April 28, 2016

Pesona Sinema Lama

ou captain..my captain..!!
Hai..akhirnya bisa menulis lagi sejenak di antara jadwal duniawi yang padat (sombongnya..). Kali ini saya ga ngomongin atau pamer buku-buku yang saya baca, tapi bakal pamer film apa saja yang saya tonton sepanjang April 2016 ini.
Ini bukan resensi, cuma sekelumit variasi tulisan saya supaya otak ga tumpul. Terima kasih sebelumnya saya ucapkan pada donatur donlotan film-film kece ini. Sungguh mencerahkan hari.Sejatinya, film-film yang saya tonton ini hadir di jaman saya belom lahir. Kenapa pengen nonton? Karena mungkin saya sedang bosan dan butuh hiburan. Pusing liat pilem superhero berantem dengan berbagai versi karna masalah prinsip atau apalah. Anyway, i'm not into superheroes at all.
Dead Poets Society (1989)
 Membuka tulisan ini, saya langsung pajang poster Dead Poets Society (1989), film jadul yang dibintangi almarhum Robin Williams ini yang paling menyayat hati. Direkomendasikan oleh banyak kalangan, film tentang guru sastra dan murid-muridnya, mimpi, pencarian, hingga musibah yang menyedihkan, membuat sang guru yang diperankan oleh om Robin terpaksa mesti hengkang dari pekerjaannya. Sederhana tapi dalem, bikin sedih dan terngiang-ngiang.
Saya pun akhirnya menonton saga epik mendunia yang akhir tahun lalu muncul episod VII-nya. Yep, Star Wars. Akhirnya keluar dari zona populasi bebas perang bintang, saya lalu memutuskan nonton. Tentu saja sesuai tahun keluarnya : Episode IV (A New Hope,1977), Episode V (Empire Strikes Back, 1980), Episode VII (Return Of The Jedi, 1983), baru disusul episode I,II,III. Dan entah kenapa, saya lebih suka yang jadul, meskipun efek grafisnya sangat sederhana, latarnya rata-rata dilukis, ditambah kehadiran Han Solo alias opa Harrison Ford muda yang ganteng mempesona, plus jalan cerita yang seru dan gak rumit. Makanya, poster yang jadul inilah yang saya pajang.


Petualangan maraton sinema jadul saya ga selesai begitu saja. Somewhere..over the rainbow..Nah, akrab banget kan sama lirik ini. The Wizard of Oz (1939), film kuno yang nongol sebelum Indonesia merdeka. Penuh dengan nyanyian yang bagus, efek sederhana tapi benar-benar usahanya luar biasa. Saya sampai terenyuh mendengarkan nyanyian The Tin Man : ..If only i had a heart..manisnyaa..Si Dorothy dengan sepatu merah mesti menelusuri antah berantah Oz beserta teman-temannya supaya bisa pulang ke Kansas.
Dorothy Gale, Tin Man, Scarecrow, Cowardly Lion
Lalu entah kenapa saya nonton Flash Gordon (1980). Film aneh tentang si Flash dengan cewek-cewek seduktif dalam petualangan luar angkasa yang 'gimana' gitu ya. Satu-satunya yang saya nikmati dari film ini adalah keseluruhan sontrek yang digarap oleh Queen. Epik suara n' musiknya. Ear catching banget.
Noh, poster kece nya
Dan akhirnya, setelah menyenandungkan lagunya berulang-ulang garagara nonton Pitch Perfect (2012), saya lantas nonton film The Breakfast Club (1985). Jeez, beneran manis-miris-gokil ini film. Kemana aja guweh ? Film yang katanya jadi stereotype remaja amrik di jamannya ini beneran layak tonton. Padahal alurnya sederhana, latarnya muter di sekolah aja. Lagunya itu loohh.. won't you, come see about me..i'll be alone inside..you know it baby..Tell me, your troubles and doubts..as you walk on by..will you call my name..don't you..forget about me..(segitu aja ingatnya, nulis ini sambil nyanyi sendiri).
Sekali lagi tulisan ini bukan resensi film. Cuma catatan harian aja, yang ga penting tapi penting, dan rasa-rasanya perlu buat dituliskan. Selain film-film yang posternya dipampang di atas, saya juga nonton dua dorama, Love Actually (2005) untuk kesekian kalinya, Hansel&Gretel (2013)--penuh darah dimana-mana, Enchanted (2007), The Scorch Trials (2015), Pan's Labyrinth (2006)--dark fairytale, Little Miss Sunshine (2002) yang nonjok sampai ke hati, plus nyanyi nyanyi di Pitch Perfect 2 (2015)--saya masih lebih suka film pertamanya. Ada jeda dua jam, saya nonton, ga baca buku kayak biasa. Lumayan mengurangi kejenuhan.
Kesimpulannya, pilem-pilem jadul ini mengesankan, bukan CGI, bukan epik yang dipaksakan, tapi 'rasa' dalam filmnya yang jauh lebih menghangatkan. Hiburan sementara yang berkenan di hati. Yuk ditonton. Siapa tau kecantol.
Sesi menonton saya pun akhirnya dikagetkan oleh episode 01 season 6 Game of Thrones yang bikin geli dan ngakak, lansia kedinginan. Bagi fans yang belom nonton..totally brace yourself..for the night full of terrors..
Adios..^^

No comments:

Post a Comment