April 8, 2017

Penjelajahan Tanpa Batas

"..this is a work of fiction, still given an infinite number of possible worlds, it must be true on one of them...if a story set in an infinite number of possible universes is true in one of them, maybe it's not as fictional as we think.."
- Gaiman and Reaves -
Saya memiliki ketertarikan tertentu terhadap cerita-cerita fiksi ilmiah berbau penjelajahan jagad raya, masa depan, waktu, hingga semesta paralel. Saya bukan penikmat fisika kuantum, ini terbukti dengan nilai fisika saya yang sekedar lulus di jaman sekolah menengah dulu. Belum lagi ketika saya sok-sok-an baca bukunya Stephen Hawking, yang ada malah pusing. Namun, tetap saja topik semesta paralel ini begitu memikat. Nah, ketika om Gaiman, penulis favorit saya tiba-tiba memutuskan merambah ranah cerita ini, di luar dongeng gelap dewasa-nya yang biasa, akhirnya saya tergoda untuk mencoba membaca tiga buku dalam seri INTERWORLD.


Buku pertama, oleh GPU
INTERWORLD adalah suatu serial duet (belakangan jadi trio) antara Neil Gaiman dan Michael Reaves (lalu ditambah Mallory Reaves) yang menceritakan kehidupan seorang remaja lelaki biasa dengan problem abege standar, bernama Joey Harker. Yang jadi masalah, Joey ini mengalami semacam disorientasi berulang, suka tersesat, suka lupa ingatan, trus kadang ga jelas mesti kemana. Joey pikir ada yang salah dengan dirinya, baik secara mental maupun fisik. Namun ternyata ada penjelasan yang lebih WAH daripada asumsi Joey itu.

Tak disangka tak diduga, kemunculan agen klimis kayak agen FBI / CIA seperti yang di pilem-pilem, menyeret Joey ke dalam masalah besar. Jadi selama ini disorientasi Joey itu disebabkan oleh suatu kemampuan yang Joey miliki untuk menembus alias Berjalan ke dunia paralel, yang jumlahnya tak terbatas, yang bisa dia bobol dari mana saja. Dan sepertinya cuma Joey yang punya kemampuan ini. Agen klimis yang berniat menculik Joey adalah utusan dari HEX, semacam bentuk kekuasaan sihir yang memiliki mimpi menguasai keseluruhan alam semesta, termasuk yang paralelnya. HEX bermusuhan dengan BINARY, bentuk kekuasaan teknologi maha canggih yang juga punya niat sama. Mereka sama-sama menginginkan Joey untuk memuluskan niatnya.

Joey akhirnya diselamatkan oleh bentuk-bentuk dirinya dari beragam dunia paralel lain. Bayangkan saja, Joey punya banyak identitas berbeda di dunia paralel lain dengan kemampuan Berjalan yang sama, ada wanita, lelaki, cyborg, centaur, dan segala macam yang Joey temui di INTERWORLD. Interworld adalah semacam spaceship super besar yang berada di tengah-tengah peperangan tanpa henti antara BINARY dan HEX. Semacam juru damai yang berfungsi mempertahankan keseimbangan semua semesta paralel. Interworld dipimpin oleh Kapten Joseph Hacker, bentuk identitas Joey yang sudah tua dan bijaksana. Dan akhirnya Joey pun berlatih bersama 'teman-teman'nya di Interworld.

Buku kedua, oleh GPU
Di buku keduanya THE SILVER DREAM, masalah menjadi makin rumit dengan keterlibatan TIMEWATCH, semacam polisi waktu yang berfungsi memastikan tidak ada yang mengacak jalannya arus waktu di semua semesta paralel. Joey dan semua 'kembarannya' tidak memiliki kemampuan untuk melintasi waktu, hanya kemampuan untuk melintasi dunia di waktu yang sama.

Kelakuan HEX dan BINARY yang makin agresif, membuat TIMEWATCH mengutus salah satu agennya, Acacia Jones ke Interworld. TIMEWATCH mencurigai kemungkinan adanya pengkhianatan di dalam Interworld sendiri. Sementara Joey yang sangat positive thinking, tidak yakin bahwa ada di antara mereka ada yang rela menjual Interworld ke kedua organisasi haus kekuasaan tersebut. Namun apa daya, dengan akhir yang cukup menggantung dan menyakitkan, pengkhianatan dan kerusakan itu terjadi. HEX dan BINARY malah punya ide gila lain, yakni FROST NIGHT, suatu program kombinasi sihir dan teknologi gila yang menyebabkan semua bagian alam semesta dihapus, benar-benar dikosongkan, lalu nanti diatur ulang sesuka mereka. Nah, entah kapan pula kedua pihak ini gencatan senjata, lalu muncul dengan konklusi sinting seenaknya. Sementara kita dibiarkan melayang dalam ruang hampa udara dan mesti menanti buku terakhirnya yang entah kapan munculnya.

Buku ketiga, oleh Harper Teen
Cukup lama saya bersabar, lalu sepertinya saya pikir tidak akan diterjemahkan, maka dengan kebablasan namun ikhlas, saya membeli buku terakhirnya dalam versi bahasa Inggris, ETERNITY'S WHEEL. Dalam buku ini, Joey yang sudah babak belur terpaksa mengumpulkan satu demi satu lagi timnya yang sudah tercerai-berai, memulai kembali semuanya dengan susah payah dan mengambil peran sebagai pemimpin.

Pada buku ketiga ini, Joey dihadapkan pada banyak pilihan, semakin banyak kehilangan, kesedihan, dan penerimaan. Semua yang diperbuat memiliki konsekuensi, baik untuk masa sekarang maupun masa depan, di semua semesta paralelnya. Buku ketiga ini terasa jauh lebih suram, dan ada beberapa yang dibiarkan berkembang sesuai imajinasi pembaca. Namun saya sudah bisa merelakan keluasan dari cerita ini.

Seri INTERWORLD dibuat seolah tanpa batasan. Jumlah multiverse yang tidak ada habisnya membuat kening berkerut, bahkan beberapa istilah fisika dan astronominya membuat saya bego sejenak. Saya nyaris tidak menemukan rasa tulisan om Gaiman yang biasanya dalam cerita ini. Dan memang, ide INTERWORLD yang muncul tahun 1995 antara om Gaiman dan om Reaves, akhirnya dituntaskan penulisannya oleh Mallory Reaves. Sehingga kita tidak perlu ekspektasi kalau ini akan berasa dark fairytale lagi. Jauh banget soalnya. 

Sebagai penikmat fiksi ilmiah, saya cukup senang telah membaca seri ini. Ini mengingatkan saya kalau mungkin saja di semesta paralel lain, ada versi saya yang sedang baca buku digital sambil mengunyah telur goreng sambil melayang tanpa gravitasi, atau di versi saya yang lain lagi, seorang hobbit jenaka sedang minum teh dan makan pai apel sambil menulis dongeng untuk pemula. Siapa tahu. Yang jelas, di semesta paralel manapun saya dan versi-versi saya yang lain berada, saya yakin, 'kami' semua tetap sama gilanya dalam membaca...hehehe..(anggap aja gitu ya..)

Sekian, semoga tergoda...^^

"...I know the chances are astronomically slim, but I hope I can see you again someday...that thought is part of what keeps me going..."
- Joey Harker - 

No comments:

Post a Comment