May 4, 2016

Supernova : Peretas Gulali dari Gugus Donat (Spoiler Warning...!!!)

Halo..Assalamualaikum semua..
Saya menulis lagi.. tepatnya melaporkan sekaligus pamer pada khalayak kalau saya akhirnya udah kelar baca 6 buku Supernova yang kemaren booming gitu buku terakhirnya. Dan percayalah, ini adalah bentuk apresiasi alakadarnya dari saya terhadap kesuksesan mbak Dewi 'Dee' Lestari dalam menulis rentetan kisah dan kepingan ini..(ciyehh), karena sejatinya, saya masih suka memandang sebelah mata karya sastra dalam negeri masa kini.
Okeh, skip mukaddimah. Kenapa memutuskan membaca ?
Karena rekomendasi dan kekinian. Ahahaha, saya sesederhana itu. Tapi iya, dua teman dari dunia perbukuan dan satu sahabat saya merekomendasikan ini (ga usah disebut namanya, kalau kepo, tanya langsung aja ke saya..). Jadi dengan berangsur-angsur, saya mulai membacanya.
5 bukunya, saya comot dari gugel, resolusi seadanya
Buku pertama, Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh. 
Bagi saya, memang cara menulisnya Dee ini beda, ada filosofi, ada puisi, sains, dan semuanya bukan asal sebut, kentara sekali riset. Tetapi, karna KPBJ ini romensnya lumayan, saya jadi agak males. Nggak suka aja. Belum lagi tema perselingkuhannya, duh berasa sinetron. Cinta terlarang antara Ferre dan Rana ini, yah gitu deh ya. Ntahlah, masalah selera. Dan saya tidak mengidolakan siapapun disini. Tapi oke lah, kesan saya : different.
Buku kedua, Akar.
Nah, ini baru seru. Petualangan Bodhi benar-benar menyenangkan. Seru dan lumayan kocak. Kocaknya karna Bodhi ini naif, lugu banget minta ditendang. Persahabatan bego dia bareng Kell dan Bong/Chandra yang juga lumayan menyentuh. Perjalanan Bodhi yang nyaris mati ini ditutup oleh e-mail dari Supernova, sama halnya dengan Dimas dan Reuben yang juga dapat e-mail di ending KPBJ. Kesan saya : adventurous n fun.
Buku ketiga, Petir.
Petir adalah favorit saya dari keseluruhan seri Supernova (bahkan setelah membaca novel terakhir). Kenapa demikian ? Sederhana, karena Elektra, tokoh utama di seri ini, bersama Mpret alias Toni (saya naksir banget sama cowok ini) membangun pekerjaan impian yang dekat sekali dengan dunia nyata (saya pernah memimpikan dan masih banget pengen punya kerjaan kayak mereka). Bisnis warnet, kafe, game online, yang santai, duit tinggal masuk. Bedanya di kepala saya ditambah kafe buku. Hastaga, perfecto, saya iri banget. Dan Petir ini ceritanya lebih gurih (menyebut istilah dari si gondrong), menyenangkan, kocak, juga berkesan. Nggak muluk-muluk dan sederhana. Tentu saja ada e-mail juga lah ya dari si Supernova. Kesan saya : menghangatkan dan bikin bahagia.
Buku keempat, Partikel.
Hmm, disini hawanya udah berasa beda. Kehadiran materi-materi ekstraterestrial udah pekat di buku ini. Tapi, pencarian Zarah si tokoh utama untuk menemukan ayahnya, Firas, juga tak kalah seru. Melibatkan pertentangan aspek agama dan sains, klenik dan ilmu pengetahuan. Exaggerating. Bikin saya lumayan melongo. Belum lagi kelakuan Paul yang manis banget (cowok lagi). Kesan saya : ini udah fiksi ilmiah.
Buku kelima, Gelombang.
Masih tentang pencarian, Alfa mencari perubahan nasib yang baik bagi keluarganya. Berjuang mati-matian di amrik sono, dan akhirnya sukses. Tetapi Alfa merasa kosong, dan rasanya ada panggilan yang harus dia jawab dalam perjalanan di mimpi-mimpinya, di suatu tempat yang disebut Asko. Pencarian ini mempertemukan Alfa dengan banyak pihak. Dan disinilah kita ketemu istilah Peretas, Infiltran, dan Sarvara. Dan kesan saya : whooooo, jadii..??
Intelegensi Embun Pagi, buku keenam
Buku keenam, Intelegensi Embun Pagi.
Menjawab pertanyaan yang ditinggalkan di buku sebelumnya, akhirnya kita dipertemukan dengan Gio. Sosok cowok yang mencari-cari si gadis bernama Diva, supermodel terkenal yang hilang di hutan. Nah, buku terakhir yang tebalnya 700-an halaman ini menjawab nyaris semua pertanyaan. Bahwa ternyata Infiltran itu adalah rombongan pendukung para Peretas yang bisa semacam reinkarnasi, alias ga mati-mati (noh, si Kell salah satunya), dan rombongan tokoh utamanya, yakni para Peretas. Bodhi (Akar/Peretas Kisi), Elektra (Petir/Peretas Memori), Zarah (Partikel/Peretas Gerbang), Alfa (Gelombang/Peretas Mimpi), dan Gio (Kabut/Peretas Kunci). Mereka harus bersatu untuk menjadikan kemunculan Peretas terakhir yakni Peretas Puncak (Permata), yang dipercaya menentukan nasib bumi ke depannya. Tapi mereka harus berhadapan dengan rombongan Sarvara yang menolak tindakan mereka, dengan alasan tersendiri. Para Sarvara ini ternyata keberadaannya dekat dengan keseharian mereka (contohnya Bu Sati yang dekat dengan Elektra).Rombongan yang berlima ini tergabung dalam satu gugus, diantara keseluruhan 64 gugus di seluruh dunia. See ? Jadi fantasi dong ceritanya ternyata.
Kejutannya, ada satu gugus yang berkaitan dan dekat, tapi gugus ini gagal dalam misi. Dianggotai oleh Mpret/Toni (Foniks), Firas--ayah Zarah loh (Murai), Bong/Chandra (Bulan), Ferre (Kesatria), Rana (Puteri), dan Diva (Bintang Jatuh). Well,ahahaha, major spoiler banget ya. Sorry deh, kan udah disebut dijudul. Dan ternyata, nantinya Firas akan berurusan dengan sang Peretas Puncak di masa mendatang. Makanya saya rasa seri Supernova ga berakhir disini.
Kesan : saya menunggu seri supernova selanjutnya. Saya nggak kecewa. Sebagai pecinta novel fantasi, saya sangat menikmati ini. Buktinya saya bisa menamatkannya dalam 7 jam begadang. Mungkin seletingan lain di luar sana agak kaget, kenapa jadinya malah fantasi fiksi ilmiah begini, tapi bagi saya ga masalah. Dee udah berhasil bikin saya ga tidur karena seru dan penasaran. Dan ini prestasi, bikin buku buku yang beda dan menghibur, sekaligus mencerahkan.
Jadi si gondrong benar, saya pasti suka. Dan rekomendasi kedua teman perbukuan saya juga ga salah. Worth to read. Di sela-sela 'kebetulan' dan kekurangan apapun, ini adalah hasil usaha yang luar biasa. Setelah baca, saya lalu menyimpulkan kalau saya di pihak Peretas, dengan gugus manis sesuai judul (di pikiran makanan aja yg seliweran)
I'm waiting, especially for Mpret..ahahahha (otak saya mah gini..)
Selamat membaca..!
(ini bukan review, curhat dan pamer doang, sekian dan terima kasih)

No comments:

Post a Comment