December 31, 2017

The Greatest 2017

"..nobody ever makes a difference by being like somebody else...and a million dreams keep me awake..."
- Phineas T Barnum -

bang Maman sebagai Phineas T Barnum



What do you exactly want in your single beat of life ?

Saya menulis ini sedang dalam ranah ikut-ikutan postingan para seleb blogger lain yang udah duluan membuat ripiu tentang apa yang paling baik di tahun ini. Nyatanya, tahun 2017 diakhiri dengan liburan yang cukup banyak (saya di rumah saja, ogah macet -- alibi, padahal sibuk natap timbunan dan ditinggal jaga kandang). Alhamdulillah seperti gambar pelem THE GREATEST SHOWMAN yang dibintangi bang maman Hugh Jackman, 2017 udah ngasih warna yang ramai. Bukan tahun yang biasa saja sepertinya.

Jadi apa yang paling menarik di 2017 ini bagi saya ?

1. The Ups and Downs

Saya mencoba peruntungan saya dalam beberapa hal tahun ini. Sayangnya untuk masalah kelanjutan pendidikan, saya masih belum berhasil. Untuk masalah hati (eaaakk, mencret), kayaknya juga belum berhasil. Namun, kalau nggak ada ups and downs, berarti nggak hidup kan ya. Kalau soal ups nya alhamdulillah banyak sekali. Malu kalau disebutkan. Tapi yang terbaik justru hadir di penghujung tahun, yakni kelahiran bayi lelaki pertama dalam keluarga, Ghazi, ponakan saya yang bikin serumah deg deg an karena dia menolak nongol tepat waktu. Keliatan banget ngerjain. Alhamdulillah dia baik baik saja. Yuk menghadapi dunia bersama.

Pembelajaran paling besar adalah amat sulit memaafkan kegagalan diri sendiri. Ikhlas itu susah, belajarnya sampai mati. Memaafkan diri sendiri itu lebih repot daripada urusan lain, dan memang butuh waktu tersendiri.

2. The Journey and The Meetings

Saya punya pengalaman perjalanan yang menyenangkan di tahun ini. Pergi ke tempat yang tak disangka-sangka, mengalami bebrapa kisah sederhana yang malah berkesan. Dan jelas saya ketemu banyak orang. Kenal maupun tidak kenal. Menariknya ini bikin saya sedikit lebih mengenali diri saya sendiri. I'm nearly enter my third decade of life, but still the kid in me plays the main role of my daily life and emotions. Nah, disinilah letak kedodolannya. Dan membuat heran, orang-orang punya luas kesabaran yang luarbiasa dalam menghadapi saya. Harusnya bersyukur banyak-banyak, bukannya nyinyir.

Nabawi

3. The Books

Bentuk kebahagiaan rutin saya adalah buku. Dan tahun ini adalah tahun yang menarik. Saya mengalami perubahan genre, mulai sering baca klasik, sering baca thriller, dan menyingkir dari bacaan saya yang biasa. Buku-buku keren juga banyak muncul tahun ini dalam daftar bacaan saya. Bisa dicek di link ini, apa saja yang sudah saya lahap setahun belakangan, ada 109 untungnya. Year of The King's sih ya (karena banyak baca buku om King). Namun kalau dibikin TOP FIVE gitu kayaknya ini deh....(e tumben nyelip buku lokal..hohohoho).

Kosmos oleh Carl Sagan
Raden Mandasia oleh Yusi Avianto Pareanom

 
sekuel Reckless, Fearless oleh Cornelia Funke


Bayangan Mengendap oleh Jonathan Stroud


IT oleh Stephen King


Kalau mau subjektip sih pasti aja isinya bikinan om King semua. Hhahahaha, namun ya boleh silakan ubek-ubek blog ini kalau tidak keberatan dengan keriweuhannya. Yang jelas memang 2017 berbahaya banget untuk dompet. Lemari butuh tambahan teman sekaligus isinya. Apa daya ada dompet yang tertinggal menganga.


5. The Movies

Ciyee bisa bikin beginian. Semenjak adanya bioskop yang lumayan di kota ini, jadi rajin bertandang menonton pilem-pilem bagus. Nah, pilem apa yang membuat terkesan sepanjang 2017 ? (ripiu bisa juga dicari di blog ini untuk lengkapnya..)

soal psikopat ganteng
musikal nari-nari dan Gaston nan hebat


bapak, anak, kakek yang kesian banget




pilem animasi yang bikin dehidrasi karna nangis

mas mas baper yang ditipu oomnya sendiri


bang Maman nari n nyanyi dengan luarbiasa keren




Udah ? ahahaha. Tambahan serial tipi favorit : Sherlock sisen 4, the Good Doctor sisen 1, Stranger Things sisen 2, dan Game of Thrones sisen 7. Sejatinya karna cuma nonton empat serial itu aja, sok sibuk dan malesin nonton banyak-banyak. Lebih baik menghabiskan timbunan yang tiada akhirnya.

So, what's next ?
2018 mau ngapain ya, hmmm. Rencana mungkin banyak. Resolusi sih nggak ada. Cukuplah mengingat-ingat kalau bumi udah makin tua. Kurang-kurangin berantem ga penting, tolak persekusi, belajar terus biar pintar, dan sering pakai fungsi otak supaya tidak nyakitin orang dan nambah drama. Yah, smoga Sang Maha selalu sabar sama kita semua.



“...Dark times lie ahead of us and there will be a time when we must choose between what is easy and what is right..."
- Albus Percival Wulfric Brian Dumbledore -

December 26, 2017

The Origin of Species

“...May our philosophies keep pace with our technologies. May our compassion keep pace with our powers. And may love, not fear, be the engine of change...”
- Edmond Kirsch -
Darwin's
Topik mengenai kapan alam semesta di mulai dan kapan berakhirnya masih menjadi hits di kalangan banyak ilmuwan. Yah, meskipun sebagian besar populasi manusia sibuk dalam dunianya masing-masing dan cenderung abai akan hal tersebut, sesungguhnya pertanyaan ini secara konstan terus mengemuka seiring berjalannya peradaban. Bila mengulik sejarah, kita tahu bahwa manusia adalah makhluk yang pantang menyerah untuk berevolusi dan terus mencari. Apa ? Bagaimana ? Kemana ?

Ketuhanan adalah area sensitif yang masih menjadi sumber perang dan perdebatan tiada akhir sampai kiamat. Agama yang beragam di dunia nyatanya tetap mengemuka entah karena ajarannya atau karena pertentangan antar umatnya. Belakangan, perseteruan antara sains dan agama semakin meruncing. Dianugerahi otak dengan kemampuan luar biasa, manusia mulai menemukan batas-batas yang dulunya hanya khayalan menjadi semacam penjelasan ilmiah berdasar yang dapat dibuktikan. Tidak ada lagi yang percaya soal Teori Geosentris, dimana bumi adalah pusat alam semesta. Copernicus yang dulunya diberangus oleh Gereja karena dianggap kurang ajar dan membangkang dengan mengajukan Teori Heliosentris, kini malah amat dihargai karena kebenarannya. Sejarah tidak melupakan tentang masa-masa gelap dimana sains ditekan sedemikian rupa karena takhayul yang dibela mati-matian.

December 24, 2017

You'll Float Too

“...What you fear most of all is - fear..."
- Prof Remus John Lupin -



Sebagai makhluk yang amat penakut, saya secara ofensif menolak semua anjuran dan ajakan teman-teman untuk menonton sebuah film adaptasi dari bukunya om Stephen King, berjudul IT, September lalu. Bukan apa-apa, liat trailernya aja udah bergidik. Namun pertahanan saya goyah karena suatu adegan dalam serial favorit saya secara implisit seolah menyinggung Pennywise, wujud badut dari makhluk bernama IT ini. Saya sudah tau kalau bukunya luarbiasa tebal, namun waktu ke ibukota tempo hari saya memutuskan untuk khilaf membelinya. Buku setebal 1376 halaman ini akhirnya bisa saya selesaikan beberapa jam lalu. Dan saya sudah menonton pilemnya sebelum membaca (ternyata pilemnya masih Chapter One, ga heran sih).

Sampai di sini bagi yang nggak mau kena spoiler, silakan menyingkir. Curhatan berikut mengandung perbandingan antara buku dan pilem. Jadi kalau nggak mau teracuni, huss, get out of here !

December 15, 2017

Coco : as Sweet as Chocolate, as Refreshing as Coconut

"...Remember me, though I have to say goodbye
Remember me, don't let it make you cry
For even if I'm far away I hold you in my heart
I sing a secret song to you each night we are apart
Remember me, though I have to travel far
Remember me, each time you hear a sad guitar
Know that I'm with you the only way that I can be
Until you're in my arms again
Remember me..."
- Don Hector -



Sebelum saya nonton STARWARS : THE LAST JEDI tempo hari, saya dan geng kalap bersama memutuskan menonton sebuah pilem animasi dari Disney dan PIXAR, berjudul COCO. Pilem ini sebenarnya udah tayang sejak kapan. Tapi karena saya sok sibuk jadi saya belum sempat nonton. Nah untunglah saya bisa menonton pilem keren ini, meskipun harus diingatkan oleh mas Ulil harus membawa stok tisu.

Tidak perlu meragukan kualitas animasi buatan Disney. Warna-warninya. 'Rasa'nya. Dan jelas lagu-lagunya yang membuat hati hangat. COCO sukses sekali. Tidak mengusung soal putri-putrian, namun menyusung tema keluarga. Jelas ini bakal nonjok.

December 14, 2017

Jedi or Not : Still Another Family Problems

"...I only know one truth: It's time for the Jedi... to end..."
- Luke Skywalker -



Konon katanya, rombongan pecinta pelem scifi di dunia ini terbagi menjadi kubu STAR WARS dan kubu STAR TREK. Nah, saya sebelumnya masuk ke dalam populasi yang tidak menonton keduanya. Namun, sekitar dua tahun lalu, saya memutuskan mencoba memulai menonton awal saga epik STAR WARS, dimulai dari episode IV : A NEW HOPE yang muncul tahun 1977. Selanjutnya saya marathon, dan resmi menunjuk diri sebagai Padawan baru bersama beberapa nerds  lainnya.

Bagi anda sekalian yang belum menonton pilem anyar terkini dari saga STAR WARS berjudul THE LAST JEDI, harap menyingkir dan tidak melanjutkan membaca nyinyiran ini. Bagi yang butuh hiburan dan tidak keberatan dengan sedikit spoiler, silakan lanjut.

December 10, 2017

Pantulan Lukisan

“...It’s best to be ruthless with the past. It ain’t the blows we’re dealt that matter, but the ones we survive...”

The Rose Madder, by Derek

Dalam menjalani hobi membaca dan menimbun, kita harus berpegangan pada prinsip bahwa : buku yang memilihmu. Nah pilihan ini membawa saya menjalani semacam 'petaka' yang terjadi dalam dua tahun belakangan setelah terkontaminasi buku-buku bacaan buatan penulis anyar yang selalu hits, tak lain tak bukan, oom Stephen King. Sepertinya blog ini sudah terlalu banyak membahas curhatan mengenai berbagai karya beliau. Ya sudahlah. Hal ini terjadi lagi ketika perburuan saya saat liburan lalu ke sentra buku bekas berhasil mempertemukan saya dengan buku terjemahan karya beliau yang sejatinya terbit tahun 2007 di Indonesia, berjudul ROSE MADDER : WANITA DALAM LUKISAN.

Bagi para pembaca novel fantasi ataupun supranatural maupun horor tentunya tidak asing dengan ide bahwa lukisan-lukisan tertentu bisa memiliki kemampuan magis berbahaya. Kita tentu ingat kisah legendaris Dorian Gray dalam buku yang ditulis mendiang Oscar Wilde. Buku yang saya belum baca dan miliki, hanya berbekal pengetahuan dari teman-teman pembaca lainnya. ROSE MADDER mengisahkan petualangan berbahaya seorang wanita dan kaitannya dengan sebuah lukisan antik yang dibelinya ketika melarikan diri dari cengkeraman kegilaan sang suami.

December 7, 2017

Konklusi Perbintangan

“...Do not underestimate your enemies, Your Majesty...”
- Raffaele Laurent Bessette -
Photo by jjackman - deviantart
Setelah sempat reading slump dan liburan sekian lama, akhirnya saya berhasil menuntaskan satu buku yang cukup kelam dan depresif dengan judul THE MIDNIGHT STAR. Buku ini adalah pamungkas trilogi THE YOUNG ELITES karya penulis young adult hits, Marie Lu. Buku sebelumnya, THE ROSE SOCIETY memang berbeda dalam artian perjalanan kehidupan anti hero sang tokoh utama - Adelina Amouteru ( sudah dicurhatkan di sini). Menyebut diri sebagai serigala putih, Adelina tampil sebagai Ratu tiran kejam yang menguasai kerajaan Kenettra. Adelina melakukan kebijakan yang mengangkat harkat dan martabat para malfetto (kaum yang terkena wabah berdarah) secara signifikan.

December 5, 2017

Pigi Kemana ?

“Reading... a vacation for the mind....”
- Dave Barry -
Setelah melakukan perjalanan jauh ke negeri orang, saya lalu pergi jalan-jalan lagi ke ibukota. Kayaknya ini udah jadi semacam agenda rutin tiap tahun yang sepertinya tidak saya rencanakan secara spesifik. Yang saya tahu, saya harus piknik. Hidup terlalu membosankan kalau cuma dipakai buat kerja dan nyinyir.

Problem mendasar adalah keramaian. Kelebihan populasi ibukota yang berbondong-bondong pergi main ke daerah lain, dalam hal ini Kota Hujan, alias Bogor, tempat si bocah, adek saya kuliah, menyebabkan saya sampai amat terlambat. Kelelahan, lapar, plus kram perut. Niat awal mau heng ot di kota ini saya batalkan. Babat makanan siap saji, kabur ke kontrakan sang mahasiswi semester 5 ini, dan tidur. Karena agenda esok hari jauh lebih meyakinkan.

December 4, 2017

Conflict Doesn't Choose Its Victims

“It is forbidden to kill; therefore all murderers are punished unless they kill in large numbers and to the sound of trumpets.”
- Voltaire - 



Saya adalah WNI yang tergolong skeptis dan agak antipati sama pilem lokal. Bukan apa-apa, saya memang nyinyir dari sononya. Biasalah, keracunan Hollywood sejak lama, bacaan juga banyak yang terjemahan. Namun kalau berkaca secara objektif, keskeptisan saya rasanya bisa cukup beralasan. Tidak banyak pilem yang bisa 'menggugah'. Saya mencatat hanya beberapa dalam benak saya. Seperti Petualangan Sherina, AADC (yang pertama yes, yang kedua no), Laskar Pelangi, dan Mengejar Matahari.

Dalam kesempatan cukup jarang, saya nonton stasiun tipi lokal, dan ternyata ada ajang Piala Citra 2017. Nah, penghargaan yang dianggap sebagai The Oscars-nya Indonesia ini hadir dengan konsep tidak bertele-tele dan mengusung pemenang sebuah judul film yang tayang bulan April 2017 lalu. Pilem yang tidak mencetak rekor berjuta-juta penonton, tidak menjadi incaran tontonan generasi jaman now, tidak meme-able, dan masih banyak yang mungkin kurang info. NIGHT BUS, sebuah film yang juga berhasil memberikan piala Citra untuk Teuku Rifnu Wikana sebagai Pemeran Utama Pria Terbaik, mengalahkan rombongan nominator lain. NIGHT BUS menjadi film Indonesia terbaik 2017 versi Festival Film Indonesia.

November 28, 2017

Melipat Jarak, Mengayun Langkah

“Acquire knowledge, it enables its professor to distinguish right from wrong; it lights the way to heaven. It is our friend in the desert, our company in solitude and companion when friendless. It guides us to happiness, it sustains us in misery, it is an ornament amongst friends and an armour against enemies.”

Suatu siang di kebun kurma, Madinah

Sebagai bagian dari sekitar 7,2 milyar populasi manusia di bumi, tentunya kadang saya suka bertanya, buat apa sih kita ini menuh-menuhin planet biru ? Apa tujuan kita diciptakan ? Apa kegunaan kita ? Rasanya sih kalau dipikir-pikir, lumut kerak aja lebih banyak gunanya. Melembutkan tanah yang keras, bikin oksigen sendiri, ga menuh-menuhin tempat, ga sibuk saling menyalahkan, woles adem ga pake urat. Nah, dalam berbagai turun naik fase keimanan dalam hidup, pertanyaan ini tentunya juga muncul dalam kepala saya yang tidak jelas ini.
Kata orang sih, jalan-jalan sono biar ga cranky kurang piknik. Maka jadilah saya yang disponsori bos besar alias papah, bisa jalan-jalan agak jauh ke tempat yang rasa-rasanya mimpi pun saya masih tidak menyangka. Maka dari itu disinilah saya curhat. Maaf ga maksud nyinggung atau pamer atau apalah. Saya kebetulan ekstro tukang cerita, daripada saya pusing baca berita, mending menulis saja.

November 15, 2017

Drops of 'Barry' Juice in the League

Barry Allen : " So what's your super power ?"
Bruce Wayne : "I'm rich."

Meet Barry, the Flash

2017 will last less than two months. And here I am, conflicting with my own self about many undefined things. I have a short range of temper, bad control of emotions, and yet very talkative. They're gifts, of course. So, what's this all about with Barry ?

When you have problems with yourself, you'll choose to face it or just running away. Me, running this time. With all the metabolic and chemical reactions inside my brain that are got siriusly out of control (hail progesterone!!) this past few weeks till now, I must seek remedies. Find something to keep me happy and not subconsciously hurting others. So I removed my 'to be read' pile of books and doing other things instead. Movie Marathon !!

November 5, 2017

(Masih) Masalah Keluarga Tingkat Kosmik

“My name is Magnus Chase. It was an annoying name to have. People tended to spell in Mangus, rhymes with Angus. I always corrected them: No, it's Magnus, rhymes with swagness. At which point they would stare at me blankly. I’m sixteen years old. This is the story of how my life went downhill after I got myself killed.
- Magnus Chase -



Sepertinya belakangan porsi kisah mitologi terkenal mulai bergeser ke Nordik. Tidak dapat dipungkiri, kehebohan franchise Thor dan kelakuannya membuat awam mulai melirik kepada kekacauan dalam mitologi yang tidak sepopuler Yunani, Romawi, atau Mesir ini. Namun percayalah, Nordik dan mitologinya tetap saja berurusan dengan masalah keluarga. Yang jelas-jelas diselesaikan dengan menggunakan sesedikit mungkin kecerdasan, berujung kepada suatu jenis hari akhir yang kita sebut sebagai Ragnarok.

Penulis favorit saya, bernama Rick Riordan, memang memiliki reputasi untuk mengolah mitologi menjadi suatu bentuk petualangan gilang gemilang penuh tawa yang jelas membuat pembaca ketagihan. Jangan disebut sudah berapa banyak jumlah bukunya. Mulai dari petualangan awal Percy Jackson, demigod Putra Poseidon, sampai yang terbaru adalah dicampakkannya Apollo tercinta ke dunia fana. Kali ini saya tidak akan membahas hiruk pikuk Yunani-Romawi. Jelas seperti gambar pohon kehidupan Yggdrasil di atas, kita akan melipir ke kekacauan mitologi Nordik ala om Rick.

October 30, 2017

Stranger and Weirder (but still Adorable)

"... JUSTICE FOR BARB !!!! "



Apa yang anda kerjakan di hari Minggu ?
Mungkin ada yang bekerja, ada yang jalan-jalan, olahraga, bersih-bersih rumah, atau sederhananya, tidur seharian. Nah, niat awal saya adalah yang terakhir, tidur seharian, efek sok sibuk dari Senin sampai Sabtu, jadi saya butuh waktu me time yang berkwalitas. Ketika diajak pigi pulkam sama orang tua, dengan jelas dan tegas saya menolak. Kasur is best destination for the precious Sunday.

Tapi kenyataan berkata lain. Efek lihat instagram, banyak yang heboh sama sebuah serial dari NETFLIX, dengan judul STRANGER THINGS : SESSION 2. Saya sejatinya tahun lalu dijebak oleh seorang bujangan gendut untuk ikutan nonton seri ini. Hasilnya, yah saya suka (meskipun mencak-mencak sama akhir episode di sisen pertamanya). Berbekal koneksi internet, saya berhasil menonton secara penuh 9 episode pada sisen 2 ini. This got my 9 hours.

October 25, 2017

Ragnarok : Another Family Problems

“As the venom streamed down once more, he heard the unmistakable sound of a wolf howling. It would not be long now. Ragnarok had come, and he would see Asgard crushed and burned till he trod on the ashes of all of those who had wronged him.”
- Mike Vasich -



Dalam rangka mengisi kekosongan waktu beberapa jam dan masih sedang malas membaca, saya akhirnya melipir ke bioskop lagi. Kali ini untuk menonton pilem terbaru dan hitz dari Marvel's Cinematic Universe, dengan judul THOR : RAGNAROK. Beberapa jam sebelumnya, saya baru nonton pilem pertamanya yang berjudul THOR, di sebuah saluran tipi kabel. Memang, saya bukan superhero-addicts yang sepertinya berhasil membuat industri perfilman Hollywood berlomba-lomba menghadirkan berbagai pilem yang memanjakan kalangan ini. Pilem superhero yang saya tonton di layar lebar tahun ini sepertinya cuma LOGAN (curhatannya ada di sini), yang jelas sungguh berkesan.

October 22, 2017

Lapar Tiada Akhir

“There are things that are too terrible to remember, and there are things that are almost too wonderful to recall.”


Judul curhatan ini bukan mengindikasikan kelakuan saya sehari-hari. Kelaparan saya tidak ada hubungannya dengan kisah kali ini. THE MONSTRUMOLOGIST - 2 : THE CURSE OF THE WENDIGO (judul terjemahan : KUTUKAN WENDIGO) adalah bacaan anyar terbaru yang saya selesaikan. Lantas apa hubungannya dengan rasa lapar ?
Saya sudah membaca buku pertama dari seri keren bikinan Rick Yancey ini tahun lalu (bisa dicek di sini), dan jelas saya suka. William James Henry, tokoh bocah malang dengan sang mentor- monstrumolog ternama yang terkenal bernama Dr Pellinore Warthrop, kali ini berhadapan lagi dengan jenis pemangsa manusia yang lain. Namun, kekelaman kisah ini entah kenapa memunculkan sisi romantis dan sedih yang berkelindan satu sama lain. Jelas saya jadi kepincut.

October 18, 2017

Bumi Berbadai

“In fact, ecological turmoil might endanger the survival of Homo sapiens itself. Global warming, rising oceans and widespread pollution could make the earth less hospitable to our kind, and the future might consequently see a spiralling race between human power and human-induced natural disasters. As humans use their power to counter the forces of nature and subjugate the ecosystem to their needs and whims, they might cause more and more unanticipated and dangerous side effects. These are likely to be controllable only by even more drastic manipulations of the ecosystem, which would result in even worse chaos.”
 -  Yuval Noah Harari -


Ketika kolega saya ingin nonton pilem Geostorm yang baru rilis di bioskop lokal, saya yang sedang dirundung kejenuhan dan butuh hiburan akhirnya ikutan. Pilem yang baru saja rilis ini syukurnya tidak membludak dan gampang diakses. Saya tidak perlu bergabung dengan para kids jaman now yang kehabisan tiket pilem remaja dan juga pilem horor kekinian. Maka jadilah nonton Geostorm dalam durasi kurang dari dua jam.

Nah, bagi yang tidak suka spoiler, silakan menyingkir. Saya ini penulis egois, jadi curhatan ini muncul dengan membabat batas-batas spoiler. Begitu kira-kira.

October 16, 2017

The Theory Of Everything

“We are just an advanced breed of monkeys on a minor planet of a very average star. But we can understand the Universe. That makes us something very special.”
- Stephen Hawking -



Reading slump adalah masalah cukup serius bagi penikmat buku macam saya. Maka dari itu setelah beberapa bundel Donal Bebek, saya mulai membaca lagi. Namun saya melakukan sesi bacaan paralel yang diisi berbagai buku. Akhirnya dari empat buku yang sedang on going, saya akhirnya berhasil menyelesaikan buku tipis berjudul RANCANG AGUNG, karya Stephen Hawking feat. Leonard Mlodinow. Jenis buku yang sepertinya bukan bacaan saya yang biasa.

Jadi, udah pindah ke fisika kuantum ?

September 28, 2017

Bebek Nomor Satu

"...Buku adalah pengetahuan, dan pengetahuan berarti kekuasaan dan kekayaan..."
- Gober Bebek -


Sejak bisa membaca sekitar umur 5-6 tahun, saya sudah dikenalkan kepada keluarga besar para bebek yang hidup di Kota Bebek. Setelah seuzur ini, kecintaan saya tidak berubah terhadap rombongan bebek unyu ini. Idola saya tentu saja Paman Gober, bebek terkaya plus terpelit sedunia, kemudian Donal Bebek, ponakannya yang sial, dan Kwak Kwik Kwek, tiga keponakan Donal yang lucu dan pintar.

Curhatan ini jadi semacam kontemplasi uneg-uneg saya karena sering berhadapan dengan komentar nyinyir dari berbagai kalangan, mulai dari mbak-mbak karyawan toko buku ternama, sampai teman-teman yang menganggap saya kekanak-kanakan karena masih membaca dan mengoleksi kisah para bebek ini. Bila anda membaca kisah apik Paman Gober secara keseluruhan, nilai sejarah, nasehat, dan segala ke-epik-an petualangannya akan membuat anda berpikir dua kali dalam mengambil kesimpulan singkat kalau kisah ini hanya untuk anak-anak.

September 23, 2017

Ular, Osiris, dan Horus

“...As far as I can tell, it doesn't make any difference to adults how clever children are. They always stick together. Unless you are sick or dying or mortally wounded, they will always side with the other adult...”

Topeng emas Tutankhamun

Peradaban Mesir Kuno telah menjadi sumber misteri berabad-abad dengan level antusiasme nyaris konstan tidak hanya bagi para arkeolog. Tidak mengherankan, dalam beraneka novel fantasi dan mitologi, kebudayaan Mesir ini selalu diajak ikut serta. Bukan hal yang tak lazim kalau berbagai barang magis, sihir, dewa-dewi dari kebudayaan Mesir ini terlibat dalam berbagai dongeng, novel, fiksi historis, dan berbagai karya lainnya.

Arkeolog kenamaan, Howard Carter, sekitar tahun 1900an telah berhasil mengungkap keberadaan Firaun termuda, Tutankhamun. Penemuan besar Carter ini menandai era emas penjelajahan Lembah Raja-Raja, tempat kebudayaan Mesir Kuno yang terus menerus dieksplor. Kisah Howard Carter dan Tutankhamun ini lantas dimodifikasi dengan lihai oleh James Patterson dalam novel THE MURDER OF KING TUT, yang cukup menarik dan menimbulkan tanda tanya. Belakangan, saya teringat kembali akan kisah novel ini pasca membaca sebuah seri middle grade dengan judul besar THEODOSIA THROCKMORTON.

September 19, 2017

Sang Tawanan, Si Nona Bayangan, dan Si Pendorong

“For every mother who ever cursed God for her child dead in the road, for every father who ever cursed the man who sent him away from the factory with no job, for every child who was ever born to pain and asked why, this is the answer. Our lives are like these things I build. Sometimes they fall down for a reason, sometimes they fall down for no reason at all.”

image courtesy : drewrowsome.blogspot.com

September adalah bulan bacaan yang cukup menyenangkan buat saya. Terbukti setelah menganugerahkan lima bintang penuh untuk Lockwood & Co, saya melempar lima bintang penuh lagi pada THE DRAWING OF THE THREE - THE DARK TOWER #2 (PENARIKAN TIGA UNSUR) buah karya dari oom Stephen King, penulis gaek rock n roll legendaris yang hits berat di tahun 2017 ini.

Melanjutkan kisah Roland Deschain, sang gunslinger terakhir dalam seri THE DARK TOWER, buku kedua berjudul PENARIKAN TIGA UNSUR ini muncul lebih apik, rapih, dan tentu saja tebal. Buku pertama yang cukup absurd dan memusingkan, yang meninggalkan banyak tanda tanya akhirnya berlanjut dengan epik dan kesan yang memuaskan.

September 16, 2017

Rutabaga !!!

"...Some readers might even think that I’m just making this story up. You might think that everything in this book is dreamy silliness..."
- Alcatraz Smedry -
Seorang bocah lelaki abege bernama Alcatraz Smedry mendapatkan hadiah misterius berupa sekantung pasir dari sang ayah kandung yang entah dimana keberadaannya. Lantas, kantung pasir itu malah hilang dicuri entah siapa. Ulang tahun ketigabelasnya yang harusnya meriah, malah menjadi kelewat 'meriah' dengan kehadiran seorang pria tua, Leavensworth Smedry, yang jelas mengakui bahwa dirinya adalah kakek kandung Alcatraz. Kemeriahan ini tidak berhenti begitu saja, petualangan Alcatraz berlanjut. Melibatkan keluarga kandungnya yang muncul entah darimana, serta optimalisasi kemampuan terbaiknya, yakni merusak sesuatu.

September 14, 2017

L

“The most intelligent people disguise the fact that they are intelligent. Wise men do not wear nametags. The more people talk about their own skills, the more desperate they are—their work should speak for itself.”


Bagi anda yang membaca/menonton kisah fenomenal dalam manga/anime/live action dari DEATHNOTE, pastinya tidak akan melewatkan kisah spin off ini. Ditulis dengan apik oleh novelis Nisi Oisin bekerja sama dengan manga-ka aslinya, Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, DEATHNOTE : ANOTHER NOTE - THE LOS ANGELES BB MURDER CASE hadir cukup mengobati rasa kangen.

Saya mengenal DEATHNOTE saat kuliah, pertama kali menonton animenya dari sumbangan teman-teman cowok otaku dan gamers. Saya suka, jelas kisah fenomenal ini menjadi suatu ikon tersendiri yang tidak dapat dilupakan oleh pecinta anime. Sebuah buku milik Shinigami alias dewa kematian yang turun ke bumi, yang mana siapapun nama yang tertulis di Deathnote akan mati.

L, Do you know Shinigami loves apple ?

September 10, 2017

Tengkorak Sial

“Making tea is a ritual that stops the world from falling in on you.”


TENGKORAK SIAL. Dua kalimat ini muncul begitu saja dari saya setelah menyelesaikan buku keempat dari seri LOCKWOOD & CO karya oom Jonathan Stroud. Buku berjudul asli THE CREEPING SHADOW ini baru mucul edisi Indonesianya di awal September, dengan judul terjemahan : BAYANGAN MENGENDAP.

Nah, saya telah curhat mengenai tiga buku sebelumnya dalam seri yang direncanakan akan terdiri dari lima buku ini (bisa dicek di sini). Setelah George ga jadi memotong kue cokelatnya di buku ketiga (THE HOLLOW BOY/PEMUDA BERONGGA), saya dengan sabar menanti lanjutan kisah horor-kocak-seru ini, dan taunya setelah kelar, saya malah digantung lagi dengan sukses oleh om Stroud. KZL ZBL.

September 7, 2017

Palu dan Isi Kepala Thor

"...I'm called Glad-of-War, Grim, Raider, and Third. I am One-Eyed. I am called Highest, and True-Guesser. I am Grimnir, and I am the Hooded One. I am All-Father, and I am Gondlir Wand-Bearer. I have as many names as there are winds, as many titles as there are ways to die..."
- Mr Wednesday, American Gods -
Mitologi hadir seiring tuanya jejak kehidupan manusia di dunia fana ini. Nah, mitologi adalah sumber tulisan menarik untuk berbagai kisah fantasi. Dan jelas, mitologi Yunani dan Romawi yang mendominasi, ditambah kemagisan mitologi Mesir. Belakangan, mitologi Nordik booming kembali dalam kisah-kisah fantasi kekinian, sebut saja MAGNUS CHASE AND THE GODS OF ASGARD bikinan oom Rick Riordan (buku ketiga belum terbit, nanti cecurhatannya kalau udah baca lengkap), AMERICAN GODS nya om Neil Gaiman, dan pilem superhero Avengers  dalam Marvel Universe, THOR.

Pengetahuan mitologi Nordik saya tidak sehapal Yunani-Romawi atau Mesir. Kurang familier. Namun, oom Gaiman, penulis idola saya tetiba mengeluarkan sebuah ensiklopedi mitologi yang beliau buat dari hasil riset berjudul NORSE MYTHOLOGY / MITOLOGI NORDIK yang baru terbit tahun ini. Buku yang tumben tidak tebal ini, hadir sebagai referensi dan memberikan pemahaman mengenai kelakuan para Dewa-Dewi Nordik yang pernah muncul dalam novel-novel yang telah saya baca sebelumnya.

August 31, 2017

Harga Sepotong Daging

"...Menulislah, agar hidupmu tak seperti hewan ternak, sekadar makan dan minum sebelum disembelih..."




Jadi sejak akhir tahun 2016 lalu, jagat dunia fiksi fantasi dihebohkan dengan kehadiran sebuah novel lokal berjudul RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI. Novel dengan judul yang tidak biasa ini ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom, penulis lokal yang cukup produktif. Kisah Raden Mandasia ini telah menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa for Prosa (2016), Anugerah Pembaca Indonesia Nominee for Buku dan Penulis Fiksi Terfavorit - Shortlist (2016). Namun, saya yang biasanya abai dan tidak terlalu mementingkan masalah penghargaan, merasa lebih baik bertanya pada rombongan orang dalam grup saya, Penggemar Novel Fantasi Indonesia.

August 27, 2017

Petaka Ponsel

“...Man has come to dominate the planet thanks to two essential traits. One is intelligence. The other has been the absolute willingness to kill anyone and anything that gets in his way...”



Sepertinya belakangan, nyaris setiap bulan saya membaca novel bikinan om Stephen King. Anggaplah mengejar ketertinggalan. Kali ini saya menyelesaikan novel berjudul SELULER, dari edisi asli berjudul CELL yang terbit aslinya tahun 2004 dan edisi terjemahannya oleh Gramedia Pustaka Utama sekitar tahun 2007 (diterjemahkan dengan kece oleh BundEs -- sekarang adalah ibu suri editor Mizan Media Utama).

Awal mulanya, saya menonton pilem berjudul CELL di Fox. Dibintangi oleh John Cusack dan Samuel L.Jackson, pilem dengan durasi sekitar satu setengah jam ini membuat saya emosi dengan akhir cerita yang membuat banting kulkas. Sebenarnya saya sudah mewanti-wanti diri sendiri, ini based on Stephen King's novel gitu lho. Jadi semacam kelumrahan kalau kisahnya bakal menyebalkan. Pasca kelar menonton pilem ini, saya curcol ke mba Nagare, pemilik kedai buku langganan saya. Tau-taunya beliau berhasil menemukan edisi kolpri mulus dari novel SELULER ini. Dan setelah petualangan bacaan klasik, saya kembali ke om King lewat kisah naas ini.

August 23, 2017

Menara Gelap : Sebuah Curhatan Mendadak

“...Control the things you can control... Let everything else take a flying fuck at you and if you must go down, go down with your guns blazing...”


Beberapa jam yang lalu, saya punya kesempatan singkat untuk melangkah ke bioskop terdekat untuk menonton sebuah film yang sejatinya sudah tayang sejak sebulan lalu. Film berjudul THE DARK TOWER ini adalah adaptasi dari seri anyar bikinan oom Stephen King yang hits itu (menyusul nanti IT, dan serial TV MR MERCEDES). Tumben berani nonton pilem dari om King ? Yah, karena seperti yang sudah saya baca dari buku pertama serinya (dari tujuh buku), elemen horornya boleh dibilang tidak ada. Lebih ke semacam dark fantasy.

Lalu apa yang menarik dari film ini ? (sampai sini boleh berhenti kalau takut bias dan spoiler).

Puisi Gagak

“...Believe nothing you hear, and only one half that you see...”



Di awal 2017 ini, saya sempat memuaskan rasa penasaran dengan karya penulis misteri legendaris (yang sepertinya juga misterius) dengan nama Edgar Allan Poe. Lewat kumpulan cerpen berjudul THE BLACK CAT (sudah diripiu di sini) , saya cukup paham, mengapa beliau dianggap meletakkan fondasi horor gotik klasik di era romansa jaman 1800-an. Lantas, beberapa waktu lalu, dua penerbit berbeda memunculkan kumcer Poe lainnya dengan sampul apik, berjudul KISAH-KISAH TENGAH MALAM dan THE RAVEN.

Selain tergoda sampul, ini adalah Poe. Ya tentu akan saya baca dan koleksi. Maka setelah menamatkan kedua kumcer tipis ini beberapa waktu lalu, saya akan menyinyiri keduanya. Semoga bila ada pihak penerbit yang kebetulan kurang kerjaan membaca curhatan ini, tidak baper karenanya (sok banget gue).

August 16, 2017

Kemelut Kastil

“Reality provides us with facts so romantic that imagination itself could add nothing to them.”
- Jules Verne -
Setelah memiliki ketertarikan terhadap genre klasik, pasca Poe dan Lovecraft, saya akhirnya melipir ke penulis klasik ternama lainnya, yakni Jules Gabriel Verne. Penulis asal Prancis yang hidup tahun 1828-1905 ini dikenal sebagai dedengkot aliran fiksi ilmiah yang telah mempengaruhi banyak penulis setelah dirinya. Nah, suatu ketika, saya mencoba peruntungan menerjemahkan buku beliau, namun seperti yang sudah disangka, saya gagal. Mungkin karena kaku dan memang bahasa klasik lebih sulit dibandingkan buku biasa.

Buku apakah itu ?

August 13, 2017

V.F.D : Very Fuzzy Doodles

“People aren't either wicked or noble. They're like chef's salads, with good things and bad things chopped and mixed together in a vinaigrette of confusion and conflict.”
- Lemony Snicket -

Beberapa tahun lalu (tidak ingat persisnya kapan), saya menonton sebuah film adaptasi dari buku berjudul A SERIES OF UNFORTUNATE EVENTS yang dibintangi dengan kece oleh Jim Carey (The Mask, Bruce Almighty, Ace Ventura). Sebagai tokoh penjahat utama bernama Count Olaf yang ngeselin dan jago nyamar, beliau ini menganiaya tiga orang anak yatim piatu bernama Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire. Belakangan diketahui Count Olaf ini terlibat secara aktif dalam kematian kedua orang tua Baudelaire bersaudara. Jelas dengan tujuan untuk mendapatkan harta berlimpah yang dimiliki oleh mendiang.

Sempat penasaran akan bukunya, ternyata edisi terjemahannya cukup sulit dicari. Bukan apa-apa, ada 13 judul dalam kisah ini. Jumlah yang cukup banyak dan melelahkan. Setelah bertahun-tahun, saya baru menemukan buku ke-13 nya, berjudul Akhir, sebagai ending dari kisah malang Baudelaire bersaudara. Namun, dedek Uzi 'Lurah' PNFI, secara tak sengaja saat beliau ngalor ngidul jomblo di sebuah pusat perbelanjaan, ditemukanlah sederet seri ini dalam edisi hard cover berbahasa inggris. Lebih penting lagi, harganya diskon puas. Meskipun tidak lengkap, dengan bantuan dek Lurah, saya berhasil memperoleh 8 dari 12 buku yang belum saya miliki (minus nomor 3,5,7, dan 12). Dan mendaratlah buku itu di rumah, membuat saya euforia.

August 3, 2017

Mengapa Tuhan (Masih) Amat Sabar ?

"...humans are the worst parasitic creatures that live on earth..."

Pusying pala beruang

Senada dengan level emosi saya yang bisa diibaratkan seperti sebuah tabung gas elpiji tiga kilo tanpa regulator SNI, maka entah kenapa saya membuat curhatan beginian, di luar nyinyiran perbukuan atau perpileman yang biasa. Namun, mengutip kata-kata trendi dari akun gosip di instagram yang sering saya stalking : ojo nyinyir, ojo baper. Nah itulah respon yang saya harapkan dari anda sekalian yang kebetulan membaca tulisan ini.
So, what's happen ?

July 25, 2017

Yang Gelap dan Mencekam

“...There are bad dreams for those who sleep unwisely...”



Kita tentu tau, kisah soal manusia abadi yang bertahan hidup dengan menghisap darah manusia, yang dikenal sebagai vampir. Berbagai kisah, anime, manga, pilem, serial tipi, dengan segala romansa (yang terkadang iyuh) muncul dengan ramainya. Topik vampir ini menjadi begitu tren hingga saat ini. Semacam tak lekang oleh waktu (Cedric Diggory aja pasca di Avada Kedavra, langsung jadi vampir berkilau ---ditabok potterheads).

Nah, kisah klasik tentang vampir sebenarnya muncul lebih dari seabad yang lalu. Menurut mommy Selvi (sumber rujukan saya), ada banyak kisah mengenai makhluk semacam lintah ini. Yang terkenal dan berpengaruh untuk berbagai kisah lainnya, tentu DRACULA oleh Bram Stoker.

July 21, 2017

In The End, It Doesn't Even Matter

And I'll be sorry for now
That I couldn't be around
Sometimes things refuse
To go the way we planned
Oh I'll be sorry for now
That I couldn't be around
There will be a day
That you will understand
You will understand

After a while you may forget
But just in case the memories cross your mind
You couldn't know this when I left
Under the fire of your angry eyes
I never wanted to say goodbye




Setelah tidur telat gegara Bram Stoker semalam, pagi ini saya dikejutkan oleh berita sedih mengenai berpulangnya seorang vokalis band alternatif - Linkin Park, Chester Bennington dalam usia 41 tahun. Yang menjadi penyebab kesedihan saya sebenarnya adalah cara kematian mendiang. Yep, suicide.
Kesehatan mental adalah suatu topik tersulit dalam dunia medis, sejauh yang saya akui dan pahami. Seperti yang pernah saya sebutkan dalam beberapa curhatan lain, tidak ada yang tau pasti dimana 'jiwa' itu berada. 'Penyakit' ataupun 'gangguan' yang mendera jiwa seseorang tidak bisa diatasi sesimpel meresepkan antibiotik untuk pasien infeksi bakteri. Ranah kesehatan mental bergelut dengan banyak ketidakpastian, mulai dari mendiagnosis sampai memikirkan terapi.

July 19, 2017

The Boy Who Dreams

"... Merlin's beard...!!!"


Kadang kita bisa menemukan harta tersembunyi dari semacam pertaruhan tak terduga. Sederhananya, saat kalah dalam perebutan boxset buku langka, saya memilih tiga buku yang sepertinya terlupa. TRILOGI MERLIN KECIL karya Jane Yolen, yang ternyata aslinya diterbitkan tahun 1996-1997, edisi indonesianya oleh Penerbit Serambi tahun 2007. Tipikal buku tipis kecil dengan isi kertas HVS tebal yang membahagiakan saat dipegang.
Lantas apa yang didapat ?

July 17, 2017

BANANAAAAA... !!! FREEDOM... !!!

"... the closer you look..the less you see..."
 
 
 
Menghadapi reading slump semingguan adalah suatu kondisi yang menyebalkan. Bagaimana tidak, timbunan masih begajulan berserakan, eh diri ini malah kehilangan hasrat membaca. Ditunjang kondisi diri yang sedang kurang energi, maka dari itu penghiburan beralih ke tontonan menghibur di layar lebar maupun di televisi.

Nah sesuai gambar besarnya (dengan backsound FREEDOM oleh Pharrell Williams), saya mau curhat nyinyir soal pilem menghibur berjudul DESPICABLE ME 3 (dan tiga pilem lain). Seperti biasa, para minions ini masih lucu menggemaskan, ditambah kelakuan Gru yang bertemu saudara kembarnya, Dru. Bersama mereka harus menghadapi si penjahat lawak bernama Balthazar Bratt yang eksis dengan kejahatan artistiknya. Sebenarnya saya cukup kzl dan zbl, karena DESPICABLE ME 3 harusnya tayang sejak 30 Juni 2017, namun digeser oleh kemunculan pilem nasional yang banyak sehabis lebaran (auk deh bete). Nasionalisme saya dalam hal perfilman memang minus, dengan berbagai alasan yang tidak usah diungkapkan, nanti bisa menuai emosi khalayak.

July 11, 2017

Paparan Klasik

“...Maybe everybody in the whole damn world is scared of each other...”
- John Steinbeck -

Sebagai pembaca dengan tumpukan TBR (to be read) alias timbunan ga kelar-kelar, tetap saja saya memiliki kecenderungan untuk membaca buku lain di luar timbunan, yang tentu saja diperoleh dengan kekhilafan membeli di toko buku. Percayalah, nggak ada yang namanya 'sekedar melihat-lihat' ketika sudah menginjakkan kaki di toko buku. Ada perasaan bersalah bila tidak membeli salah satu. Para buku itu seolah memanggil dengan tegas : BUY US ! Dan biasanya berakhir dengan kepatuhan saya : YES MASTER !

Kali ini saya malah membeli dua buku tipis cetak ulang dari dua kisah klasik terkenal : TIME MACHINE karya HG Wells dan OF MICE AND MEN karya John Steinbeck. Tumben bener. Bukan apa-apa sih, bukunya tipis, trus saya sedang ga minat dengan rak fantasinya (bilang aja udah punya dengan harga jauh lebih murah, banyak gaya).
So what did i get ?

July 6, 2017

Looking Trough The Eye

“It does not do to leave a live dragon out of your calculations, if you live near him.”
- JRR Tolkien -


Naga memang salah satu makhluk fantastis yang muncul di berbagai cerita, baik itu fantasi maupun mitos sejak dahulu kala. Newton Artemis Fido Scamander -- yang lebih kita kenal sebagai Newt Scamander, seorang Magizoologist, mengkategorikan naga dalam klasifikasi XXXXX, yakni level makhluk yang mustahil dijinakkan, meskipun sepertinya kita bisa bertanya lebih lanjut kepada Charlie Weasley mengenai hal ini (bisa jadi edisi Hewan-Hewan Fantastis dan Dimana Mereka Bisa Ditemukan yang saya miliki sudah ketinggalan zaman). Lantas, ada masalah apa dengan naga ?

Naga sejatinya mampu melihat kebenaran, meskipun kadang juga bisa diakal-akalin oleh makhluk lain (teringat Smaug yang ngamuk karna kelakuan Bilbo Baggins). Pandangan mata naga diyakini bisa menggetarkan hati yang menatapnya langsung, kebuasan dan kebijakan kuno dibaliknya, tentu mampu menyajikan kisah tersendiri. Sayangnya, Niner, sang Naga dalam THE EYES OF THE DRAGON (MATA NAGA), buku bikinan om Stephen King, dipenggal oleh Raja Roland dari kerajaan Delain, dan kepalanya dipajang sebagai hiasan di kamar pribadi sang Raja. Akan tetapi, mata Niner inilah yang memiliki peran berharga dalam kisah ini.

July 2, 2017

Kill The Beast !

“...Maybe there is a beast… maybe it's only us...”

Butuh waktu lumayan lama bagi saya untuk menyelesaikan sebuah novel klasik berbahasa Inggris dengan judul LORD OF THE FLIES karya William Golding ini. Menemukan si buku dalam ajang Big Bad Wolf beberapa bulan lalu, sejatinya saya penasaran, apa yang membuat banyak pihak merekomendasikan buku klasik terbitan asli tahun 1954 ini. Seberapa kuatkah ceritanya ?

Buku yang saya baca adalah versi terbitan ulang di tahun 2011 yang mengambil edisi revisi bikinan William Golding sendiri di tahun 1982. Awalnya saya berpikir novel klasik ini masih berbau fantasi atau dongeng atau petualangan dengan hawa-hawa Peter Pan -nya JM Barrie, ternyata tidak demikian adanya.