March 11, 2017

God Of Drama and Unwanted Hero

"..practice makes perfect...HAHAHAHA..I don't think so..ignore my sobbing.."
- Apollo a.k.a Lester Papadopolous -

Ketika seharusnya saya menulis essay berfaedah yang isinya diharapkan akan sangat bermutu dan menggebu-gebu, saya malah terjebak dalam semacam procrastination tiada henti mengingat deadline yang masih lama. Meskipun sudah diingatkan, tapi plis, saya sedang lebai dan amat cranky karena sesuatu dan lain hal.

Jadi sekarang mau nulis apa ?
Gini deh. Untuk mengembalikan tawa, saya akhirnya baca versi terjemahan TRIALS OF APOLLO - THE HIDDEN ORACLE. Buku anyar bikinan om Rick Riordan, masih di semesta Olympia yang diubek-ubek seenaknya oleh si om. Kali ini kita berhadapan dengan si Dewa Matahari, God Of Drama, yang super narsistik, pemuja diri sendiri, egois dan receh, tak lain dan tak bukan, Apollo.
Apollo dibuang Zeus, kesian (tapi ngakak)
Sebenarnya udah baca edisi aslinya tahun 2016 lalu karena tak tahan godaan, belum lagi katanya penerbit lokal yang biasanya menerbitkan buku-bukunya om Rick galau berat mau nerbitin seri si Apollo ini --yang katanya bakal 5 buku-- karena ada konten LGBT nya. Duh gimana ya, saya udah kadung masuk ke semesta bikinan om Rick, udah koleksi lengkap edisi terjemahannya, udah fangirling-an, udah histerikal segala macem (TIM LEO VALDEZ SELALU !!), jadi saya bakal baca (dan punya) bukunya, apapun kata ripiu orang orang.

Lalu apa kesan saya ketika membaca THE HIDDEN ORACLE ini ?
Saya ngakak sampai berair mata. Apollo sungguh drama. BENERAN DRAMA. Dia heboh coba karena ga berotot, karena jerawatan, karena ga ganteng, keriting, fana tak berdaya, dan ga mempesona lagi. Sebenarnya kesian sih ya. Karena sejatinya Apollo di-dewahitam-kan sama Zeus gara-gara insiden sama Gaea di seri HEROES OF OLYMPUS (ada lima buku, baca aja ya). Apollo dilempar ke tong sampah di sudut gang kumuh kota New York dan akhirnya diklaim oleh seorang demigod muda bernama Meg yang aneh dan seenaknya. Sungguh tragedi.

ini bukunya, akhirnya diterbitkan terjemahannya oleh Nourabooks Februari 2017

Apollo yang dikasi identitas baru sama Zeus sebagai Lester Papadopolous, akhirnya minta bantuan ke Meg dalam menjalani misi entah apa supaya dia bisa balik jadi dewa lagi. Apollo ini nyinyir gila-gilaan, ngomel terus, kesel banget, kenapa sih manusia bisa tahan sama kefanaan ? Repot banget ga sih ? Gitu katanya. Namun, dalam menjalani cobaan ini, Apollo malah mendapat banyak pelajaran, termasuk kasih sayang berlimpah dari anak-anaknya. Apollo jadi lebih punya hati gitu, meskipun narsisme-nya tetap ga ada lawan.

Mengusung formula yang sama, mungkin bikin pembaca agak bosan. Namun, buat saya, buku ini menghibur. Jadi ga usah terlalu dipaksakan mengkritisinya, nikmati aja. Saya baca buku ini dibikin ngakak sama humor receh si Apollo, dia emang kesian banget sih, namun penuturan kesedihannya itu malah bikin geli. Sungguh Apollo begitu menghibur.

Semesta yang dibikin om Rick memang banyak amat bukunya. Namun, bukunya kan belum langka, masih bisalah dibaca. Menghibur sih ya. Pesan tersirat si om sih juga banyak, termasuk dalam menghargai keberagaman dan menemukan penyembuhan dari tempat tergelap sekalipun (tsaaahhh). Anggap aja si oni subjektif, tapi jelas, buku-buku om Rick tetap masuk ke daftar wishlist.

Dalam mengobati ketidakjelasan diri sendiri, sebagai penutup curhatan ini, saya comot lirik lagu favorit saya dalam beberapa minggu ini (baca aja di bawah yak...). Sekian, selamat membacaaaa..(semoga tergoda)....*oi Oni, bikinlah essay-mu nak (dikemplang Athena, dipelototin Prof.McGonnagal).


"...I've been reading books of old, the legends and the myths...Achilles and his gold, Hercules and his gifts, Spiderman's control, and Batman with his fists...and clearly I don't see myself upon that list.
She said :
"Where'd you wanna go? How much you wanna risk? I'm not looking for somebody with some superhuman gifts..
Some superhero, some fairytale bliss..Just something I can turn to somebody I can kiss"

- Coldplay feat. The Chainsmokers - Something Just Like This -

No comments:

Post a Comment