January 28, 2018

Why Do You Love to Read Anyway ?

"...Never do anything by halves if you want to get away with it. Be outrageous. Go the whole hog. Make sure everything you do is so completely crazy it's unbelievable...”
- Matilda -



Menjadi pembaca di negeri yang katanya memiliki minat baca cukup rendah seantero dunia, adalah sebuah hobi yang kadang membuat frustrasi. Kalau soal stereotip, sudah pernah dan masih pernah dialami. Kenapa sih beli buku terus ? Kenapa sih heboh banget soal buku-buku ? Berapa duit sih yang dihabiskan buat belanja buku ? O please people, mind your own business. I didn't do any harm to your daily life's drama. Ada perjalanan membahagiakan dan indah dikenang dalam pergulatan hobi ini. Dan kisah hobi pribadi ini berasa muncul dalam bentuk perjalanan seru seorang anak bernama Matilda.

MATILDA, adalah buku anak legendaris bikinan Roald Dahl, seorang penulis kenamaan yang menginspirasi banyak kalangan. Menceritakan seorang anak lima tahunan jenius yang hobi membaca. Mulai dari bacaan untuk umurnya. Sampai novel-novel klasik yang saya sendiri sampai sekarang belum niat membacanya. Malang, Matilda terjebak dalam keluarga yang tidak suportif. Keluarga yang berpikir bahwa anak perempuan gak usah pintar-pintar amat.


Berdasarkan analisis sok tau saya setelah membacanya, Roald Dahl menyisipkan isu-isu yang cukup happening meskipun saya baca buku ini nyaris 30 tahun setelah pertama kali terbit. Feminisme, jelas cukup berasa, dimana Dahl mencoba mengemukakan perlakuan yang diterima Matilda di rumah, yang dipaksa untuk nonton TV. Gak usah membaca. Saya sampai greget ketika ayahnya merobek buku Matilda. It's a crime.

Kemalangan Matilda berlanjut di sekolah. Kepala sekolah Matilda yang bernama Mrs Trunchbull adalah versi lain dari Dolores Jane Umbridge (Mantan Kepsek Hogwarts yang entah masih di Azkaban atau indak sekarang), melakukan metode gila ala abad pre-renaissance dalam menjalankan pendidikan harian di sekolah. Keberadaan Miss Honey, guru baik hati yang menjadi wali kelas Matilda, tidak cukup membantu mengurangi kemalangan anak-anak ini. Namun Matilda adalah anak cerdas. Dengan pintarnya, Matilda mengubah situasi menjadi menguntungkan dan jelas membawa akhir yang bahagia untuk kisah ini. Hal ini meyakinkan kita bahwa bookworm is dangerous enough.

Matilda mengingatkan saya betapa bahagianya memiliki hobi membaca. Frustrasinya muncul ketika kalap dan bokek. Atau digantung oleh si pengarang dalam suatu kisah berseri. Nah, alhamdulillah kedua orangtua saya telah memfasilitasi hobi ini sedari TK. Saya dibawa familier dengan majalah Bobo dan Donal Bebek. Meskipun ketika masa-masa berat krisis finansial keluarga saya harus menahan diri, tapi saya tidak dilarang untuk membaca. Saya cuma diingatkan untuk berusaha sendiri memiliki bacaan yang saya inginkan. Well it's worth it. Efeknya ketika udah bekerja, belanja buku adalah prioritas utama selain makanan dan bensin. 

Versi ini yang saya punya

Versi bahasa Inggris dari MATILDA memiliki bahasa yang ringan dan gampang diserap. Memang kontennya kadang bisa dibilang tidak masuk akal dalam beberapa aspek. Seperti kekejaman Mrs Trunchbull yang kalau terjadi di dunia nyata, sudah jelas bisa merenggut nyawa. Roald Dahl menyampaikan bentuk kengerian ini dalam balutan gelak tawa. Dan saya harus menyingkirkan mode nyinyir dan thinking too much terhadap kisah ini. Baca dan nikmati. Hangat dan mengingatkan saya kembali. Mengapa saya memilih hobi ini, mengapa saya bisa begitu mencintai para buku dalam lemari. Merasakan kebahagiaan dengan membuka segel buku baru, endus-endus, dan menyusun kembali para buku. Freak ? I know. But I won't apologize for that.

MATILDA menjunjung hobi membacanya sebagai identitas, kebutuhan, dan sumber kebahagiaan. Saya rasa inilah yang membuat saya tersentuh. Memiliki hobi memang membuat semua jadi lebih tertanggungkan di masa duniawi yang singkat ini. Dan hobi membaca adalah bentuk anugerah yang patut disyukuri. Cara bersyukurnya ? Yuk tetap terus membaca. (Kalimat ini dianggap agak berlebihan bagi yang timbunannya belum abis-abis ^^)

So why do you love to read anyway ?

Roald Dahl said :

“The books transported her into new worlds and introduced her to amazing people who lived exciting lives. She went on olden-day sailing ships with Joseph Conrad. She went to Africa with Ernest Hemingway and to India with Rudyard Kipling. She traveled all over the world while sitting in her little room in an English village.” 

“So Matilda’s strong young mind continued to grow, nurtured by the voices of all those authors who had sent their books out into the world like ships on the sea. These books gave Matilda a hopeful and comforting message: You are not alone.”


Dan sekarang anda tahu kenapa hobi ini berharga.  


“...I declare after all there is no enjoyment like reading! How much sooner one tires of any thing than of a book! -- When I have a house of my own, I shall be miserable if I have not an excellent library...”
- Jane Austen -

1 comment: