September 7, 2017

Palu dan Isi Kepala Thor

"...I'm called Glad-of-War, Grim, Raider, and Third. I am One-Eyed. I am called Highest, and True-Guesser. I am Grimnir, and I am the Hooded One. I am All-Father, and I am Gondlir Wand-Bearer. I have as many names as there are winds, as many titles as there are ways to die..."
- Mr Wednesday, American Gods -
Mitologi hadir seiring tuanya jejak kehidupan manusia di dunia fana ini. Nah, mitologi adalah sumber tulisan menarik untuk berbagai kisah fantasi. Dan jelas, mitologi Yunani dan Romawi yang mendominasi, ditambah kemagisan mitologi Mesir. Belakangan, mitologi Nordik booming kembali dalam kisah-kisah fantasi kekinian, sebut saja MAGNUS CHASE AND THE GODS OF ASGARD bikinan oom Rick Riordan (buku ketiga belum terbit, nanti cecurhatannya kalau udah baca lengkap), AMERICAN GODS nya om Neil Gaiman, dan pilem superhero Avengers  dalam Marvel Universe, THOR.

Pengetahuan mitologi Nordik saya tidak sehapal Yunani-Romawi atau Mesir. Kurang familier. Namun, oom Gaiman, penulis idola saya tetiba mengeluarkan sebuah ensiklopedi mitologi yang beliau buat dari hasil riset berjudul NORSE MYTHOLOGY / MITOLOGI NORDIK yang baru terbit tahun ini. Buku yang tumben tidak tebal ini, hadir sebagai referensi dan memberikan pemahaman mengenai kelakuan para Dewa-Dewi Nordik yang pernah muncul dalam novel-novel yang telah saya baca sebelumnya.


Menghibur ? Jelas dong.
Meskipun ini bukan novel fantasi, tapi Mitologi Nordik bikinan om Gaiman ini menyajikan 'pencerahan' karakter masing-masing Dewa-Dewi Nordik. Tentang sembilan dunia yang terhubung melalui Pohon Yggdrasil, awal penciptaan, dan bagaimana sebenarnya Ragnarok alias kiamat itu terjadi menurut mitologi ini. Dengan terjemahan apik dari eyang Djokolelono (penulis lokal yang tua namun keren membahana), kita akan dibawa ngakak dan sebal sekaligus mengerti mengenai bagaimana sesungguhnya kehidupan makhluk-makhluk Nordik ini.

Edisi Indonesia diterbitkan oleh GPU

THOR tetap mencuri perhatian. Sang Dewa Petir ini benar-benar know nothing. Bego banget elah ampe kezal. Kayaknya palu sakti itu mesti dipukul ke kepalanya biar encer dikit otaknya. Gampang banget dibodoh-bodohin, ga mikir panjang, fluktuatif emosional. LOKI juga bikin ngakak, meskipun licik dan manipulatif, tapi tetap aja ada sisi sialnya. Dan saya baru tau, kalau Loki bukanlah kakak/adiknya Thor, melainkan semacam paman (cek aja ke Odin).

ODIN, sang Maha-Bapa, memang lebih bijak dan lebih berotak. Meskipun demikian, dalam buku ini, saya merasa ini para Asgardians ngapain sih, kok lawak ngeselin. Setidaknya kesuper-an mereka tidak berpengaruh banyak dalam hal peningkatan kebijaksanaan dan pengambilan keputusan. Untunglah mereka-mereka ini cuma mitologi. Bisa ketiban sial kita kalau Thor emosian trus lempar palunya ke Samudera Hindia.

Buku apik ini sangat direkomendasikan untuk membantu pembaca novel fantasi dalam meningkatkan pemahaman mengenai keterlibatan mitologi Nordik. Tenang, tidak melulu soal Thor kok. Ada Heimdall, Balder, Sif, Frey (cukup waras ini dewa sih - Bapaknya Magnus Chase), Freya, para kambing, Valhalla- Valkyrie - Einherjar, dan berbagai makhluk lainnya (kurcaci, raksasa, ular besar, kuda, rame pokoknya). Selain karena ini bikinan om Gaiman (ooo bias parah), buku ini jelas sangat menyenangkan untuk dibaca dan ditertawakan (damn, are they really Gods ?)

Sepertinya sekian curhatannya (telat bikin dan lelah karena sok sibuk).

"...Myths are simply stories about truths we've forgotten..."
- Rick Riordan -

No comments:

Post a Comment