February 4, 2018

The Heart Thread

“...Once upon a time...There’s a reason all fairy tales begin like this. But the ‘and they lived happily ever after’ at the end? That has to be earned...” 
- the Bastard -




Seperti yang sudah dikisahkan sebelumnya, menjadi penggemar novel yang sepertinya underrated adalah suatu cobaan tersendiri. Kali ini saya harus berburu edisi bahasa inggris dari buku ketiga seri RECKLESS, karya penulis wanita asal Jerman favorit saya, Cornelia Funke. Buku berjudul THE GOLDEN YARN tersebut aslinya dalam bahasa Jerman, terbit tahun 2015, menyusul edisi inggrisnya setahun kemudian.

Bagi yang tidak terlalu familier dengan kisah ini, bolehlah sedikit mengintip curhatan saya ini. Siapa tau tertarik. Saya mengikuti kisah Jacob Reckless, si pemburu harta ini sejak buku terjemahannya muncul di tahun 2012-2013 silam dengan sampul yang tidak menarik. Tapi ini Funke, jadi sudah jaminan mutu. Dan memang kisah dark fairytale yang menyerempet semua dongeng ternama ini memang memikat.

Perlu diketahui Jacob Reckless adalah seorang pria dewasa usia dua puluhan yang gemar menantang maut di dunia dibalik cermin. Dunia yang disebut sebagai Mirrorworld ini adalah pembalikan dari peta dunia yang kita kenal, dengan nama-nama kota yang memiliki kemiripan dengan kota-kota terkenal di dunia kita. Dalam buku pertama, RECKLESS, Jacob harus mencari penyembuhan untuk adiknya, Will yang berubah menjadi Jade-Goyl, manusia batu akibat dikutuk oleh Dark Fairy. Melibatkan bantuan dari Red Fairy, Will kembali jadi manusia lagi dan balik ke dunia kita. Namun, selalu ada harga yang mesti dibayar dalam setiap sihir.

FEARLESS, buku kedua seri ini mengisahkan usaha Jacob untuk melawan kematian yang menggerogotinya sebagai harga dari sihir yang menyelamatkan Will. Saya dapat buku kedua ini via BBW (Big Bad Wolf yang kayaknya bakal nongol kembali Maret 2018 ini). Jacob juga harus menyelamatkan Fox, gadis rubah yang selalu menemani petualangannya, dari sekapan monster mengerikan. Sekali lagi Jacob selamat, namun selalu ada harga yang mesti dibayar. Curhatan lengkap ada di postingan ini.

THE GOLDEN YARN menipu saya dari segi judul. Saya pikir akhirnya akan bertemu sosok legendaris, Rumplestiltskin dalam kisah ini. Tetapi dugaan saya melenceng cukup jauh. Dalam buku ketiga ini, Funke membawa penuturan baru. Dongeng dari Rusia dan Jazirah Arab dibawa dalam kisah ini. Ada Baba Yaga, Tzar Nikolaj, karpet terbang ajaib, dan segala kemagisan dongeng dari negeri-negeri tersebut beserta benda-benda ajaibnya.

edisi ini yang saya punya, masih berkat mama peri

Apa masalah Jacob kali ini ?

Lipatan dunia Funke tidak sederhana. Dan tidak ada kejahatan murni atau kebajikan sejati dalam kisah ini. Seyogyanya rumusan dark fairytale, rentetan kisah yang dituturkan membuat saya terkejut berkali kali. Apa yang sebenarnya diwakili oleh gulungan benang emas legendaris ternyata berbeda dengan pandangan saya. Benang emas ini mewakili hasrat hati terdalam ketika mencintai orang lain. Benang emas yang terpintal dengan sendirinya dan begitu ditarik dan diputuskan, rasa itu akan lenyap. Lantas siapa yang mencari kebenaran benang emas ini dan menggunakannya ?

Kemunculan John Reckless, ayah Jacob dan Will secara tidak disangka dalam buku ketiga ini membuat saya cukup emosi. Kebenaran lain mengenai sejarah keluarga Reckless serta kemunculan tokoh kuat licik lain yang menagih janji dengan keji akan membuat diri ini merasa ketar-ketir. Dengan akhir yang penuh fakta tidak terduga, saya harus sabar menantikan buku keempatnya, THE ISLAND OF THE FOX yang sepertinya belum ditulis. Deritaku.

Bagi yang jenuh dengan kisah-kisah kebanyakan, kembali kepada dongeng lama memang adalah pilihan terbaik. THE GOLDEN YARN menawarkan kerumitan dan 'rasa' yang terkenang. Karakter tokoh yang terlibat, nama-nama objek magis, keluasan semesta dibalik cermin, malah menarik pertanyaan baru. Siapakah yang membuat cermin ini ? Karena jelas tidak semua cermin di dunia kita bisa menjadi pintu menuju Mirrorworld tersembunyi yang memiliki kilauan harta karun tak terhitung.

The Golden Yarn… or the inseverable bond, as it is also called. As inseverable as the threads of fate.
- Orlando Tennant

Pada akhirnya, selalu ada harga yang mesti dibayar dalam setiap keajaiban. Dan kisah ini berpusat pada harga keajaiban dan kaitannya dengan cinta, baik itu dalam hubungan sepasang kekasih, saudara, serta hubungan ayah anak yang sepertinya terkorupsi oleh kegelapan hati masing-masing.


“...You humans love mirrors. You have to constantly make sure you still have the same face. Nothing scares you more than if someone changes it...”
- The Mirrorlings -




No comments:

Post a Comment