November 21, 2016

Brain is The New Sexy : Lelaki dengan Otak Memikat

Halo, abaikan judulnya yang genit, hahahahaha.
Sebenarnya kenapa bikin judul begitu, ya standar kelakuan saya sih ya, abis baca buku yang agak membawa perasaan, pastilah kepikiran untuk nulis. Seperti biasa, ini curhat, bukan review sistematis. Cuma buat bikin diri sendiri bahagia aja (meluapkan kesenangan pasca baca buku bagus).
Jadi kalimat brain is the new sexy saya comot dari Irene Adler dalam episode A SCANDAL IN BELGRAVIA dalam Sherlok-BBC musim kedua. Ga usah ikutan dibahas (meskipun saya ingin), karna pastinya akan melenceng jauh dari topik (ga juga sih).
Sebagai cewek normal, cowok ganteng memang bikin gimana gitu, tapi, kalo otaknya juga ganteng, maka bakal berlipatgandalah pemujaan itu. Gak tau ya, di tengah badai heroine dalam buku-buku jaman kini, saya jadi cari-cari tokoh hero yang bisa diandalkan. Yang manusiawi, nggak flawless, tapi punya kecerdasan, bukan bekal otot atau look. Dan yep, buku menjawabnya. Buku-buku bikin kita jatuh hati sama karakter, yang muncul lewat kata-kata saja. It's amazing, yet amusing. Makanya buat kita pembaca, bisa banget fangirling-an histeris sama tokoh-tokoh cowok dalam buku.
Nah, setelah manjang-manjangin mukadimah, jadi saya baca apa sampai selebai ini ?

CAREER OF EVIL - TITIAN KEJAHATAN, buku ketiga dari seri detektif Cormoran Strike yang ditulis oleh Robert Galbraith a.k.a J.K. Rowling. Harganya mahal gilak, makanya baru bisa punya setelah setahun rilis disini (alhamdulillah dapat diskon di toko buku langganan). Tapi, super worth it banget. Syedap dan menggugah.
Cover aslinya, tapi terjemahan juga pakai yang sama meskipun beda font
Jujur aja saya jarang suka cerita detektif. Seri detektif favorit saya adalah buku-buku lawasnya Lima Sekawan, karna petualangannya seru (di samping banyak adegan makan-makan dan minum tehnya). Saya ga baca Sherlock, ga cocok Agatha Christie, dan lebih milih ngikutin Detective Conan (yang masih esde terus ga gede-gede), namatin High School Q dan Kindaichi, serta sempat nyicip Q.E.D sama Border (lah komik semua). Lalu kenapa malah tertarik sama si Cormoran ini ?
Alasan klisenya karna saya baca buku pertamanya - CUCKOO'S CALLING akibat saya fans J.K. Rowling. Subjektif, penulis favorit bikin buku, ya kita beli, kita baca. Gitu aja. Taunya si Kukuk ini bikin saya agak kecewa - laah gitu aja ?, gitu sih. Namun berkat racun reguler dari seorang emak bernama Ambu Dian Achdiani dan mas-mas unyu bernama mas Pujiyanto,  plus dua mahasiwa bernama masRey dan didit Haditha, akhirnya saya beli lanjutannya (THE SILKWORM-udah ripiu) dan CAREER OF EVIL ini.
Cormoran Blue Strike yang tunadaksa ini memikat banget, pola pikirnya, fluktuasi emosi, belom lagi kharismanya dalam mecahin kasus yang lumayan creepy di buku ketiga ini. Saya naksir cowok ini. Ampun deh. Si Cormoran ini stress karna ada maniak yang ngirimin tungkai wanita utuh ke kantor detektifnya, di alamatkan ke Robin Ellacott (sekretarisnya yang cantik dan alhamdulillah cerdas). Cormoran tentu saja naik pitam, waspada, dan sakit hati, mulai mencari bukti-bukti dan menulusuri jejak orang-orang yang mungkin jadi tersangka, rombongan lelaki dari masa lalu yang dendam sama dia, dan seperti biasa berlawanan dengan arah penyelidikan kepolisian London.
Penulusuran Cormoran, cara kerja otaknya menganalisis, up and down hubungannya sama Robin, bikin buku ini memikat banget. Meskipun mungkin ada yang sudah bisa menebak siapa maniak sinting ini, tapi jalan menuju kesana itu loh bikin gemes. Saya jadi ngebut bacanya karna sudah kadung penasaran. Disini saya dibawa mengulik masa lalu Cormoran, masa lalu Robin yang traumatis, bikin saya bergidik bahwa banyak psikopat bertebaran di dunia. Kesadisan dan motif si pelaku yang di luar nalar bikin saya stress sendiri, ada ya orang macam ini. Berapa banyak lagi korbannya kalau si Cormoran nggak pakai otaknya untuk nangkap ni orang ? OMG, jijik banget motifnya, belom lagi karakter pembunuhnya.
Dan setelah lega, kita malah di-cliffhanger lagi sama Rowling, yang entah kapan nulis buku keempatnya, karena sepertinya sibuk dengan hype FANTASTIC BEASTS AND WHERE TO FIND THEM, film kece tentang Newton Artemis Fido Scamander, Magizoologist asal Inggris yang bikin New York kacau karna hewan-hewan magis peliharaannya kabur dari koper ajaibnya. Newt diperankan dengan apik oleh bang Eddie Redmayne, trus jadi ganteng banget, kikuk tapi lovable dan bikin histeris. Karakter Newt yang pinter dan penyayang, belom lagi tulus, juga ga kalah memikatnya selain Cormoran Strike, bikin saya ga nyesal bela-belain antre nonton di bioskop pertama kali dan mau nonton lagi sesegera mungkin (parah memang kelakuan).
aaakkk..ganteng banget kan yaaa (mulai lagi)
Kesimpulannya jalan pikiran dan isi otak lelaki adalah aset berharga untuk memikat kaum hawa. Mr.Strike dan Mr.Scamander adalah contohnya. Anggap aja saya berlebihan (kapan sih nggaknya), tapi ya gitu. Nggak perlu adu otot dan sok kuat. Really, brain is the new sexy. Hahahahahah. Puas banget saya minggu ini, pasca galau baca BURIAL RITES (oh dear Agnes), datanglah Cormoran Strike menyelamatkan hari.
Cormoran Strike yang diperankan oleh Tom Burke dalam seri TV yang nongol tahun depan
Sekian, saatnya senang-senang lagi. Baca buku lain lagi. ^^

" ..is it any wonder that my mind's on fire ?" 
(TITIAN KEJAHATAN - hal.42)

2 comments:

  1. Kalo mau baca Career of Evil ini, kira-kira harus baca Cuckoo sama Silkworm dulu nggak, Kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagusnya sih iya..biar lebih dapet greget dan chemistry-nya

      Delete