June 26, 2017

Kisah Nimo

"..There are no good girls gone wrong - just bad girls found out.."
- Mae West -


NIMONA, atau saya menyebutnya Nimo (seenaknya), adalah seorang gadis tidak biasa yang bisa berubah jadi apa saja yang dia inginkan, mulai dari kucing sampai naga (keinget Frank Zhang, demigod Kanada-China-Romawi putra Dewa Perang, Ares). Lantas apa kisah si Nimo ini ?

x


Tanpa tedeng aling-aling, Nimona muncul di markas Lord Ballister Blackheart, seorang 'penjahat' besar buruan Institusi Penegakan Hukum dan Kekesatriaan. Lord Blackheart heran sendiri, kenapa anak gadis ga jelas ini muncul dan menawarkan diri untuk menjadi asistennya. Blackheart memiliki misi untuk mengacaukan sekaligus membuka kedok institusi, yang ternyata melakukan praktik kelam ilegal dengan alasan keamanan.

Blackheart punya dendam tersendiri di masa lalu, terhadap sahabatnya, Sir Ambrosius Goldenloin yang dianggapnya telah curang dalam pertandingan satu lawan satu yang menyebabkan hilangnya tangan kanan Blackheart. Kenyataan mempertemukan Blackheart dan Goldenloin kembali, tentunya dengan keterlibatan Nimona.

Apa yang menarik dari kisah ini ?
Pertama, ini adalah novel grafis kaya warna bikinan Noelle Stevenson. Seperti membaca komik dengan tebal sekitar 200an halaman lebih. Gampang dicerna dan menyenangkan. Saya udah membacanya nyaris tigaperempat buku saat menunggu Mamah belanja. Dan bukunya begitu menghibur.

Kedua, Nimona adalah gadis/monster emosional yang sedikit banyak mengingatkan pada kelakuan diri sendiri. Meledak-ledak dan seenaknya. Namun, Nimona juga menyimpan rahasia kelam yang sedih dan menyakitkan, dan ternyata ada hubungannya dengan Institusi. Whoo, ada apa ya gerangan ? (nah lho, baca sendiri yah).

Ketiga, latar cerita ini membuat saya bertanya-tanya. Gabungan hawa-hawa kerajaan pertengahan dicampur dengan teknologi canggih, memberikan nuansa berbeda dalam ceritanya. Hubungan antara Blackheart dan Nimona yang cenderung seperti ayah-anak, kadang sahabat yang saling mengacau, juga membuat hati hangat. Hubungan antara Blackheart (yang kadang tampak seperti Robin Hood) dan Sir Goldenloin juga membuka cerita berbeda tersendiri.

Yah, dengan kisah keseluruhan cukup menarik dan menghibur, tampaknya Nimona bisa dibaca oleh remaja dan dewasa. Sejenis bacaan menyenangkan yang membuat banyak gadis tidak biasa di luar sana jadi lebih bahagia dengan perbedaan karakter masing-masing. Ga harus sama. Para gadis monster juga bisa percaya diri, berdaya guna, dan berbahagia. Hehehehe.

Jadi, saya sangat merekomendasikan buku bagus ini. Seru dan menghibur. Seperti kata penulis bukunya, kisah Nimo ini diperuntukkan bagi semua gadis monster. Dan sepertinya masing-masing kita punya monster sendiri. Ihihihi (khusus saya, pengendalian emosi yang parah, kesukaan makan enak, susah nahan diri liat diskonan buku, plus kelakuan nyinyir nauzubillah).

"..A girl should be two things: who and what she wants.."
- Coco Chanel -

No comments:

Post a Comment