May 12, 2017

Under The Blue Umbrella

"..never tell a lie when you can tell the truth, the truth isn't always the safest course, but mostly it is.."




Beberapa waktu lalu, saat kumpul sama beberapa anggota PNFI, mas Ojan, salah seorang anggota, memamerkan buku hardcover tebal dengan judul MR MERCEDES, kebetulan ditulis oleh penulis gaek yang menyebalkan namun bukunya bikin nagih, tak lain tak bukan yaitu om Stephen King. Reputasi beliau sudah tidak usah dipertanyakan lagi, dalam beraneka buku buku bikinannya yang banyak itu, oom ini sukses merusak perasaan pembacanya dalam genre thriller yang beliau usung. Entah itu fantasi, fiksi ilmiah, dan lainnya, pengalaman saya membaca Carrie, Under The Dome, dan The Gunslinger cukup mengukuhkan reputasi itu. Mungkin anda juga sudah liat trailer IT yang nyeremin dan The Dark Tower yang super kece, sebagai film-film adaptasi dari buku-bukunya yang akan segera tayang.

Ketika dapat kabar kalau MR MERCEDES diterjemahkan, saya melonjak senang. Memang, seri ini sepertinya populer, kenapa saya bilang seri, karena ada tiga buku dalam keseluruhannya : MR MERCEDES, FINDERS KEEPERS, dan END OF WATCH. Semoga diterbitkan semuanya. Kalau nggak, ya saya akan kecewa dan melipir cari diskonan impornya.

Pertanyaannya : Apakah yang dilakukan Mr Mercedes ini ?
Pensiunan detektif Bill Hodges yang berusia 62 tahun, mulai merasa hidupnya tidak berarti. Bosan dan kesepian dalam kesendirian membuat beliau merasakan sudah saatnya menimbang untuk berhenti hidup. Namun, 'hiburan' datang dalam bentuk kasus yang tidak sempat beliau tuntaskan sebelum masa pensiunnya. Kasus tabrakan misterius yang mengakibatkan tewasnya delapan orang, disertai cacatnya lusinan lebih orang lain dalam insiden di pagi buta saat ratusan orang antri untuk bursa pencari kerja di City Center. Tabrakan ini melibatkan mobil mercedes keren yang menerobos dan melindas tanpa ampun orang-orang tersebut, lalu menghilang dalam kabut pagi.

cakep yah sampul aslinya
Tak disangka, si pengemudi Mercedes terkutuk itu mengirimkan surat spesial kepada Bill Hodges. Surat bernada arogan yang ternyata berniat menantang Bill untuk memecahkan kasus dan menemukan dirinya. Kejar-kejaran pun dimulai. Bill harus menggerakkan tubuh tuanya untuk mencegah kasus yang lebih epik lagi, karena sepertinya Mr Mercedes ini mengalami kepuasan menyenangkan setelah membunuhi orang-orang. Dan Mr Mercedes ini sangat memahami Bill, mengetahui kegiatan dan tindak tanduknya.

Harus saya akui, Mr Mercedes cukup menyenangkan untuk dibaca. Boleh dibilang tidak terlalu menyakitkan seperti buku om King lain yang sudah saya baca, namun efek geregetannya sungguh terasa. Narasinya enak, jadi meskipun edisi terjemahannya setebal 680an halaman, saya tetap bisa cepat menyelesaikannya. Yang menarik dalam buku ini adalah kita sudah diberi tau siapa sebenarnya Mr Mercedes ini dari awal. Jadi kita menantikan bagaimana Bill Hodges menemukan serta memecahkan petunjuk menuju orang sakit jiwa ini.

Yang bikin cukup bergidik adalah kehidupan harian Mr Mercedes ini, bikin saya agak paranoid. Orang biasa, pekerjaan biasa, aman, tidak terlihat mencolok. Belum lagi sejarah kelam masa lalu hingga masa kininya. Yang menakutkan, jelas saja orang ini menyembunyikan kecerdasannya. Dia memanipulasi orang lewat situs interaksi sosial online dengan ikon payung biru khas, yang dibuat seolah untuk menemukan pasangan dan teman bagi orang-orang kesepian yang menginginkan kerahasiaan, ternyata tujuan aslinya lebih daripada itu.

Edisi Indonesia oleh GPU

Kisah pensiunan detektif tua ini mungkin tidak seheboh buku om King lain, namun tetap saja menarik. Pada akhirnya, Bill Hodges malah mendapatkan bantuan dari orang-orang yang tidak terduga. Serunya lagi, om King disini cukup realistis, baik kejahatan dan pengungkapannya tidak dibuat terlalu mudah atau terlalu sulit. Mengalir begitu saja. Dan saya mesti mengakui, Bill Hodges yang lansia ini sangat cemerlang dengan otak dan kemampuannya. So, gak ada cowok ganteng histerikal dalam cerita ini. Dibuat sedemikian nyata, dan bisa saja terjadi (idih amit-amit).

Buku ini cukup 'menyegarkan' bacaan saya di awal bulan ini. Rekomendasi buku ini saya tujukan bagi yang menggemari kisah detektif dan kriminal. Saya sendiri nggak mengerti kenapa saya mulai melipir membaca cerita model begini, yah harus diakui, nama om King dan sinopsis ceritanya sepertinya menggugah. Dan hubungan saya dengan om King semacam benci tapi nagih. Dari buku beliau yang saya baca, ya sudah kita ketahui betapa jahat dan nyakitinnya, tapi tetep aja dibaca. Sungguh aneh.

Semoga dua buku dalam seri ini segera menyusul untuk diterjemahkan, plis jangan pehape saya. Terimakasih.

"..The truth is darkness, and the only thing that matters is making a statement before one enters it. Cutting the skin of the world and leaving a scar. That's all history is, after all: scar tissue..”
- Stephen King -

No comments:

Post a Comment