis dulu. Nagaraga ini potensial, dan plis jangan anggap saya subjektif. Sejatinya cerita ini punya inti kejahatan vs kebaikan yang dikemas lumayan berliku.
Ini covernya, cakep kan (abaikan si Angry Bird item)

September 24, 2016

Hamparan Padang Pasir Magis Nan Romantis (eaaaa)

"...kekuatan dibalik kata-kata, terletak pada orang yang mengucapkannya.."

Salam hormat untukmu, Sayyidi...
Ngek, kesambet apa si Oni..hahahaha.. maafkan ya. Ini semua terjadi karena tulisan ini dibuat segera setelah menuntaskan buku romansa-magis yang katanya merupakan versi retelling dari 1001 Malam - Arabian Nights yang terkenal itu. Saya terjerat, sungguh terjerat. Kekuatan kata-kata dalam seri ini sangat memikat. Entah karna terjemahannya yang oke atau memang bahasa aslinya memang sudah menawan (sepertinya memang keduanya). Saya puas, terharu, dan bahagia bisa membacanya.
Seri apa sih ? Heboh bener (kapan si Oni ga heboh kalau baca buku ?). 
THE WRATH AND THE DAWN, merupakan debut Renee Ahdieh, penulis wanita yang berhasil menceritakan kembali romansa ala 1001 Malam dengan manis-pahit-menyayat yang gak tau bisa bikin saya begitu terpikat. Nongol April 2016 lalu buku pertamanya, kemudian dilanjutkan dengan THE ROSE AND THE DAGGER, buku keduanya di September 2016 ini. Syukurlah, syukurlah hanya dwilogi (kebayang aja mabok bener nungguin sekuel yang panjang-panjang, sementara antrian wishlist gak pernah ada kurangnya).
Ini cover edisi Indonesianya, cakep banget, makasih Penerbit Pop

September 16, 2016

Battle Royale : Bloody Disgusting Yet Very Amusing (Spoiler Alert !!)

Nah, mulai dari mana ya...
Baiklah, curhatan ini terjadi disebabkan oleh sebuah buku berjudul BATTLE ROYALE, edisi bahasa Inggris, yang ditulis oleh penulis Jepang bernama Koushun Takami. Sejatinya buku ini nongol di Jepang April 1999, dengan isi cerita yang menyusahkan. Kemudian karena sepertinya keren dan booming akibat filmnya yang nongol tahun 2000, maka dibuatlah edisi inggrisnya (ga berharap edisi bahasa Indonesia, susah izinnya).
Berawal dari kelakuan bang Rendy salah seorang personel grup PNFI yang membawa buku berwarna merah ini pas Migaring (Mini Gathering) untuk dipinjamkan ke Mommy Selvi via Mbak Gigit, maka jadinya saya resmi digoda dan diracuni untuk ikutan membacanya. Mbak Gigit yang baca duluan, kemudian histeris, disusul Mommy yang juga histeris, akhirnya mengirimkan buku ini ke saya (literally dikirimkan), dan sampailah buku ini di rumah beberapa hari lalu. Saya langsung baca, karena dipinjemin (syukurlah, beli harganya mahal amat), dan seperti yang sudah ditebak, saya juga histeris.
nah ini dia cover bukunya
Buku ini sudah difilmkan, ada komiknya juga, tapi seperti biasa saya memang ketinggalan dalam membaca buku-buku bagus. Tentang apa sih sebenarnya ? Oh, cuma bunuh-bunuhan aja kok. Serombongan remaja (tepatnya 42 orang, 21 cewek, 21 cowok) yang satu kelas, dikirim ke sebuah pulau, untuk dipaksa saling membunuh teman masing-masing, hingga tersisa satu yang hidup sebagai juaranya. Mereka dipasangin semacam kalung logam buat deteksi sekaligus penyadap suara sekaligus bom, dikasih senjata dan perbekalan masing masing. Dalam penjelasan peraturannya aja udah 2 yang tewas, meskipun game nya belom dimulai.

September 11, 2016

Dilan : Punggung Yang Menjauh Perlahan (Spoiler Alert !!!)

Halo...
Kembali lagi dengan curhat buku bacaan ala si Oni yang kurang kerjaan. Kali ini saya akan membahas buku (tepatnya 3 buku) tentang seorang cowok bernama Dilan. Setting-nya Bandung tempo dulu, tahun 1990-1991.
Dilan 1990, Dilan 1991, dan Milea
Saya tidak akan mengulangi kata-kata manis dan quotable milik Dilan, cowok tengil memikat ini. Tetapi buat saya yang awalnya dapat buku pertamanya gratisan (dari ibu suri editor), saya nggak nyangka bakal naksir cowok ini. Tetapi saya akan berada di posisi adik kelas yang naksir diam-diam, yang hanya melihat sepak terjang bang Dilan dari kejauhan. Melihat betapa kokohnya punggung berseragam SMA kucel itu menjaga apa yang menjadi prinsipnya, dan menjaga hatinya buat kak Milea yang beruntung.

September 4, 2016

I Get Orwelled

Ketika si Oni sedang rajin menulis (baca : curhat), tentang buku-buku yang dibacanya...maka terjadilah..
Kali ini bukan bacaan di genre yang biasa saya baca. Ceritanya begini, sebenarnya tumpukan bacaan September saya sudah ada, belum lagi wishlist yang nongol di awal bulan ini. Tau-tau, ada buku berwarna merah muda menyala bergambar babi nongol di toko buku langganan saya, dan saya menyambarnya begitu saja.
ini dia buku merah muda itu
Sejatinya, buku ini sudah sering wira-wiri dimana-mana, sempat direkomen oleh teman-teman di jagad perbukuan saya. Sebenarnya saat mau membaca buku tipis 140-an halaman ini, saya sedang membaca novel fantasi, namun karna bosan, stuck dengan kegalauan tokoh-tokoh utamanya, saya akhirnya keluar dari comfort-zonenya saya. Tumben bener.
Lantas ? Dapat apa ?

August 31, 2016

Ada Donat, Bolu Gulung, Roti Salut Gula, dan Rombongan Hantu

Anthony Lockwood - Lucy Carlyle - George Cubbins (ilustrasi fanart dicari di google)
Meskipun sebagian besar judulnya adalah nama makanan manis, sebenarnya curhatan saya kali ini bukanlah soal makanan-makan tersebut, tapi lebih kepada dua kata terakhir di judulnya. Yep, seri yang akan saya bicarakan ini berfokus pada hantu dan sejenisnya, tepatnya perburuan dan pembasmian hantu.
Bagi pembaca novel fantasi mungkin lumayan familier dengan oom Jonathan Stroud, penulis trilogi Bartimaeus, cerita tentang kehidupan si jin sarkastis yang amat menarik meskipun endingnya nyakitin. Nah, si om yang lumayan produktif ini (Bartimaeus Trilogy, The Solomon Ring, The Leap, The Last Siege, Heroes of The Valley), sekitar tahun 2013 menelurkan seri baru (katanya bakal 5 buku), dengan judul besar : LOCKWOOD & CO.
Mengambil setting Inggris (lagi), seri ini mengisahkan wabah hantu yang melanda negara tersebut selama 50 tahun. Wabah hantu ini menyebabkan keresahan dan bahaya di masyarakat, mulai dari gangguan remeh temeh, sampai ke kematian. Hantu-hantu disini memiliki beberapa tipe, mulai dari tipe I yang nggak berbahaya, tipe II yang mengerikan, dan tipe III yang belum teridentifikasi dengan benar karena saksi matanya keburu tewas duluan. Om Stroud membuat banyak istilah perhantuan yang lebih spesifik dan bikin merinding (literally), sekaligus berkesan ilmiah. Para hantu ini dapat dibasmi dengan menemukan dan memadamkan Sumber, yakni benda apapun yang menjadi 'jembatan' antara si hantu ke dunia nyata. Garam, lavendel, suar magnesium, besi, perak, adalah senjata utama.

August 25, 2016

[SPOILER ALERT !!] Perang Para Putri dan Kesatria

Cinder-Kai, Scarlet-Wolf, Cress-Thorne, Winter-Jacin
Hai..
Sebelumnya maafkan saya, bagi semua geng baper The Lunar Chronicles di grup tercinta, saya udah ga tahan buat menuliskan ini..
Belakangan, retelling dongeng lama mulai menjadi salah satu pilihan munculnya ide-ide baru novel jaman kini. Saya nggak akan nyebutin judul-judulnya, lumayan banyak yang berkeliaran di luar pengetahuan saya. Maka, tanpa perpanjang mukaddimah, saya akan membahas seri THE LUNAR CHRONICLES : CINDER - SCARLET - CRESS - WINTER yang baru hari ini saya selesaikan buku terakhirnya.

August 20, 2016

Maaf Roy, Kita Tak Sejalan

Hai..
Selama beberapa minggu ini, saya mencoba membaca novel lokal non fantasi, di sela-sela bacaan fantasi saya yang biasa. Nah, kebetulan, di cafe buku langganan saya, sedang diobral satu boxset novel lokal yang katanya terkenal di zamannya. Sekitar akhir 80-an, dengan judul besar BALADA SI ROY.
Seri karya penulis kenamaan Indonesia, Gol A Gong ini, diakui menjadi bagian dari tren bacaan anak muda di jamannya kala itu. Roy, anak SMA berusia jelang 18 tahunan, memulai kisah hidupnya sendiri yang lumayan pelik dan berliku. Tetapi, menurut hemat saya, lebih sering disebabkan oleh pilihan hidupnya sendiri.

August 10, 2016

Terperangkap dalam Jalinan Benang Sutera

Hai..
Dengan judul norak bombastis seperti biasa, kali ini saya akan mengulas perasaan saya setelah membaca dua novel yang cukup menyita perhatian di awal Agustus 2016 ini. Kenapa menyita perhatian ? Karena saya cukup thrilling dan excited saat membacanya. Yuklah dibahas.
Mengusung tagline : A new dawn, A new desert, maka munculnya novel baru yang terbit Februari 2016 ini lumayan berhasil. Sampul depannya yang cakep banget udah bikin kesan magis tersendiri. Jadi novel ini masuk daftar wishlist saya (yang ga jelas seberapa panjang), berharap diterjemahkan. Eh taunya saya memang suka kecipratan serbuk keberuntungan. Sebuah kado ulang tahun (ultahnya saya bulan Mei ya, kalo masi mau kasih kado, boleh aja) dari sahabat saya ternyata isinya buku cantik ini (see, bahagia banget kan.)

magis dan megah banget covernya
Saya memang punya semacam ketertarikan tersendiri terhadap cerita-cerita berlatar padang pasir. Mulai dari Arabian Nights alias kisah 1001 Malam yang terkenal itu (yang mana diretelling oleh Renee Ahdieeh dalam dwilogi  THE WRATH AND THE DAWN - curhatan menyusul kalau udah baca buku keduanya), THE SOLOMON RING (prekuel-eh bukan-cerita si jin Bartimaeus di zaman Ptolemy), dan tentu saja THE GOLEM AND THE JINNI karya Helene Wrecker yang bikin hati empot-empotan saking terpikatnya. Kemagisan padang pasir ini memang sudah selayaknya dimanfaatkan menjadi cerita cerita bagus.
Nah, di REBEL OF THE SANDS karya Alwyn Hamilton (yang katanya bakal trilogi-cih,menunggu deh lanjutannya), mengusung tokoh utama cewek (lagi trend nih) yang menolak dipaksa menikah, dan pengen mencari peruntungan di kota besar, escaping, dan menemukan kembali adik dari ibunya yang telah meninggal. Amani, nama tokoh utama kita, jago tembak, cantik tentu saja (cuma ketutupan pasir keknya-ups,garing), harus berjuang keluar dari kungkungannya. Awalnya saya agak bosen, karena tokoh heroine di buku jaman kini banyak banget. Yang ini apa bedanya ?
Dan skeptisnya saya kejawab. Buku ini penuh aksi, belum lagi tokoh-tokoh cowok misterius (dan ganteng bikin meleleh) nongol satu persatu. Belum lagi akhirnya Amani akan terseret dalam pemberontakan kekuasaan yang sah terhadap Raja. Yang saya suka, jalinan entitas gaib dan sihir di buku ini sangat Arabian sekali. Deskripsinya lumayan creepy dan old. Dan saya berharap akan dieksplor lebih banyak di buku keduanya nanti. ( Ada Buraq dan Jin Pasir berbagai bentuk yang sering muncul dalam dongeng-dongeng). Such a magical adventure.

July 22, 2016

And Yet We Have To Let Go of The Book, The Story, and of course with Laugh and Tears

Hi..
Problema pembaca buku baperan kayak saya adalah book hangover. Membaca novel fantasi yang berseri, menimbulkan kepuasan tersendiri, sekaligus menyakitkan, karna di buku terakhirnya, kita akan menerima kenyataan kalau petualangan kita udah selesai, dan kita harus say goodbye dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Super ya, drama banget gueh, tapi ya gimana. Kenyataannya memang demikian.
Yok kita mulai dengan buku jahat-bikin nangis-gak rela-sakit hati-sampai lempar bukunya ke kasur terdekat (karna kalo lempar ke tembok takut rusak), yakni WARRIOR WITCH, buku terakhir dari THE MALEDICTION TRILOGY karya Danielle.L.Jensen. Setelah dua buku sebelumnya bikin emosi karna cliffhanger, maka buku terakhir ini nyakitin banget, kelar sih, tapi bikin termenung.
Cover Edisi Asli
Nungguin terjemahannya kayaknya nggak ada harapan, jadi kalap beli aslinya (alah alasan), bahasanya gak serenyah novel kebanyakan, perlu usaha fisik dan mental buat menamatkannya (serius loh ini). Terus di beberapa bagian emosi, nangis, dan akhirnya goodbye Cecile dan Tristan, selamat kembali ke dunia Troll yang penuh cahaya matahari. (masih sebel sama si ratu es, dan peluk peluk sayang buat si kembar Vincent-Victoria, plus hati hilang sebelah karna Marc--sudah ah, baper).

Bara Api Jingga

Cerpen ini dibuat dalam rangka mengikuti Giveaway Penggemar Novel Fantasi Indonesia bulan Juli 2016


Sabtu, 16.47 WIB
            Ruang rapat mulai kosong. Hiruk pikuk diskusi alot tadi sepertinya sudah menghilang begitu saja, digantikan dengan sisa-sisa kertas dan whiteboard yang penuh coretan. Hanya tinggal Jingga yang masih sibuk dengan laptopnya, mengecek berulang-ulang semua persiapan, rundown, sponsor, perlengkapan, dan segala celah dalam penyelenggaraan Festival Budaya Kampus minggu depan. Jingga, sang Ketua, sedikit perfeksionis, membatin berulang-ulang kalau acara ini harus sukses dan meriah sampai penutupan selesai. Dengan harapan festival ini akan jadi kenangan manis bagi semua yang menyaksikannya.
            “ Mas Jingga, saya duluan ya, permisi.”
            Jingga kaget, dia pikir dia tinggal sendirian. Ternyata Rem barusan pamit.
            Remiza Astria, mahasiswi semester 3 dari Fakultas Psikologi yang sedikit menggugah rasa ingin tahunya. Kacamata, kucir kuda, ransel biru tua, dengan tampilan seperti anak SMA, tak lupa kamera SLR besar yang dibawa kemana-mana. Menarik, pikir Jingga. Tetapi sayang, Rem selalu ditemani Mo, seperti pengawal pribadi, dan akan sulit bagi Jingga untuk mencoba mendekatinya.
            Bukan berarti tidak bisa, batin Jingga.

June 22, 2016

Flora and Ulysses, The Illuminated Adventure : A Children Book is not just for children

" Nothing would be easier without you..because you are everything..you are the ever-expanding universe to me.."
( Ulysses's Poet to Flora)
Ketika ada festival buku impor bertajuk Big Bad Wolf yang hadir di Indonesia sekitar Mei 2016 lalu, saya tentu saja tak mau ketinggalan untuk nitip buku-buku bagus ke teman yang nongol di acara tersebut. Sebut saja namanya Mommy Kitty, ibunda tak sengaja dari kami para maniak fantasi. Kemudian, di luar wishlist saya yang justru banyak tidak ditemukan, saya malah membeli buku-buku lain. Dan kebanyakan berasal dari bagian Children and Middle-grade.
Membaca buku itu menyenangkan, tentu saja. Hiburan tak terbatas yang bikin bahagia. Dan entah mengapa justru di buku yang di luar usia saya ini, malah saya merasakan pencerahan dan perasaan yang begitu manis, murni seperti anak kecil seharusnya. Mungkin saja karena menolak dewasa, tapi tidak, ketahuilah, kalau kita yang dewasa berdasarkan rentang waktu ini, sebaiknya sekali-sekali mencoba mencari referensi bacaan dari buku-buku ini.

May 31, 2016

Tenggelam dalam Samudera, Terdampar di Antah Berantah, Kembali dengan Kunci Tua

Edisi Asli
"..lay on my bed, lost myself in the stories..i liked that, books were safer than people anyway.."

Sepenggal kutipan dari novel The Ocean At The End Of The Lane, karya penulis favorit saya, Neil Gaiman. Sejujurnya saya sudah membaca edisi terjemahannya dengan judul Samudera di Ujung Jalan Setapak, sekitar tahun 2014 awal. Dan saya suka, meskipun ada beberapa hal yang tidak saya pahami. Makanya, begitu buku aslinya dijual dengan harga lumayan miring (tanpa ongkir pula), maka saya tak pikir panjang, merogoh kocek akhir bulan untuk mendapatkan edisi asli ini. Dan it's absolutely worth it. Buku ini ' menenggelamkan' saya dalam samuderanya. Bahasanya sederhana, tapi 'rasa' bukunya luar biasa.

May 20, 2016

Tidak Utuh dan Tercerai Berai (Spoiler Alert !!)

Tidak biasanya saya curhat tentang buku secara terpisah, tetapi maafkan saya, perasaan itu begitu kuat dan bikin saya gatal untuk menuliskannya..
Pernah menantikan terjemahan buku sampai bertahun-tahun ? Menanti dengan galau mau nyerah beli impor atau tetap setia menunggu (sama seperti si Cinta yang nungguin Rangga --main nyama-nyamain aja..) ? Problema banget buat booknerd macam saya. Dan buku ini adalah penyebabnya. Buku yang bikin saya gemetar ketika akhirnya ada di tangan saya, terharu ketika merobek segel pembungkusnya. Finally..(oke mungkin saya berlebihan, tapi percayalah, ada orang-orang di luar sana yang paham sekali perasaan ini..)

May 4, 2016

Supernova : Peretas Gulali dari Gugus Donat (Spoiler Warning...!!!)

Halo..Assalamualaikum semua..
Saya menulis lagi.. tepatnya melaporkan sekaligus pamer pada khalayak kalau saya akhirnya udah kelar baca 6 buku Supernova yang kemaren booming gitu buku terakhirnya. Dan percayalah, ini adalah bentuk apresiasi alakadarnya dari saya terhadap kesuksesan mbak Dewi 'Dee' Lestari dalam menulis rentetan kisah dan kepingan ini..(ciyehh), karena sejatinya, saya masih suka memandang sebelah mata karya sastra dalam negeri masa kini.
Okeh, skip mukaddimah. Kenapa memutuskan membaca ?

April 28, 2016

Panggilan Sang Monster untuk Berpetualang (Sebuah Laporan Bacaan yang Terlambat)

A Monster Calls oleh Patrick Ness
Benar-benar petualangan yang panjang...
A Monster Calls - Panggilan Sang Monster adalah buku super bagus karya Patrick Ness yang menguras perasaan..begitu dekat, sederhana, tapi mampu bikin saya terisak-isak. Tentang kehilangan, merelakan, amarah, dan bagaimana begitu mudahnya kita menyakiti orang-orang yang kita sayangi..deeply touched me. Ditambah ilustrasi keren dari Jim Kay (yang udah bikin saya histeris lihat karyanya di Harry Potter and the Philosopher's Stone : Illustrated Edition), bikin hanyut sekali, dan beneran mencengangkan...

Pesona Sinema Lama

ou captain..my captain..!!
Hai..akhirnya bisa menulis lagi sejenak di antara jadwal duniawi yang padat (sombongnya..). Kali ini saya ga ngomongin atau pamer buku-buku yang saya baca, tapi bakal pamer film apa saja yang saya tonton sepanjang April 2016 ini.
Ini bukan resensi, cuma sekelumit variasi tulisan saya supaya otak ga tumpul. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan pada donatur donlotan film-film kece ini. Sungguh mencerahkan hari.Sejatinya, film-film yang saya tonton ini hadir di jaman saya belom lahir. Kenapa pengen nonton? Karena mungkin saya sedang bosan dan butuh hiburan. Pusing liat pilem superhero berantem dengan berbagai versi karna masalah prinsip atau apalah. Anyway, i'm not into superheroes at all.
Dead Poets Society (1989)
 Membuka tulisan ini, saya langsung pajang poster Dead Poets Society (1989), film jadul yang dibintangi almarhum Robin Williams ini yang paling menyayat hati. Direkomendasikan oleh banyak kalangan, film tentang guru sastra dan murid-muridnya, mimpi, pencarian, hingga musibah yang menyedihkan, membuat sang guru yang diperankan oleh om Robin terpaksa mesti hengkang dari pekerjaannya. Sederhana tapi dalem, bikin sedih dan terngiang-ngiang.

March 30, 2016

The Awesome Booknerds

Mini Gathering PNFI 19 Maret 2016

Judul tulisannya agak gimana gitu yaaa..tapi beneran..they're all awesome..
Jadi ini acara apa ? Akhirnya, grup tempat saya berbagi kegilaan buku bisa juga melaksanakan kopi darat alias gathering kecil-kecilan. Bela-belain bener melarikan diri sejenak, akhirnya saya ketemu langsung dengan orang-orang ini..damn, really exaggerating..ihihihi..
Segitunya nik..
Bukan mau melebih-lebihkan..sejak bergabung dalam grup ini lebih dari dua tahun yang lalu, wawasan perbukuan saya terbuka lebar sekali, teracuni, overdosis, ujung-ujungnya duit abis. Kegemaran saya membaca novel fantasi ternyata juga dirasakan oleh rombongan ramai ini..senang, bahagia, ada juga kelompok orang di luar sana yang bisa histeris karena plot twist dalam buku favorit, fangirling-an sama tokoh yang bahkan kita ga tau mukanya kayak apa dari berbagai buku, belom lagi segala ke-absurd-an, teori-teori, hujan informasi yang random...waaaahh..
Mereka berasal dari berbagai profesi.. mahasiswa, IT, tenaga kesehatan, editor, pekerja kantoran, PNS, percetakan, dari dunia perbukuan, emak-emak, om-om, adik-adik lucu kinyis-kinyis..dan..yang ga nongol pun ada yg masih SMA, sama aja nerdnya.. bangga..jelaass..ahahahaha
Yang bikin saya semakin excited, karena kita udah curhatan geje di dunia maya, belom lagi tiap hari itu message ampe beratus-ratus ntah ngomongin apa...absurd asal senang..
Saya bersyukur sekali dikasih kesempatan kenal dan ketemu sama orang-orang ini...berharap bakal gathering lagi (tapi harus nabung dulu, tiketnya gituloh bang, kerja keras dulu hayati..), dan semoga mereka juga merasakan yang sama..
Books unite people...
^^

-sekian..tak bisa banyak berkata-kata, love you all guys-

March 18, 2016

Terdampar


(Diceritakan kembali dengan seenaknya dari penghujung bab terakhir Gerbang Ptolemy karya Jonathan Stroud)

Giveaway PNFI The Wheel Of Doom Writing Challenge


Nathaniel
            Good bye.”
            Nathaniel memejamkan matanya, mengingat siluet Kitty yang menghilang dihadapannya. Dia harus menghentikan Nouda, meskipun dia tau, satu-satunya jalan yang akan ditempuh adalah mengorbankan nyawanya sendiri. Dia meraih sisa kesadarannya dan merasakan kehadiran Bartimaeus, agak kaget dan keheranan. Sang jin itu tau pasti apa konsekuensinya.
            Tidak ada jalan kembali. Nathaniel menggenggam Amulet di lehernya, memegang dengan erat tongkat di tangannya. Mendaraskan mantra-mantra. Lalu ledakan cahaya hadir tak terbendung. Jutaan partikel materi berontak seakan udara dirobek. Suara keras membahana memekakkan telinga.
            Yang tersisa hanya puing-puing. Dan Nathaniel menghilang.

March 2, 2016

Sometimes, All I Need Is Magic

..hati itu dipilih..bukan memilih..

Ahahaha, kesambet apa saya comot kata-kata itu dari sebuah film lokal yang disadur dari novel sukses yang belum saya baca. Sedikit mengingatkan akan kondisi saya sebelum-sebelum ini, selalu memilih, bukan dipilih.
Okay, forget it..back to the show..
Akhirnya bulan Maret sudah nongol. Cuaca kota tempat saya tinggal sedang lucu-lucunya seperti abege labil masa kini, kadang hujan deras sekali, kadang panas luarbiasa. Maafkan Hamba-Mu ya Rabb, bukannya mau mengeluh terus, tapi ya gitu..curhat sedikit pada dunia.
Sepertinya blog ini akan terus diisi dengan review sekedarnya dari buku-buku yang telah saya baca..sekalian pamer sih (oh, gitu..). Tapi serius, saya lagi malas menjemput inspirasi untuk menulis cerita apapun, padahal sedang ada lomba yang saya ikuti di komunitas pembaca tempat saya bernaung.
Jadi sudah baca apa saja saya..?
Sesuai dengan judul tulisan ini, ALL I NEED IS MAGIC..
Saya mengalami sedikit penurunan dalam 'rasa kepuasan' membaca, akhirnya memutuskan untuk kembali ke genre fantasi favorit saya yang ada sihirnya-naga tentu saja-dan petualangan anak-anak (atau remaja mungkin), dengan problema kebaikan versus kejahatan. Menarik beberapa buku dari timbunan, saya lantas memilih buku Magic Thief karya Sarah Prineas, tiga buku dengan warna dan ilustrasi kece yang bikin hati saya lumayan hangat. 
ini bukunya, warnanya bagus sekali

January 31, 2016

Hidup Bukan Hanya Tentang Kamu Saja

Yes..i just a very common form of particle in the entire universe..
Gak kerasa bulan pertama tahun ini udah mau habis dalam hitungan jam (saat tulisan ini diketik..), dan saya akan merekap apa saja yang saya lakukan di sepanjang bulan ini.
Selain pekerjaan rutin harian yang masih sok sibuk, alhamdulillah saya masih sempat membaca beberapa buku-buku dan cerpen dan dongeng dan curhat dan apalah apalah di sekitar saya..kita rekap sedikit ya..
Di akhir desember 2015, tergoda cover yang super kece dan ditambah review tentang sang pengarang eksentrik ini, akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan empat buku dari seri Penjelajah Antariksa karya eyang Djokolelono ke dalam koleksi saya..
Noh..kece badai banget covernya
Seri penjelajah antariksa ini menceritakan petualangan manusia masa depan yang menyebut dirinya sebagai manusia Terra, pindah dari bumi yang kita kenal, menuju ke planet-planet lain yang mungkin untuk ditinggali. Tokoh utama kita adalah 4 bersaudara Veta,Vied,Stri, dan Raz. Sekelompok anak (dan remaja) ini mesti berjuang untuk bisa berkumpul kembali dalam suatu keluarga utuh, menjelajah antariksa yang mahaluas. Luarbiasanya, meskipun awalnya sempat bingung (saya masih lemot sih), seri penjelajah antariksa ini pertama kali keluar tahun 1985 (helaw..belom lahir saya), dimana mungkin saat itu sedang trend sekali masalah fiksi ilmiah astronomi yang akhir tahun ini gempar kembali akibat StarWars Episode VII. Saya merasa tergugah dengan kepiawaian eyang Djoko. Beliau berhasil mengolah perang antariksa dengan kata-kata hebat, membuat saya berasa membaca komik asik tanpa gambar. Dan mungkin saya harus nonton StarWars (saya adalah bagian dari populasi di dunia ini yang belom nonton film epik tersebut satu seri pun). Saya udah janji mau minta sama si panda, sahabat saya, tapi entah kenapa belom juga terealisasi.

January 19, 2016

Anemon Laut

Kalau dipikir-pikir, si anemon mungkin jauh lebih tangguh dari saya.
Di sela-sela jam kerja yang sepi, hujan deras, baterai henpon habis, tapi untung ada laptop dan wi-fi gratis, akhirnya saya menulisi blog sepi berdebu ini. Dengan mencomot gambar seenaknya dari google, dari kemarin-kemarin kepikiran membandingkan diri dengan sesosok anemon laut.
ini anemon laut berwarna merah jambu

Jadi mengapa memikirkan si anemon ?
Gak ada sih, sebenarnya hanya ingin mencoba menelusuri ketangguhan hewan (atau tumbuhan ya..?) ini. Letaknya selalu di dasar perairan terbawah, berwarna-warni, kelihatan lunak, tapi sebegitu pentingnya untuk ekosistem kelautan dan perikanan. Meskipun tampilannya cakep, tapi si anemon ini serem, karena jadi predator juga. Memakan hewan-hewan yang terjebak di antara tentakelnya.
Katanya sih, alam adalah guru terbaik, mungkin memang demikian. Si anemon ini salah satunya. Dengan sok mengaitkan pada kondisi diri sendiri, saya berpikir kalau si anemon ini jauh lebih kece dibandingkan saya. Anemon yang unyu mampu bertahan, sendirian mungkin, di dasar, kokoh dan sabar. Sedangkan saya, sejak awal tahun yang baru ini masih saja suka ngomel-ngomel ga jelas dan kurang bersyukur. Mengakibatkan diri sendiri dan banyak kalangan terkena imbasnya.
Ah, maybe i choose not to grow up well as adult, a child at heart.