August 23, 2017

Menara Gelap : Sebuah Curhatan Mendadak

“...Control the things you can control... Let everything else take a flying fuck at you and if you must go down, go down with your guns blazing...”


Beberapa jam yang lalu, saya punya kesempatan singkat untuk melangkah ke bioskop terdekat untuk menonton sebuah film yang sejatinya sudah tayang sejak sebulan lalu. Film berjudul THE DARK TOWER ini adalah adaptasi dari seri anyar bikinan oom Stephen King yang hits itu (menyusul nanti IT, dan serial TV MR MERCEDES). Tumben berani nonton pilem dari om King ? Yah, karena seperti yang sudah saya baca dari buku pertama serinya (dari tujuh buku), elemen horornya boleh dibilang tidak ada. Lebih ke semacam dark fantasy.

Lalu apa yang menarik dari film ini ? (sampai sini boleh berhenti kalau takut bias dan spoiler).

Puisi Gagak

“...Believe nothing you hear, and only one half that you see...”



Di awal 2017 ini, saya sempat memuaskan rasa penasaran dengan karya penulis misteri legendaris (yang sepertinya juga misterius) dengan nama Edgar Allan Poe. Lewat kumpulan cerpen berjudul THE BLACK CAT (sudah diripiu di sini) , saya cukup paham, mengapa beliau dianggap meletakkan fondasi horor gotik klasik di era romansa jaman 1800-an. Lantas, beberapa waktu lalu, dua penerbit berbeda memunculkan kumcer Poe lainnya dengan sampul apik, berjudul KISAH-KISAH TENGAH MALAM dan THE RAVEN.

Selain tergoda sampul, ini adalah Poe. Ya tentu akan saya baca dan koleksi. Maka setelah menamatkan kedua kumcer tipis ini beberapa waktu lalu, saya akan menyinyiri keduanya. Semoga bila ada pihak penerbit yang kebetulan kurang kerjaan membaca curhatan ini, tidak baper karenanya (sok banget gue).

August 16, 2017

Kemelut Kastil

“Reality provides us with facts so romantic that imagination itself could add nothing to them.”
- Jules Verne -
Setelah memiliki ketertarikan terhadap genre klasik, pasca Poe dan Lovecraft, saya akhirnya melipir ke penulis klasik ternama lainnya, yakni Jules Gabriel Verne. Penulis asal Prancis yang hidup tahun 1828-1905 ini dikenal sebagai dedengkot aliran fiksi ilmiah yang telah mempengaruhi banyak penulis setelah dirinya. Nah, suatu ketika, saya mencoba peruntungan menerjemahkan buku beliau, namun seperti yang sudah disangka, saya gagal. Mungkin karena kaku dan memang bahasa klasik lebih sulit dibandingkan buku biasa.

Buku apakah itu ?

August 13, 2017

V.F.D : Very Fuzzy Doodles

“People aren't either wicked or noble. They're like chef's salads, with good things and bad things chopped and mixed together in a vinaigrette of confusion and conflict.”
- Lemony Snicket -

Beberapa tahun lalu (tidak ingat persisnya kapan), saya menonton sebuah film adaptasi dari buku berjudul A SERIES OF UNFORTUNATE EVENTS yang dibintangi dengan kece oleh Jim Carey (The Mask, Bruce Almighty, Ace Ventura). Sebagai tokoh penjahat utama bernama Count Olaf yang ngeselin dan jago nyamar, beliau ini menganiaya tiga orang anak yatim piatu bernama Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire. Belakangan diketahui Count Olaf ini terlibat secara aktif dalam kematian kedua orang tua Baudelaire bersaudara. Jelas dengan tujuan untuk mendapatkan harta berlimpah yang dimiliki oleh mendiang.

Sempat penasaran akan bukunya, ternyata edisi terjemahannya cukup sulit dicari. Bukan apa-apa, ada 13 judul dalam kisah ini. Jumlah yang cukup banyak dan melelahkan. Setelah bertahun-tahun, saya baru menemukan buku ke-13 nya, berjudul Akhir, sebagai ending dari kisah malang Baudelaire bersaudara. Namun, dedek Uzi 'Lurah' PNFI, secara tak sengaja saat beliau ngalor ngidul jomblo di sebuah pusat perbelanjaan, ditemukanlah sederet seri ini dalam edisi hard cover berbahasa inggris. Lebih penting lagi, harganya diskon puas. Meskipun tidak lengkap, dengan bantuan dek Lurah, saya berhasil memperoleh 8 dari 12 buku yang belum saya miliki (minus nomor 3,5,7, dan 12). Dan mendaratlah buku itu di rumah, membuat saya euforia.

August 3, 2017

Mengapa Tuhan (Masih) Amat Sabar ?

"...humans are the worst parasitic creatures that live on earth..."

Pusying pala beruang

Senada dengan level emosi saya yang bisa diibaratkan seperti sebuah tabung gas elpiji tiga kilo tanpa regulator SNI, maka entah kenapa saya membuat curhatan beginian, di luar nyinyiran perbukuan atau perpileman yang biasa. Namun, mengutip kata-kata trendi dari akun gosip di instagram yang sering saya stalking : ojo nyinyir, ojo baper. Nah itulah respon yang saya harapkan dari anda sekalian yang kebetulan membaca tulisan ini.
So, what's happen ?