September 14, 2017

L

“The most intelligent people disguise the fact that they are intelligent. Wise men do not wear nametags. The more people talk about their own skills, the more desperate they are—their work should speak for itself.”


Bagi anda yang membaca/menonton kisah fenomenal dalam manga/anime/live action dari DEATHNOTE, pastinya tidak akan melewatkan kisah spin off ini. Ditulis dengan apik oleh novelis Nisi Oisin bekerja sama dengan manga-ka aslinya, Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata, DEATHNOTE : ANOTHER NOTE - THE LOS ANGELES BB MURDER CASE hadir cukup mengobati rasa kangen.

Saya mengenal DEATHNOTE saat kuliah, pertama kali menonton animenya dari sumbangan teman-teman cowok otaku dan gamers. Saya suka, jelas kisah fenomenal ini menjadi suatu ikon tersendiri yang tidak dapat dilupakan oleh pecinta anime. Sebuah buku milik Shinigami alias dewa kematian yang turun ke bumi, yang mana siapapun nama yang tertulis di Deathnote akan mati.

L, Do you know Shinigami loves apple ?
 
Pertarungan antara Yagami Light/Kira dengan detektif super jenius - L, membawa keseruan dan rentetan kisah tak terlupakan. Kisah DEATHNOTE yang berakhir tragis pun, tidak dapat membuat penggemarnya untuk moving on. Saya salah satunya.
Dikisahkan sebelum insiden DEATHNOTE, berdasarkan catatan dari M/Mikael Kheel/Mello, kisah spin off  ini menceritakan pembunuhan misterius yang terjadi secara acak di Los Angeles. Kasus ini begitu penting bagi L. Pertarungan L dengan sosok jenius lain sebelum Kira, dan membawa kita kepada sekelumit misteri kehidupan L dan Wammy House, panti asuhan milik Watari tempat L dibesarkan.

Saya, jujur saja agak baper ketika membaca kisah ini. Pengorbanan L dan beban kejeniusan yang ditanggungnya ternyata cukup membuat sedih dan suram. Kasus di Los Angeles ini menyeret nama Naomi Misora, tunangan Raye Penber, agen FBI yang jadi korban Kira (selebihnya bisa dibaca/ditonton sendiri dalam Deathnote). Naomi Misora ternyata cukup cerdas dan penting. Dalam kasus sadis di Los Angeles ini, L 'ditantang' oleh sang pembunuh, sebagai bentuk adu kejeniusan dengan level kesintingan tak manusiawi.

Diterjemahkan dengan apik, teka-teki rumit kasus yang tampaknya sederhana ini ternyata punya hubungan kelam dengan kehidupan L secara pribadi. Kisah ini menjadi semacam penjelasan seperti apa L sebenarnya, meskipun tidak gamblang. Bagi fans Deathnote, kisah ini sungguh membuat kenangan itu kembali.

Edisi Indonesia oleh MnC, hardcover keren banget

Dalam kisah suram ini, kita akan mengenal lebih dekat mengenai L. Hubungannya dengan, M dan N, serta sisi manusiawinya yang sulit diungkapkan. Karena kejeniusannya, L adalah sosok berbahaya, namun diinginkan. Dan kita akan dibuat mengerti mengapa L harus selalu merahasiakan identitasnya, jauh sebelum kasus Kira. Beban yang ditanggung L tidaklah sepele, dan memang ada harga dibalik setiap perbuatan.

Ada plot twist yang cukup membuat jengah dalam kisah ini. Kemampuan si penantang ternyata tidak biasa, dan hubungannya secara personal dengan L. Cukup menyedihkan dan kelam. Saya agak tidak menyangka demikian. Yang jelas, sedikit banyak saya jadi tau bahwa L tetaplah manusia biasa. Sedih rasanya.

Kecewanya saya, karena tidak ada Ryuuk, hahahaha. Tapi ya sudahlah. Dari awal, ini tentang L, dan memang hanya L. Saya menahan diri untuk tidak mengungkapkan banyak, karena pasti jadi spoiler. Yang jelas edisi ini sangat collectible, eksklusif dan cakep, meskipun isinya bikin agak terpuruk.

Yeah, mungkin akan maraton Deathnote lagi lain kali. Sambil ngemil apel.

"...The century's greatest detective, advertised as solving every case imaginable. How great his burden must be, how much pain must he go through every single moment: past, present, and future... A burden so great it would leave you hunched over. A bitter taste in your mouth that would leave you longing for sweets.."
- M -

No comments:

Post a Comment