August 31, 2017

Harga Sepotong Daging

"...Menulislah, agar hidupmu tak seperti hewan ternak, sekadar makan dan minum sebelum disembelih..."




Jadi sejak akhir tahun 2016 lalu, jagat dunia fiksi fantasi dihebohkan dengan kehadiran sebuah novel lokal berjudul RADEN MANDASIA SI PENCURI DAGING SAPI. Novel dengan judul yang tidak biasa ini ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom, penulis lokal yang cukup produktif. Kisah Raden Mandasia ini telah menyabet penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa for Prosa (2016), Anugerah Pembaca Indonesia Nominee for Buku dan Penulis Fiksi Terfavorit - Shortlist (2016). Namun, saya yang biasanya abai dan tidak terlalu mementingkan masalah penghargaan, merasa lebih baik bertanya pada rombongan orang dalam grup saya, Penggemar Novel Fantasi Indonesia.

August 27, 2017

Petaka Ponsel

“...Man has come to dominate the planet thanks to two essential traits. One is intelligence. The other has been the absolute willingness to kill anyone and anything that gets in his way...”



Sepertinya belakangan, nyaris setiap bulan saya membaca novel bikinan om Stephen King. Anggaplah mengejar ketertinggalan. Kali ini saya menyelesaikan novel berjudul SELULER, dari edisi asli berjudul CELL yang terbit aslinya tahun 2004 dan edisi terjemahannya oleh Gramedia Pustaka Utama sekitar tahun 2007 (diterjemahkan dengan kece oleh BundEs -- sekarang adalah ibu suri editor Mizan Media Utama).

Awal mulanya, saya menonton pilem berjudul CELL di Fox. Dibintangi oleh John Cusack dan Samuel L.Jackson, pilem dengan durasi sekitar satu setengah jam ini membuat saya emosi dengan akhir cerita yang membuat banting kulkas. Sebenarnya saya sudah mewanti-wanti diri sendiri, ini based on Stephen King's novel gitu lho. Jadi semacam kelumrahan kalau kisahnya bakal menyebalkan. Pasca kelar menonton pilem ini, saya curcol ke mba Nagare, pemilik kedai buku langganan saya. Tau-taunya beliau berhasil menemukan edisi kolpri mulus dari novel SELULER ini. Dan setelah petualangan bacaan klasik, saya kembali ke om King lewat kisah naas ini.

August 23, 2017

Menara Gelap : Sebuah Curhatan Mendadak

“...Control the things you can control... Let everything else take a flying fuck at you and if you must go down, go down with your guns blazing...”


Beberapa jam yang lalu, saya punya kesempatan singkat untuk melangkah ke bioskop terdekat untuk menonton sebuah film yang sejatinya sudah tayang sejak sebulan lalu. Film berjudul THE DARK TOWER ini adalah adaptasi dari seri anyar bikinan oom Stephen King yang hits itu (menyusul nanti IT, dan serial TV MR MERCEDES). Tumben berani nonton pilem dari om King ? Yah, karena seperti yang sudah saya baca dari buku pertama serinya (dari tujuh buku), elemen horornya boleh dibilang tidak ada. Lebih ke semacam dark fantasy.

Lalu apa yang menarik dari film ini ? (sampai sini boleh berhenti kalau takut bias dan spoiler).

Puisi Gagak

“...Believe nothing you hear, and only one half that you see...”



Di awal 2017 ini, saya sempat memuaskan rasa penasaran dengan karya penulis misteri legendaris (yang sepertinya juga misterius) dengan nama Edgar Allan Poe. Lewat kumpulan cerpen berjudul THE BLACK CAT (sudah diripiu di sini) , saya cukup paham, mengapa beliau dianggap meletakkan fondasi horor gotik klasik di era romansa jaman 1800-an. Lantas, beberapa waktu lalu, dua penerbit berbeda memunculkan kumcer Poe lainnya dengan sampul apik, berjudul KISAH-KISAH TENGAH MALAM dan THE RAVEN.

Selain tergoda sampul, ini adalah Poe. Ya tentu akan saya baca dan koleksi. Maka setelah menamatkan kedua kumcer tipis ini beberapa waktu lalu, saya akan menyinyiri keduanya. Semoga bila ada pihak penerbit yang kebetulan kurang kerjaan membaca curhatan ini, tidak baper karenanya (sok banget gue).

August 16, 2017

Kemelut Kastil

“Reality provides us with facts so romantic that imagination itself could add nothing to them.”
- Jules Verne -
Setelah memiliki ketertarikan terhadap genre klasik, pasca Poe dan Lovecraft, saya akhirnya melipir ke penulis klasik ternama lainnya, yakni Jules Gabriel Verne. Penulis asal Prancis yang hidup tahun 1828-1905 ini dikenal sebagai dedengkot aliran fiksi ilmiah yang telah mempengaruhi banyak penulis setelah dirinya. Nah, suatu ketika, saya mencoba peruntungan menerjemahkan buku beliau, namun seperti yang sudah disangka, saya gagal. Mungkin karena kaku dan memang bahasa klasik lebih sulit dibandingkan buku biasa.

Buku apakah itu ?

August 13, 2017

V.F.D : Very Fuzzy Doodles

“People aren't either wicked or noble. They're like chef's salads, with good things and bad things chopped and mixed together in a vinaigrette of confusion and conflict.”
- Lemony Snicket -

Beberapa tahun lalu (tidak ingat persisnya kapan), saya menonton sebuah film adaptasi dari buku berjudul A SERIES OF UNFORTUNATE EVENTS yang dibintangi dengan kece oleh Jim Carey (The Mask, Bruce Almighty, Ace Ventura). Sebagai tokoh penjahat utama bernama Count Olaf yang ngeselin dan jago nyamar, beliau ini menganiaya tiga orang anak yatim piatu bernama Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire. Belakangan diketahui Count Olaf ini terlibat secara aktif dalam kematian kedua orang tua Baudelaire bersaudara. Jelas dengan tujuan untuk mendapatkan harta berlimpah yang dimiliki oleh mendiang.

Sempat penasaran akan bukunya, ternyata edisi terjemahannya cukup sulit dicari. Bukan apa-apa, ada 13 judul dalam kisah ini. Jumlah yang cukup banyak dan melelahkan. Setelah bertahun-tahun, saya baru menemukan buku ke-13 nya, berjudul Akhir, sebagai ending dari kisah malang Baudelaire bersaudara. Namun, dedek Uzi 'Lurah' PNFI, secara tak sengaja saat beliau ngalor ngidul jomblo di sebuah pusat perbelanjaan, ditemukanlah sederet seri ini dalam edisi hard cover berbahasa inggris. Lebih penting lagi, harganya diskon puas. Meskipun tidak lengkap, dengan bantuan dek Lurah, saya berhasil memperoleh 8 dari 12 buku yang belum saya miliki (minus nomor 3,5,7, dan 12). Dan mendaratlah buku itu di rumah, membuat saya euforia.

August 3, 2017

Mengapa Tuhan (Masih) Amat Sabar ?

"...humans are the worst parasitic creatures that live on earth..."

Pusying pala beruang

Senada dengan level emosi saya yang bisa diibaratkan seperti sebuah tabung gas elpiji tiga kilo tanpa regulator SNI, maka entah kenapa saya membuat curhatan beginian, di luar nyinyiran perbukuan atau perpileman yang biasa. Namun, mengutip kata-kata trendi dari akun gosip di instagram yang sering saya stalking : ojo nyinyir, ojo baper. Nah itulah respon yang saya harapkan dari anda sekalian yang kebetulan membaca tulisan ini.
So, what's happen ?