April 28, 2016

Panggilan Sang Monster untuk Berpetualang (Sebuah Laporan Bacaan yang Terlambat)

A Monster Calls oleh Patrick Ness
Benar-benar petualangan yang panjang...
A Monster Calls - Panggilan Sang Monster adalah buku super bagus karya Patrick Ness yang menguras perasaan..begitu dekat, sederhana, tapi mampu bikin saya terisak-isak. Tentang kehilangan, merelakan, amarah, dan bagaimana begitu mudahnya kita menyakiti orang-orang yang kita sayangi..deeply touched me. Ditambah ilustrasi keren dari Jim Kay (yang udah bikin saya histeris lihat karyanya di Harry Potter and the Philosopher's Stone : Illustrated Edition), bikin hanyut sekali, dan beneran mencengangkan...
Sebenarnya bukan buku ini satu-satunya yang saya baca di bulan Maret ini, ada beberapa lagi yang akan saya sebutkan sedikit kesan alakadarnya dari saya..
The Young Elites, adalah novel pertama dari trilogi karya Marie Lu (penulis dystopia cewek yang kece badai), menceritakan mengenai hidup seorang gadis yang selamat dari wabah berdarah. Mengambil setting Italia ntah jaman apa, si gadis bernama Adeline Amouteru akhirnya mesti menempuh jalan berliku, intrik, dan pengkhianatan, plus romens menyakitkan menyangkut dirinya dan kemampuan berbahaya yang dimiliki pasca selamat dari wabah. Di buku ini, kita belum tau, siapa hero-nya, ntah yang mana yang baik, dan jelas semuanya punya bentrok kepentingan kekuasaan. Pace-nya lumayan cepat, selesai sehari (mungkin saya aja yang lagi doyan ngebut..)
The Young Elites, terjemahan dari Mizan Fantasi
The Queen of The Tearling, debut pertama dari Erika Johansen, lagi-lagi menghadirkan tokoh cewek kece strong berkharisma yang ditakdirkan memimpin suatu kerajaan bernama Tearling. Menghentikan pemberontakan, pemerasan, dan perbudakan. Kelsea, adalah ratu yang dinantikan, bukan berasal dari kalangan putri-putri manja, tetapi putri pemberontak yang diasingkan, dididik dengan keras dan cerdas oleh sepasang pasutri pemberani. Intrik kerajaannya nggak boring, bikin terhanyut, dan timeline dalam cerita ini lumayan mengejutkan. Belom lagi hadirnya cowok penyelamat ala Robin Hood yang bikin naksir, disertai tokoh panglima pemberani yang mirip campuran antara Sirius Black+Remus Lupin (honestly, ini bisa bisanya saya aja, ga pernah move on dari semesta Hogwarts dan sekitarnya). Yang bikin bahagia, the element of Magic, yes, tetap ada sehingga bikin buku ini jadi paket lengkap.
The Queen of The Tearling, terjemahan Mizan Fantasi (lagi)
Cinder dan Scarlet, merupakan dua buku awal dari Lunar Chronicles karya Marissa Meyer (ngeri yaaa, cewek-cewek penulis ini), sesuai judul dan covernya, berkisah tentang Cinderella jaman cyber yang ternyata seorang cyborg dalam petualangan tahta dan romansa di masa depan. Jauh lebih ringan dibanding yang lain, tapi tetap seru untuk disimak. Buku keduanya, guess what, tentang sosok Red Riding Hood yang mencari neneknya yang hilang, tetapi justru dipertemukan dengan Cinder dalam kaitannya dengan perang, kekuasaan, serta wabah membahayakan. Ga bakal bosan, soalnya banyak tokoh-tokoh cowok yang bikin hati meleleh dan gemes sendiri (bagian menyenangkan dari baca buku adalah kita jatuh hati dengan karakter, bukan dengan tampang). Seperti baca komik jepang epik tanpa ilustrasi. Super worth reading !!
Cinder, terjemahan oleh Spring
Scarlet, terjemahan oleh Spring (juga)
Bosan dengan heroine ? Pindah ke The Eye of Minds -- Mata Batin (The Mortality Doctrine-1), adalah novel baru anyar dari James Dashner (si om penulis The Maze Runner Trilogy). Lagi-lagi bercerita tentang masa depan. Orang-orang terjebak dalam game online. Seorang remaja dan dua temannya berusaha memburu penjahat dalam game, tetapi ternyataaa..endingnya beneran jawdropping. Pinter si om Dashner bikin plottwist.
Mata Batin, terjemahan Gramedia Pustaka Utama
Bacaan paling kocak di bulan Maret 2016 ini adalah Percy Jackson's Greek Heroes, tentu saja dibikin oleh Rick Riordan. Kumpulan kisah pahlawan Yunani kuno mulai dari si Hercules yang ngebosenin sok ganteng, Jason yang juga ngebosenin, ditambah setumpuk profil pahlawan lainnya. Kesian sih sebenarnya, para dewa dewi Olympus ini emang gesrek otaknya. Seenaknya nyuruh nyuruh dengan permintaan geje dan kelakuan nista (pffttt..emosi). Tapi khas Percy lah ya..lucu dan menghibur dari bacaan beratberat lainnya.
Greek Heroes, terjemahan oleh Nourabooks
Kesimpulannya...banyak-banyaklah membaca..hehe..
Sampai jumpa di curhatan dan pamer buku berikutnya.. (sok artis)

Mischief Managed !!

No comments:

Post a Comment