January 31, 2017

Utopia Lingkaran Sempurna

The Circle, terjemahan oleh Bentang Pustaka
RAHASIA ADALAH KEBOHONGAN...
PEDULI BERARTI BERBAGI...
PRIVASI ADALAH PENCURIAN...


Sebenarnya saya masih dalam masa malas membaca genre distopia (meskipun saya masih menantikan buku distopia dari om Shusterman yang entah kapan diterjemahkan). Tak lain tak bukan karena booming-nya genre ini beberapa tahun belakangan. Para penulis seolah berlomba menyuguhkan aksi beraneka model dalam naungan genre ini. Jadi saya agak bosan. Ditambah lagi tahun 2016 lalu saya membaca dedengkot distopia dengan judul 1984 karya George Orwell (bisa dibaca disini curhatannya) dan Battle Royale karya Koushun Takami (histerisnya juga ada di link ini), yang secara umum membuat saya skeptis sama genre serupa karena standarnya naik banget akibat dua buku ini.
Namun, apa gunanya jadi member tetap sebuah grup racun reguler ekstra besar kalau tidak teracuni ?

Sebut saja namanya Mommy Selvi, ratu kucing lajang yang mengembara mencari inspirasi yang tiba-tiba histerikal masalah buku berjudul THE CIRCLE karya Dave Eggers ini. Dengan konstan, majikan Momon nan kiyut ini mengiming-imingi saya untuk membaca buku ini. Okelah saya coba. Dari sinopsisnya, THE CIRCLE lebih dekat dengan kehidupan kita saat ini. Sehingga wajarlah kalau ini intriguing.

Jangan harapkan aksi heroik menumpas tirani, kejar-kejaran, dan pembantaian di buku ini, seperti halnya buku-buku genre serupa pada umumnya. Bersabarlah membacanya. THE CIRCLE menyuguhkan utopia sempurna dimana media sosial sudah sepenuhnya mengambil alih kehidupan kita. Ini sedang terjadi sebenarnya. Nah, THE CIRCLE adalah perusahaan penyedia layanan sosial media yang melakukan revolusi besar-besaran dengan menyatukan semua transaksi dalam satu akun Circle. Satu password, semua jadi amat mudah. Dan kemudahan ini terasa di semua bidang kehidupan.

Mae Holland, tokoh utama kita (yang akan diperankan oleh saudari saya Emma Watson dalam film adaptasi buku ini April 2017 mendatang), adalah gadis lugu yang berhasil memperoleh pekerjaan di The Circle berkat bantuan temannya, Annie. Mae seolah tercerahkan. The Circle memberikan segalanya, mengubah hidupnya, membantu pengobatan ayahnya, dan membuat Mae merasa penting dan dihargai. Cukup dengan memberi komentar, mengumpulkan ikon 'senyum', mempromosikan, menjawab dan memberi saran, berbagi foto dan peristiwa, dan berbagai aktivitas online di media sosial, Mae mulai mengalami peningkatan pesat di The Circle, kantor serba ada dengan berbagai pembaharuan revolusioner setiap harinya. Semua pendapat berharga, semua diperhitungkan, semua dihitung. Tidak ada yang luput dari pandangan. The Circle merevolusi semuanya, tidak ada rahasia, tidak ada yang disembunyikan, dengan demikian, semua orang akan berbuat yang terbaik karena seluruh dunia menontonnya. Jumlah komentar baik, dukungan di jejaring, jumlah pengikut, menanjak seiring level kebahagiaan. Sounds familiar ? Ahahaha, kita sedang bergerak ke arah sana, atau malah sudah.

Utopia sempurna ini begitu mencengangkan dan membuat ngeri. Tidak boleh ada privasi. Tidak boleh ada rahasia. Lantas apakah ini harus jadi suatu kebenaran faktual bahwa yang kita perbuat senantiasa ditonton dan dihakimi orang banyak ?

Saya tidak akan membahas lebih lanjut mengenai jalan ceritanya. Mungkin anda yang membaca akan tercengang, atau bosan, atau malah sebal sendiri. Tetapi utopia lingkaran sempurna dalam THE CIRCLE ini menyeramkan. Bayangkan saja, semua hal harus diketahui khalayak ramai. Dimana letak kemanusiaannya ?

Buku ini berkesan. Meskipun jujur saya akui saya tidak sehisteris Mommy saat membacanya, karena formula 1984 jelas mempengaruhi penulis. Namun tentunya saya mengapresiasi karya ini di antara lautan bacaan bergenre serupa yang terjebak roman atau aksi penuh adrenalin. Disini ada percikan roman, tapi abaikan saja, tidak terlalu penting (menurut saya). Dengan ending yang cukup sesuatu, kita akan bisa berpikir, apabila lingkaran sempurna ini terbentuk akankah ini benar-benar jadi pencerahan atau pemusnahan ?


"...pernahkah kau berpikir bahwa pikiran kita dikalibrasi dengan hati-hati antara apa yang perlu dan tidak perlu diketahui ? bahwa jiwa kita membutuhkan misteri malam dan terangnya siang ? "
- The Circle hal.516 -

No comments:

Post a Comment