December 24, 2017

You'll Float Too

“...What you fear most of all is - fear..."
- Prof Remus John Lupin -



Sebagai makhluk yang amat penakut, saya secara ofensif menolak semua anjuran dan ajakan teman-teman untuk menonton sebuah film adaptasi dari bukunya om Stephen King, berjudul IT, September lalu. Bukan apa-apa, liat trailernya aja udah bergidik. Namun pertahanan saya goyah karena suatu adegan dalam serial favorit saya secara implisit seolah menyinggung Pennywise, wujud badut dari makhluk bernama IT ini. Saya sudah tau kalau bukunya luarbiasa tebal, namun waktu ke ibukota tempo hari saya memutuskan untuk khilaf membelinya. Buku setebal 1376 halaman ini akhirnya bisa saya selesaikan beberapa jam lalu. Dan saya sudah menonton pilemnya sebelum membaca (ternyata pilemnya masih Chapter One, ga heran sih).

Sampai di sini bagi yang nggak mau kena spoiler, silakan menyingkir. Curhatan berikut mengandung perbandingan antara buku dan pilem. Jadi kalau nggak mau teracuni, huss, get out of here !

Di sebuah kota kecil bernama Derry, terjadi kengerian mencekam yang disebabkan oleh hilangnya anak-anak. Peristiwa ini diawali oleh hilangnya George Denbrough, anak lelaki berusia 8 tahun saat sedang bermain kapal kertas di seputar kompleks. Menurut pilemnya, peristiwa ini terjadi tahun 1988. George atau Georgie tidak pernah ditemukan dan dianggap tewas. Namun, abangnya Georgie, William 'Bill' Denbrough yakin ada sesuatu yang terjadi di Derry, ada semacam makhluk jahat yang meneror kota dan menyebabkan anak-anak menghilang. Setahun kemudian, 1989, Bill dan teman-temannya memutuskan untuk menghadapi makhluk ini. Menyebut diri mereka sebagai THE LOSER'S CLUB, Bill bersama Richard 'Richie' Tozier, Edward 'Eddie' Kapsbark, Stanley 'Stan' Uris, Benjamin 'Ben' Hanscom, Beverly Marsh, dan Michael 'Mike' Hanlon memutuskan menghadapi ketakutan terbesar mereka dan mengkonfrontasi IT.

Eddie, Bill, Mike, Stan, Bev, Ben, Richie

Bagi yang sudah menonton pilemnya pasti tau bahwa THE LOSER'S CLUB berhasil memukul mundur IT. Dan mereka berjanji akan kembali ke Derry bila peristiwa ini terbukti terulang. Nah, selanjutnya saya akan membahas fakta dari bukunya, yang memang tidak dipaksakan sama semua dalam pilem. Syukurlah. Pilemnya cukup outstanding dengan tidak memaksakan semua harus sama seperti buku.

Setting di buku dimulai dari peristiwa Georgie, sama halnya seperti di pilem. Tapi peristiwa ini berlangsung tahun 1957. Dan Georgie tidak hilang, jenazahnya sempat ditemukan oleh tetangga keluarga Denbrough. Sebagai catatan, korban-korban IT di bukunya, hampir semua ditemukan beberapa waktu kemudian, namun dalam keadaan yang mengenaskan, tidak utuh, dan termutilasi secara kasar.

Dalam bukunya, om King justru memulai dengan kondisi dewasa para anggota THE LOSER'S CLUB. Setting tahunnya adalah 1985. Ini sesuai dengan pembuatan novel ini yang berlangsung dari tahun 1981-1985. Dari kesemua anggota geng ini, hanya Mike yang bertahan di Derry. Mike menjadi pustakawan kepala di perpustakaan kota. Dan Mike berperan sebagai mercusuar. Mengapa disebut demikian ? Karena setelah peristiwa 27 tahun sebelumnya, semua anggota geng kehilangan ingatan tentang apa yang terjadi di Derry. Tidak ada sisa sama sekali. Dan ketika peristiwa itu terulang kembali, Mike memutuskan menelpon mereka satu persatu. Stan adalah akuntan sukses, Richie adalah DJ dan entertainer handal, Ben tidak gendut lagi - malah jadi arsitek brilian, Bev adalah fashion designer, Eddie menjadi pengusaha limosin transportasi selebriti, dan Bill merupakan penulis novel best seller. Mereka semua punya kehidupan gilang gemilang masing-masing.

Telepon dari Mike menjungkirbalikkan semuanya. Ditulis dengan gaya bolak balik, om King menuturkan semua peristiwa dan sejarah Derry secara amat terperinci. Semua via catatan Mike. Pelan-pelan ingatan mereka muncul dan mereka kembali ke Derry. Namun, tidak semuanya hadir. Satu di antara mereka sudah tewas duluan.

Kisah ini ditulis amat terperinci dan detail. Merunut berbagai peristiwa yang melibatkan IT. Yang paling bikin ngango adalah pengungkapan identitas IT yang sebenarnya, sesuatu yang out of mind, dan menjadikan buku ini juga masuk ke ranah fiksi ilmiah. Saya masih terkaget-kaget. Yang paling menarik adalah bagaimana Derry adalah kota yang sudah rusak secara moral. Penduduknya acuh tak acuh, bullying dimana-mana, kebohongan, pengabaian, kekerasan, dan kekacauan mental. Peristiwa-peristiwa yang hadir setiap siklus kemunculan IT menunjukkan betapa penduduknya punya kerusakan moral yang mengerikan. Rincian sejarah sejak tahun 1800an yang dikumpulkan Mike, mengungkapkan itu semua dengan menjijikkan.

Poin yang membuat hati saya sakit adalah om King membuat kita menyayangi secara personal para anggota geng ini. Ada masalah yang mereka hadapi masing-masing, plus latar belakang yang tidak semua baik. Perjuangan mereka mati-matian melawan IT membuat haru dan deg-deg-an. Ketika akhirnya ada lagi yang tewas di antara mereka, saya langsung mewek.

Novel ini memiliki konten yang cukup mengganggu. Bahasanya tidak berat. Tapi memang tidak disarankan bagi pembaca muda. Isu-isu yang diangkat, berkelindan dengan apik dalam menghadapi konflik utama. Jelas dan terang benderang setelah membacanya, meskipun ada kegilaan yang tak tertanggungkan dalam kisahnya. Dari semua novel om King yang telah saya baca, saya akui ini adalah karya terbaik beliau. Om King benar-benar habis-habisan dalam menulis kisah ini. IT adalah sebuah kenangan masa kecil versi super yang membuat kita cukup histeris namun tetap manis menggigit dengan cara yang tidak biasa.

Apakah kali ini mereka benar-benar berhasil ?

Saya sangat menyarankan untuk membaca sendiri. Karena ada 'rasa' yang tidak bisa diungkapkan setelah menyelesaikan novel ini. Curiga akan reading slump paska petualangan di Derry. Tidak ada yang sama lagi. Namun cara om King menutup kisah ini sungguh manis namun meninggalkan bekas. Sungguh sebuah petualangan keji yang tak terbayangkan. Namun saya lega bisa menyelesaikannya. Super worth to read. Tokoh favorit, nyaris semuanya saya sukai, namun mungkin saya akan bias ke Eddie, Mike, dan Richie. Sungguh mereka adorable.

Dan saya penasaran, bagaimana para pembuat pilemnya akan melanjutkan chapter two dari IT. Semoga mereka ga stress duluan.

Edisi bahasa Inggris cover baru oleh penerbit Hodder

"... maybe there aren't any such things as good friends or bad friends - maybe there are just friends, people who stand by you when you're hurt and who help you feel not so lonely... maybe they're always worth being scared for, hoping for, and living for... maybe worth dying for, too, if that's what has to be... no good friends, no bad friends... only people you want, need to be with, people who build their houses in your heart..."
- Eddie Kapsbark -

No comments:

Post a Comment